04 March 2015

Bosowa Half Marathon 2015

Tahun lalu sebenarnya saya sudah sangat tertarik untuk mengikuti event Bosowa Half Marathon 2014. Hanya saja karena saya belum lama menggiati olahraga satu ini, ditambah lagi jadwalnya hanya berselang beberapa bulan dari event Bali May Bank Marathon 2014, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti event Bali May Bank Marathon 2014 saja dan berjanji akan mempersiapkan diri untuk mengikuti event Bosowa Half Marathon bila diadakan pada tahun 2015. Ketika pada akhirnya saya mendapatkan informasi pembukaan pendaftaran event ini, saya tidak membuang banyak waktu segera mendaftar. Dan untungnya jalan saya untuk mengikuti event ini cukup dipermudah mulai dari mendapat tiket pesawat promo, hotel berbintang dengan harga yang cukup murah, dan beberapa dukungan untuk saya bahkan sampai saat hari H tiba. Alhamdulillah,..

Sabtu pagi tanggal 28 Februari 2015, pesawat yang saya tumpangi sudah lepas landas dari Soekarno Hatta International Airport dan mendarat dengan selamat sekitar pk.09.15 WITA di Sultan Hasanuddin International Makassar. Tujuan pertama saya pagi itu adalah langsung menuju Lapangan Karebosi untuk mengambil racepack lomba. Setelah sempat bertanya dengan Cipu, seorang teman blogger yang juga akan mengikuti lomba ini, saya memutuskan untuk naik bus Damri dari airport Makassar dengan pemberhentian di Lapangan Karebosi. Harga tiket bus Damri hanya sebesar Rp.27.000,- saja. Bila memilih menggunakan taksi, perkiraan harga argo yang harus saya bayarkan adalah sekitar Rp.120.000,-. Jauh lebih hemat bukan ? 


Karena hari itu adalah hari terakhir pengambilan racepack, saya sama sekali tidak mengantri untuk mendapatkan racepack tersebut. Panitia juga terlihat sangat sigap sehingga saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan semua keperluan lomba saya. Racepack yang saya dapatkan juga tidak jauh berbeda dengan racepack event lari yang pernah saya ikuti sebelumnya. Singlet dari League dengan bahan yang sangat nyaman digunakan saat berlari, beberapa buah voucher, suplemen, dan tentu saja nomor BIB yang sudah tertulis nama saya.  

Pukul 4 pagi semua weker dari smartphone termasuk wake up call dari hotel yang sudah saya set malam harinya sudah berbunyi. Dan itu tandanya untuk mulai bersiap-siap. Tidak lupa foto selfie dulu sebelum mulai berjalan. Jarak dari Aston Hotel tempat saya menginap menuju venue lomba yang berada di Menara Bosowa berjarak sekitar 500m, saya manfaatkan jarak ini untuk berlari sekaligus pemanasan sebelum memulai perlombaan.

Tiba di Menara Bosowa, peserta lari 21K atau Half Marathon sudah dipersilahkan untuk untuk mengambil tempat di depan garis start. Seperti biasa masing-masing pelari melakukan sesi pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai perlombaan. Beberapa event lari biasanya melakukan sesi pemanasan dengan dipandu seorang instruktur, tapi di Bosowa Half Marathon ini tidak ada sesi tersebut. Tapi bukan menjadi suatu masalah mengingat pemanasan memang hal yang sudah wajib hukumnya untuk dilakukan para pelari sebelum berlomba. Tepat pk.5.20 WITA, para peserta kategori Half Marathon resmi memulai start lomba.

Persiapan panitia Bosowa Half Marathon menyelenggarakan event ini patut saya acungi jempol. Bagaimana tidak, event yang berlokasi di Makassar ini satu level dengan beberapa event lari yang pernah saya ikuti, bahkan lebih baik dibandingkan beberapa event lari yang pernah saya ikuti di Jakarta. Marshall, petugas kepolisian, dan team medis selalu terlihat di sepanjang rute yang saya lalui. Demikian pula water station yang persediaan airnya melimpah ruah mulai dari pos pertama sampai pos terakhir. Kekuatiran saya akan minimnya stok air di water station seperti yang pernah saya alami di event lari half marathon pertama saya akhirnya sama sekali tidak terbukti. Untuk team medis sendiri, selain yang berjaga di beberapa tempat dengan membawa obat-obatan ringan lengkap dengan spray serta salep untuk otot bila ada yang mengalami kram, juga ada team medis yang berkeliling dengan menggunakan ambulance. Walaupun tidak semua jalur clear, tapi saya masih maklum mengingat tidak mungkin untuk menutup semua jalan yang ada di kota sebesar Makassar. Tapi sedikit saran saja, mungkin untuk jalur yang tidak clear bisa diberi pembatas dari tali supaya masih ada batas dengan kendaran yang berlalu lalang di jalan. 


Dan yang pasti dikejar oleh semua pelari adalah garis finish. Senang rasanya bisa mencapai garis finish walaupun catatan waktu saya belum sebanding dengan pelari-pelari lain. Mudah-mudahan catatan waktu ini akan jauh lebih baik di event lari saya berikutnya. Dan saya juga senang melihat Cipu, seorang teman blogger yang saya racuni untuk berlari juga berhasil menyelesaikan race pertamanya di sini. Mudah-mudahan setelah ini akan semakin bersemangat untuk berlari yah Cip.

Karena berhasil menyelesaikan lomba sampai finish, saya mendapatkan finisher medal atau medali penamat. Saya suka sekali dengan finisher medal yang saya dapatkan di Bosowa Half Marathon ini. Ukurannya yang mungil dengan desain yang kece pas seperti saya juga tetap kece saat finish. Semua memori saat saya berlari di Bosowa Half Marathon 2015 akan tersimpan dalam medali ini. Mudah-mudahan saya diberi umur, rezeki dan kesempatan untuk mengikuti event Bosowa Half Marathon tahun depan. Insya Allah...

03 March 2015

Menciptakan Kebahagiaan

Bahagia. Kata ini sepertinya adalah dambaan semua manusia di dunia. Siapa sih manusia yang tidak mendambakan untuk hidup bahagia. Dan akhirnya segala jalan akan ditempuh untuk meraih bahagia. Tidak terkecuali dengan saya. Sepertinya segala hal yang saya lakukan saat ini adalah salah satu langkah untuk meraih bahagia saya, walaupun terkadang jalan itu begitu berliku dan melelahkan. Pernah saya bertanya pada diri sendiri, apa saja sih yang membuat saya bahagia ? Apakah dengan bekerja keras lalu menghasilkan income yang banyak saya lantas otomatis hidup bahagia ? Lalu bagaimana saya menciptakan kebahagiaan untuk diri saya sendiri ? Ternyata saya memukan jejak bahagia justru mulai dari hal-hal yang sederhana. Mulai dari saat saya membuka mata di pagi hari. Sebenarnya saya merasakan bahagia sekaligus bersyukur karena masih bisa melakukannya, sementara di luar sana mungkin ada banyak orang yang tak lagi bisa membuka mata mereka untuk selamanya... 


Hingga akhirnya saya membaca buku terbaru Adjie Silarus yang berjudul Sadar Penuh Hadir Utuh. Dalam salah satu bab saya membaca tentang Menciptakan Kebahagiaan. Yah ternyata saya bisa menciptakan bahagia untuk hidup saya. Sesuatu yang selama ini saya kejar mati-matian tapi justru semakin di kejar malah semakin jauh. 

1. Memaknai Kesederhanaan 

Bahwasanya untuk menciptakan kebahagiaan, mulailah dari memaknai kesederhanaan terlebih dahulu. Kenapa memaknai kesederhanaan ? Karena kesederhanaan memberikan kita kebebasan dan memberikan tambahan waktu luang. Kesederhanaan juga akan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam hidup. Saya mengingat pada suatu masa dimana saya yang biasa kemana-mana memakai kendaraan bermotor akhirnya harus mengalah dengan keadaan dan akhirnya harus beraktivitas dengan menggunakan kendaraan umum bahkan hingga saat ini. Tapi ketika pada akhirnya saya menemukan tambahan waktu untuk tidur sejenak di dalam kendaraan umum saat pergi dan pulang bekerja plus bisa melakukan berbagai aktivitas di social media yang tentu saja tidak bisa saya lakukan dengan mengendarai sepeda motor, kenapa saya harus bersedih dengan meratapi keadaan ? Bahagia itu sederhana bukan ?

2. Berkawan Dengan Rasa Sakit


Sebagai seorang penderita asma, kambuh tentu sesuatu yang paling tidak ingin saya alami. Betapa saya merasa jadi manusia paling merugi di dunia bila asma saya sedang kambuh. Bagaimana tidak merugi ? Oksigen berada di sekeliling saya dan bisa di hirup kapan saja dan di mana saja secara gratis, tapi ketika asma kambuh saya kesulitan untuk bernafas. Akibatnya aktivitas terganggu dan tentu saja saya yang merasakannya pun sama sekali tidak nyaman. Belum lagi larangan-larangan untuk beraktivitas berlebihan yang bisa mengakibatkan serangan. Hingga akhirnya saya mencoba lari dari kenyataan. Yah lari dalam arti kata yang sebenarnya. Walau banyak yang bilang lari kurang cocok bagi penderita asma, saya mencoba menguatkan diri saya. Saya kompromi dengan penyakit asma saya. Saya pernah bilang begini untuk penyakit asma saya :

"Dear asma, saya akan mencoba rutin berlari. Walau banyak yang bilang lari dan kamu bukan sahabat yang baik, tapi saya beneran pengen lari. Jadi kita bikin kesepakatan yuk, kamu jangan kambuh saat saya sedang lari dan saya akan mengurangi untuk mengeluh saat kamu sedang datang mengampiri. Deal ?"

Alhamdulillah mulai saat saya berlari 5 kilo sampai sekarang mulai naik kelas ikutan event lari 21 kilo, asma saya tidak pernah kambuh saat berlari.

3. Jangan lupa bersyukur

Manusia mungkin lebih sering lupa saat senang dan terlalu banyak mengeluh pada saat susah. Dalam suatu kesempatan, ibu saya pernah berkata pada kami anak-anaknya. Apapun yang kamu alami hari ini, jangan lupa untuk bersyukur. Karena bila hari ini adalah hari baikmu, maka bersyukur akan mengingatkanmu pada hari ini saat kamu sedang sedang mengalami hari yang sulit. Demikian pula sebaliknya, bersyukurlah bila hari ini kamu mengalami hari yang berat, karena itu berarti kamu sedang di uji bagaimana carai melewati hari yang berat ini. Ditambah lagi kamu akan ingat hari yang sulit ini saat kamu sedang melewati hari yang baik. Dan yang jelas bersyukur akan membuat hidup kita bahagia apapun kondisi kita saat itu.

Oh ya, selain 3 poin yang saya ulas di atas, masih ada beberapa poin dalam bab Menciptakan Kebahagiaan yang ditulis mas Adjie Silarus. Di dalamnya juga ada beberapa teknik latihan 4 cara sederhana hidup bahagia dengan mindfulness. Dan tentu saja bab lain dalam buku ini yang sangat menarik untuk dibaca. Buat kamu yang tertarik untuk membaca buku Sadar Penuh Hadir Utuh, kamu sudah bisa melakukan pre-order buku ini loh. Info pre-order bisa dilihat di sini . Dan bagi 20 orang pemesan pre-order yang beruntung akan mendapatkan diskon 20% , tanda tangan dan mengikuti kelas pelatihan Sadar Penuh Hadir Utuh yang akan diadakan akhir Maret atau awal April 2015. Asyik banget kan ? Yuk kita belajar menciptakan kebahagian... 

25 February 2015

Madame Tussauds Hong Kong

Sebenarnya saya sudah pasrah sejak jauh-jauh hari tidak bisa memposting tulisan ini di blog. Memory card Blackberry tempat foto-foto ini berada rusak sejak sepulang dari Hong Kong. Blackberry inipun akhirnya tidak pernah dipakai lagi. Lalu tiba-tiba saya iseng ingin menggunakannya lagi sampai membeli nomor perdana dan mengaktifkan paketnya, Dan keajaiban terjadi, foto-foto di memory card muncul semua termasuk foto-foto di beberapa tempat di Hong Kong yang belum sempat saya publish di blog. Bergegas saya pindahkan foto-foto ini ke Android dengan bantuan Bluetooth. Dan sayapun mengembalikan ingatan saya saat mengunjungi Madame Tussauds Hong Kong 2 tahun yang lalu.

Madame Tussauds Hong Kong berada satu lokasi dengan The Peak Tower yang pernah saya tuliskan ceritanya di blog ini. Madame Tussauds sendiri adalah sebuah museum yang di dalamnya terdapat patung lilin tokoh-tokoh ternama. Museum ini sudah hadir di beberapa kota ternama seperti Hong Kong, Bangkok, London, Tokyo, New York, Amsterdam dan lain-lain. Patung lilin yang terdapat di Madame Tussauds ini benar-benar menyesuaikan dengan tinggi para tokoh tersebut sesungguhnya. 

Menurut Wikipedia, Marie Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di StrasbourgPerancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, pada tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna. Ketika Curtius meninggal pada tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. Di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London dan pada tahun 1842, ia membuat patung lilin dirinya sendiri yang sekarang dipajang di pintu masuk utama museumnya

Dan inilah beberapa patung tokoh-tokoh ternama yang saya ajak foto bareng. Kapan lagi lah yah mereka ketemu saya dan saya ajak foto bareng. Belum tentu kan saya bakal setahun sekali mengunjungi mereka. Jadi saya manfaatkan moment ini dengan baik. Hahahahaha... Sebenarnya masih banyak foto-foto lainnya, hanya saja saya takut teman-teman nantinya malah memutuskan untuk tidak kembali mengunjungi blog ini karena melihat foto-foto narsis saya itu. Oh ya, untuk masuk ke Madame Tussauds Hong Kong akan dikenakan biaya HK$135 bila untuk melakukan pembelian melalui online dan HK$240 untuk pembelian tiket langsung di tempat. Harga ini merupakan tiket untuk dewasa. Detail harga tiket bisa teman-teman lihat di website resmi Madame Tussauds Hong Kong . Yuk traveling :)