28 November 2014

Menginap di Abing Terrace Ubud

Bulan ini sepertinya pekerjaan kantor benar-benar menyita waktu sehingga blog ini sedikit terbengkalai. Padahal saya masih punya bahan tulisan untuk diceritakan kepada teman-teman yang suka membaca blog ini. Salah satunya yang akan saya tulis hari ini adalah pengalaman menginap di Abing Terrace Ubud - Bali.

Jadi ceritanya bulan September lalu saya mengikuti lomba lari BII Maybank Bali Marathon 2014 yang berlokasi di Bali Safari Marine Park, Gianyar - Bali. Mengingat lokasi perlombaan yang sedikit jauh dari Kuta, saya dan teman-teman memutuskan untuk menginap di Ubud sekaligus untuk refreshing. Dan kami menginap di Abing Terrace Ubud yang indah ini. Tempat ini banyak di gunakan untuk acara yoga dan meditasi. Tidak heran juga karena tempatnya yang tenang dan sejuk. Hanya saja jalan menuju penginapan ini sedikit susah ditemukan untuk kami para turis yang memutuskan untuk menyewa mobil tanpa supir lokal. GPS yang kami pakai menuntun ke arah yang salah. Dan kami baru menemukan belokan menuju Abing Terrace setelah bertanya beberapa kali kepada penduduk setempat. 

Dari depan, Abing Terrace ini tidak nampak seperti sebuah penginapan yang besar. Tapi saya suka suasana persawahan menuju tempat ini. Lobby Abing Terace terletak dalam sebuah bangunan berbentuk bale terbuka yang menyatu dengan suasana sekitarnya yang asri. Karena Ubud berlokasi di daerah pegunungan, maka tempat ini sejuk sekali meskipun siang sekalipun. Kesan pertama yang menyenangkan. 

Bila di hotel-hotel sebelumnya saya harus melewati area koridor sebelum menuju kamar, di Abbing Terrace kita harus melewati area taman yang asri dan indah ini sebelum mencapai kamar. Di malam hari area taman ini memang tidak terang-benderang seperti koridor hotel, tapi entah mengapa saya suka melewatinya.

Kamar-kamar yang berada di Abing Terrace dibuat mengeliling kolan renang yang berada di tegah. Terdiri dari beberapa bangunan bertingkat dimana satu bangunan disekat menjadi beberapa kamar terpisah. 


Saya mendapat kamar di lantai atas. Di luar dugaan, kamar yang saya tempati berukuran luas. Terdapat teras di depan kamar dengan pemandangan pohon-pohon yang tinggi dan menghadap ke kolam renang. Kasur nya juga empuk dan nyaman. Tidak terdapat pendingin ruangan di dalam kamar, tapi percayalah itu memang tidak dibutuhkan di daerah Ubud yang sejuk. Fasilitas yang terdapat di dalam kamar cukup lengkap seperti halnya hotel-hotel yang pernah saya inapi.

Kamar mandinya merupakan sebuah ruangan tertutup dengan beberapa bagian tanpa atap. Jadi kita bisa mandi sambil melihat langit. Lantai di shower area pun lantainya dari batu-batuan koral. Tempat sabun dan shampoonya memiliki bentuk yang unik. Ingin dibawa pulang rasanya. Hahahahaha... Toiletries di Abing Terrace juga saya pikir cukup lengkap untuk kegiatan bebersih tubuh. Air panas berfungsi dengan baik. Sangat menyegarkan mandi air hangat di udara yang sejuk ini. 

Area yang paling saya suka di Abing Terrace adalah area kolam renang. Lihatlah pemandangan indah ini. Berlama-lama di kolam renang ini membuat tidak mau pulang ke Jakarta rasanya. Saya betah sekali. Sejuknya udara pegunungan dan ketenangan sekitar membuat pikiran tenang. Saya tidak heran juga kalau tempat ini sering dipergunakan untuk kegiatan yoga dan mungkin untuk bulan madu juga sepertinya cocok. 

Dan tetunya tidak lengkap sudah berada di tempat indah ini tanpa mengabadikan diri sendiri dalam berbagai pose. Kalian boleh skip bagian ini kok kalau kurang berkenan. Hahahaha.. Pokoknya saya senang sekali menginap di Abing Terrace. Sayangnya saya lebih banyak menghabiskan waktu di luar penginapan karena perlombaan lari yang haru saya jalani. Jadinya saya merasa kurang maksimal menginap disini. Tapi saya mau banget menginap disini lagi. Hanya saja mungkin teman-teman yang ingin menginap disini perlu memikirkan kendaraan kalau mau menginap disini karena tempatnya memang jauh dari keramaian. Jangan lupa siapkan berbagai cemilan karena warung atau supermarket memang letaknya agak jauh. 

Nah kalau mau menginap disini, teman-teman bisa menguhubungi ke :

Br. Kebon, Tegallalang, Ubud, Bali 
Phone : +62 361 980 970 
Fax : +62 361 980 969 
Email : abingterrace@gmail.com

25 November 2014

Kinerja Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta


Bea Cukai adalah sebuah lembaga yang mengawasi pergerakan arus barang antar negara. Kantor Bea dan Cukai sendiri berada di dalam kelembagaan organisasi dunia bernama World Custom Organization ( WCO ) yang beranggotakan 150 negara. Ciri-ciri petugas Bea Cukai sendiri mudah dikenali dengan memperhatikan atribut yang mereka pakai seperti tulisan CUSTOM berwarna merah dengan badge nama, lambang dan pangkat serta tulisan Kementrian Keuangan. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta smempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa dengan dukungan instansi teknis terkait. 

Kita mungkin sering mendengar bahwa Bea dan Cukai berhasil menahan sejumlah barang, mulai dari barang elektronik hingga narkoba. Barang-barang tersebut ditahan karena ada dokumen yang kurang lengkap, membutuhkan izin dari lembaga-lembaga lain seperti BP-POM untuk barang-barang seperti makanan dan kosmetik, atau barang-barang yang sebenarnya tidak aturan yang melarangnya tapi membutuhkan sebuah kepastian bahwa barang-barang ini tidak dilarang oleh instansi tertentu. Karena itulah Bea dan Cukai harus benar-benar memastikan bahwa barang-barang yang masuk ke tanah air sudah sesuai perizinannya dan sudah lulus izin dari lembaga-lembaga berwenang lainnya supaya tidak ada barang-barang berbahaya yang masuk ke Indonesia.



Salah satu barang yang sering diamankan oleh Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta adalah penyelundupan narkoba. Sepanjang bulan Oktober hingga awal November tahun 2014, kantor Bea dan Cukai bandara Soekarno Hatta berhasil mengamankan sejumlah narkoba yang dibawa oleh sejumlah kurir warga negara asing. Beberapa kasus diantaranya adalah sebagai berikut :

1, Penyelundupan narkoba jenis shabu dengan berat 2,582 gram berbentuk kristal bening yang disembunyikan dalam dinding travel bag oleh warga negara Vietnam pada tanggal 20 Oktober 2014 dengan estimasi nilai barang sebesar Rp.3.485.000.000,-
2, Penyelundupan narkoba jenis shabu dengan berat 2,604 gram berbentuk kristal bening yang disembunyikan dalam dinding travel bag pada tanggal 22 Oktober 2014 oleh warga negara Vietnam dengan estimasi nilai barang sebesar Rp.3.515.000.000,-
3. Penyelundupan narkoba jenis shabu berbentuk kristal bening yang disembunyikan dalam bentuk lilin dengan berat 1,614 gram oleh warga negara Iran pada tanggal 29 Oktober 2014 dengan estimasi nilai barang sebesar Rp.2.174.000.000,-
4. Penyelundupan narkoba jenis shabu cair dalam 2 guci arak dengan berat masing-masing 2,182 gram dan 2,218 gram oleh warga negara Taiwan pada tanggal 1 November 2014 dengan estimasi nilai barang Rp.2.945.000.000,- dan Rp.2.994.000.000,-
5. Penyelundupan narkoba jenis shabu berbentuk kristal bening oleh perempuan WNI yang disembunyikan dalam dinding tas ransel dengan estimasi nilai barang sebesar Rp.3.075.000.000,-


Bisa dibayangkan betapa besar peran Bea Cukai dalam menjaga peredaran barang-barang masuk di negara kita termasuk melindungi anak bangsa yang berhasil diselamatkan dari jaringan peredaran narkoba internasional tersebut. Untuk menjalankan tugasnya, Petugas Bea dan Cukai memantau arus penumpang di Bandara Soekarno Hatta melalui ruang monitoring melalui kamera CCTV yang tersebar di bandara maupun menempatkan petugas di gudang-gudang cargo untuk menentukan barang-barang yang terkena bea masuk maupun barang-barang yang terlarang untuk masuk ke negara kita.

Adapun inovasi yang dilakukan oleh Kantor Bea dan Cukai bandara Soekarno Hatta sendiri antara lain :
1. Menyediakan website bcsoetta.net agar pengguna layanan kepabeanan dapat tracking barang-barang di bea & cukai secara real time
2. Tersedia mesin EDC di terminal kedatangan
3. Menyediakan costum lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta
4. Sertifikasi ISO dan ISCM untuk 31 jenis layanan
5. Aplikasi PIBK online untuk barang kiriman melalui PJT baik yang punya TPS sendiri maupun yang menggunakan TPS umum
6. Aplikasi PIBK online untuk barang pindahan
7. Leaflet mandiri dan beberapa saranan kepabeanan lainnya.
8. Control Room untuk mengawasi arus pergerakan penumpang di Airport
9. Penerapan ID Card untuk para pengguna jasa.

Dengan adanya inovasi-inovasi ini, kita harapkan kinerja Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dapat lebih maksimal lagi sehingga kerugian negara akibat adanya penyelundupan barang-barang dengan pelanggaran izin maupun barang-barang berbahaya lainnya dapat digagalkan. Bravo Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta !

30 October 2014

Menginap Di Harris Hotel Tebet

Sudah cukup lama juga yah saya tidak menulis tentang review hotel. Padahal tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai review hotel cukup tinggi peminatnya. Selain respon pembaca yang bagus, tulisan tersebut ternyata cukup membantu orang-orang yang membutuhkan review di hotel yang pernah saya inapi loh. Baiklah, untuk mengobati rasa kangen kepada tulisan review hotel, maka kali ini saya akan menulis sedikit pengalaman menginap di Harris Hotel Tebet saat mengikuti acara Sahabat JKN beberapa waktu yang lalu.


Harris Hotel merupakan hotel bintang 4 yang berlokasi di kawasan Tebet. Lokasi hotel tidak jauh dari Mall Kota Kasablanka bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Lobby Harris Hotel Tebet cukup besar dengan ceiling yang tinggi sehingga terlihat sangat lapang sekali. Ornamen warna orange dan hijau khas Harris cukup terlihat dan memberi kesan fresh. Staff Harris Hotel mengguanakan seragam polo shirt sehingga kesan santai sangat terlihat disini. 

Di begian belakang meja resepsionis terdapat lounge dengan sofa-sofa berwarna hijau dan orange serta beberapa pernak-pernik buah-buahan asli yang berwarna hijau dan orange. Segar sekali nampaknya. Setiap melewati lounge ini rasanya saya ingin mengambil apel hijau atau jeruk nya. Hahahaha...

Memasuki area koridor menuju kamar, saya kembali menemukan nuansa orange dan hijau pada karpet dan sofa. Perpaduan warna yang menyegarkan ini membuat suasana koridor menjadi sangat menyenangkan untuk dilewati meskipun tengah malam. 

Kamar tidurnya berukuran cukup luas dengan lapisan karpet di lantainya. Interior kamarnya sama persis dengan kamar yang pernah saya inapi di Harris Hotel Batam Center . Tempat tidurnya empuk dan nyaman. Cuma sprei nya saja yang kayanya kurang rapi masangnya. Lecek sih ngga, tapi kurang rapi aja kesannya. Tapi ini cuma masalah selera sih. 

TV LCD dengan pilihan channel tv kabel dengan tampilan gambar yang jernih membuat nyaman lah kalau mau bersantai di kamar saja sambil nonton TV. Di kamar juga disediakan aromatherapy dengan bau jeruk yang benar-benar nyaman. Jarang-jarang dong di kamar hotel tersedia aromatherapy . Di dalam kamar juga tersedia satu sofa panjang yang cukup dijadikan tempat tidur kalau lagi iseng mau tidur di sofa. Hahahaha..


Di dalam kamar juga terdapat lemari terbuka untuk menggantung baju secukupnya. Dibawahnya terdapat safe deposit box untuk menyimpan benda-benda berharga yang perlu disimpan saat beraktivitas di luar kamar hotel. Pemanas air untuk membuat kopi dan teh juga tersedia lengkap dengan teh, kopi, gula dan creamer. 

Bathroom amenities yang terdapat di Amaris Hotel Tebet ini memang tidak terlalu banyak, tapi cukuplah untuk keperluan bebersih diri. Apalagi untuk saya yang terbiasa membawa peralatan mandi sendiri. Wangi shampoo dan sabunnya masih berkisar kepada aroma jeruk segar. Kalau di Harris Hotel Batam Center hanya terdapat shower box, kalau di Harris Hotel Tebet masih terdapat bathroom. Lumayan buat yang senang berendam dengan air hangat. Dua buah handuk bersih disediakan untuk dipakai tamu hotel yang menginap. 

Sarapan pagi, makan siang dan makan malam berlangsung di restaurant yang terletak di bagian belakang resepsionis. Restorannya dilengkapi dengan kursi dan meja yang cukup banyak untuk menampung tamu hotel yang ingin makan disini. Makan disajikan prasmanan dan tersedia beberapa stall untuk beberapa makanan yang langsung di olah seperti omelette, pancake, kue pancong, mie bakso dll.

Yang saya suka dari Harris Hotel ini adalah pilihan menu mereka yang bervariasi saat sarapan pagi, makan siang maupun makan malam. Tidak hanya sekedar menu prasmanan dan omelette, kita juga bisa memilih aneka kue-kue tradisional, salad, aneka roti dan bakery, puding, es segar, buah-buahan segar sampai salad. Tinggal pintar-pintar menata tempat di lambung supaya bisa menyantap banyak makanan tersebut. Hahahaha...

Dibagian belakang restaurant terdapat kolam renang yang cukup besar. Segar sekali berenang di pagi maupun di sore hari yang panas. Atau kalau tidak bisa berenang seperti saya tetap bisa menikmati kolam renang di bawah pohon rindang sembari bobok-bobok ganteng atau sambil membaca. Mantap bukan ?

Tertarik menginap disini ? Langsung datang atau booking ke :

HARRIS Hotel Tebet - Jakarta

JI. Dr Saharjo no. 191 ,Jakarta 12960, Indonesia 
Phone: +62 21 830 33 55 - Fax +62 21 829 55 33