24 October 2014

Hackathon - Kompetisi Pembuatan Aplikasi Secara Marathon 24 Jam

Indosat kembali menguji generasi muda kreatif dalam tantangan pembuatan aplikasi dalam waktu 24 jam saja yang dikenal dengan nama Hackathon. Hackathon sendiri masih merupakan rangkaian dari program Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 8 yang saat ini masih terus berlangsung. Sebanyak 130 peserta yang terbagi dalam 51 team terdaftar mengikuti kompetisi Hackathon ini, dimana para peserta diharuskan memilih salah satu dari 3 kategori yang disediakan yaitu (1) kategori Communication, Lifestyle, Education ; (2) kategori Multimedia, Games, dan (3) kategori Utilities (tools,security) .

Ajang Hackathon sendiri berlangsung pada hari Jumat tanggal 3 Oktober 2014 tepat pada pk.16.30 dan berakhir pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2014. Selama 24 jam penuh para peserta bahu membahu membuat aplikasi mobile dan kemudian mempresentasikan serta mendemokan karya mereka di hadapan dewan juri. Selama 24 jam berkompetisi, semua kebutuhan para peserta seperti makanan, minuman, hiburan, tempat sholat hinga tim medis sudah disiapkan oleh Indosat.

Aplikasi wireless bertajuk “Light Me Up” karya Firman Azhari dan Tera Harsa asal Bandung berhasil menjadi aplikasi Terbaik I dalam ajang Hackathon yang disusul kemudian dengan aplikasi berjudul “V Lens” karya Herdian Prakasa, Hendrawan dan Peterleon sebagai karya Terbaik II serta aplikasi berjudul Helping Nurse karya Gino menjadi Terbaik III


Para pemenang yang terpilih sebagai karya terbaik dalam ajang Hackathon ini akan membawa pulang hadiah uang tunai puluhan juta rupiah, gadget terbaru, saldo Dompetku serta piagam. Lebih dari itu, seluruh peserta telah membawa masing-masing kemenangan mereka yakni mampu menaklukkan tantangan menciptakan aplikasi selama 24 jam secara marathon. Karya aplikasi mereka dalam ajang Hackathon ini secara otomatis juga masih bisa dikompetisikan dalam ajang IWIC 8 yang menjadi payung program Hackathon.

Dan melihat besarnya antusiasme peserta IWIC 8, proses pendaftaran diperpanjang hingga tanggal 31 Oktober 2014. Untuk informasi pendaftaran IWIC 8 dapat dilihat dari website Indosat atau akun twitter @indosatiwic , Facebook : IndosatIWIC dan Instagram : Indosatiwic . Ayo begegas mendaftar sebelum ditutup.

17 October 2014

Ideku Untuk PLN


Meskipun lahir di kota Jakarta, saya menghabiskan masa kecil hingga remaja saya di kota Palembang. Mulai dari kota Palembang masih sangat ditakuti karena tingkat kriminalitasnya yang tinggi sampai kemudian keadaan berubah hingga Palembang menjadi kota yang ramah bagi para pendatang pastinya pernah saya rasakan. Tapi walaupun beberapa era kepemimpinan Gubenur dan Presiden sudah beberapa berganti, tapi masalah listrik yang seringkali byar pet belum juga mampu terselesaikan hingga kini. Kondisi kebalikan justru saya rasakan ketika mulai hijrah ke ibukota. Jarang sekali listrik padam di ibu kota, kecuali untuk beberapa kasus yang pernah terjadi yang mengakibatkan pemadaman bergilir di ibukota. Itupun media sudah gembar gembor kerugian ratusan milyar yang terjadi sebagai dampak pemadaman bergilir tersebut. 

Sungguh jomplang sekali apa yang terjadi di ibukota dengan daerah-daerah. Daerah harus pasrah menerima kondisi listrik yang harus padam beberapa hari sekali. Sementara kita yang berada di Jakarta seringkali lupa dengan nasib saudara-saudara yang berada di daerah yang harus mengalami pemadaman bergilir secara berkala bahkan sering kali juga mengalami pemadaman mendadak. Karena itulah melalui tulisan di blog ini saya ingin mengusulkan beberapa hal untuk PLN sebagai berikut : 

1. Menjadikan PLN sebagai Kementrian Kelistrikan Nasional

Siapa tahu dengan dijadikannya PLN sebagai sebuah kementrian tersendiri bisa membuat lembaga ini lebih fokus dengan kinerjanya untuk mewujudkan Indonesia 100% warganya bisa menikmati listrik. Dengan dijadikannya PLN sebagai sebuah kementrian tersendiri pastinya akan membuat anggaran untuk pengadaan listrik hingga pelayanan tidak harus berbagi dengan BUMN lainnya. 

2. Membuat program satu hari tanpa listrik

Program ini untuk membuat masyarakat di kota besar terutama Jakarta menyadari bahwa belum semua masyarakat Indonesia beruntung bisa menikmati listrik. Selain itu dengan adanya Hari Tanpa Listrik ini, diharapkan banyak orang yang menjadi lebih sadar betapa berharganya listrik sehingga mereka akan memanfaatkan listrik dengn sebaik-baiknya. Program ini tentu saja harus dibuat pengecualian untuk beberapa tempat seperti Rumah Sakit.

3. Memberikan reward untuk pelanggan 

Membayar listrik mungkin memang sudah menjadi sebuah kewajiban pagi masyarakat yang menikmatinya. Tapi karena ini merupakan sebuah kewajiban, kadangkala PLN kurang memantau bahwa ada orang-orang yang selalu melakukan kewajiban ini tepat waktu. Memberikan reward bagi pelanggan yang selalu menjalankan kewajiban ini tepat waktu pastinya akan membuat masyarakat terpacu untuk membayar tagihan listrik mereka sebelum jatuh tenggat.

4. Menjadikan warga masyarakat sebagai duta PLN

Banyak sekali informasi mengenai layanan PLN dan program-programnya yang terlambat diketahui oleh masyarakat. Media pun lebih cendrung menggembar gemborkan berita tentang PLN bila terjadi kenaikan Tarif Dasar Listrik ( TDL ). Solusinya mungkin memilih masyarakat menjadi duta PLN. Saya tahu PLN sudah mempunya program Duta PLN sejak beberapa tahun lalu, tapi program ini terdengar kurang bergaung. Membuat program Duta PLN tanpa dibatasi usia sepertinya akan menjadikan program ini lebih hidup. Sehingga segala lapisan masyarakat bisa saja terpilih menjadi Duta PLN mulai dari tingkat RT hingga tingkat nasional. 

5. Mencari energi alternatif untuk sumber listrik

Selama ini PLN bergantung pada sejumlah energi alam untuk menghasilkan energi listrik seperti tenaga air, angin, matahari, gas dan sebagainya. PLN harus memikirkan berbagai energi alternatif lainnya untuk menghasilkan energi listrik supaya dikemudian hari supply energi listrik dapat tetap terpenuhi untuk dialirkan kepada masyarakat. 

Mudah-mudahan beberapa ide saya ini bisa diwujudkan oleh PLN. Walaupun mungkin untuk mewujudkan ide ini bukan perkara yang mudah dan membutuhkan proses untuk pelaksanaannya. Apapun itu saya ucapkan selamat ulang tahun ke-69 untuk PLN. Semoga dapat selalu menciptakan dan memberikan pencerahan bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

10 October 2014

Gulai Kepala Kakap ; Mahakarya Yang Lahir Dari Mahakarya

Foto diambil dari web Tilulas.Com
Salah satu makanan kegemaran saya adalah Gulai Kepala Kakap yang berasal dari Sumatera Barat. Saya lupa sejak kapan menggemari makanan yang satu ini.  Yang jelas mungkin sejak kecil karena ibu saya cukup sering memasak menu makanan ini meskipun kami sekeluarga bukan berasal dari suku Minang. Pernah sekali waktu membantu ibu saya memasak makanan ini, ternyata bahan-bahan yang diperlukan untuk menghasilkan hidangan yang satu ini cukup banyak loh. Selain kepala ikan kakap sebagai bahan utama, ada santan kelapa, bawang putih, bawang merah, lada, jahe, kunyit, serai, ketumbar dan lain-lain. Perpaduan bahan utama dengan rempah-rempah yang digunakan inilah yang akhirnya menghasilkan sebuah menu Mahakarya Indonesia. 


Bercerita tentang rempah-rempah, Indonesia merupakan negara surga rempah-rempah sejak dahulu kala. Rempah-rempah yang tumbuh subur di tanah Indonesia mengundang sebuah perburuan dari bangsa asing. Perburuan itu bahkan sudah berlangsung sejak tahun 1700 SM, jauh-jauh hari sebelum era Colombus berlayar mengelilingi dunia. Meskipun ada banyak tanaman yang termasuk kategori rempah-rempah, kata rempah sendiri mengacu pada cengkeh dan pala yang tumbuh subur di tanah Maluku seperti Ternate dan Tidore. 


Awalnya perburuan rempah-rempah dilakukan karena kemisteriusan rempah-rempah itu sendiri. Mulai dari tempat tumbuhnya rempah-rempah yang tidak ada di peta saat itu, tanah tempat tumbuhnya rempah-rempah yang dijaga makhluk-makhluk aneh, juga penggambaran rempah-rempah sebagai makanan para dewa, simbol selera surga, obat mujarab dan pembangkit gairah seksual. Kemisteriusan inilah yang mengundang beberapa orang tertantang utuk menemukan lokasi dimana rempah-rempah berada. Hingga akhirnya satu demi satu para penjelajah mulai menginjak tanah Maluku sebagai tempat tumbuhnya rempah-rempah. 

Rempah-rempah mulai dijamah dan diperdagangkan. Sifat tamak manusia mulai muncul untuk menguasai dan menghasilkan banyak keuntungan. Lahirlah era kolonialisme di tanah nusantara. Hingga beratus-ratus tahun kemudian muncul pergolakan melawan kolonialisme. Pergolakan yang akhirnya melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bayangkan, rempah-rempah yang merupakan sebuah mahakarya ciptaan Tuhan akhirnya melahirkan sebuah mahakarya bernama Indonesia. Dan Gemah Rempah Mahakarya Indonesia ini juga menciptakan banyak mahakarya baru lainnya, salah satunya berwujud Gulai Kepala Kakap yang merupakan salah satu makanan favorit keluarga saya.