18 May 2004

Jadi Reporter ??? Siapa takut ???



Hari ini gwe dapet tugas untuk melakukan reportase bebas, dan tujuan pertama gwe adalah di lokasi penggusuran. Gwe dapet beritanya, tapi ada yang kurang di hati gwe. Gwe ngerasa ini terlalu mudah.Apalagi ini adalah reportase pertama gwe.maka gwe pun keliling kota lagi untuk mencari berita-berita hangat yang layak dan mempunyai tantangan tersendiri buat gwe.Rencananya gwe mo ke ruang ICU rumah sakit DR.Mohammad Husein, di sana kan pasti banyak banget berita-berita kecelakaan yang layak gwe liput.Tapi di pikir-pikir lagi enakan juga gwe ke POLTABES palembang, di sana kan pasti banyak kasus-kasus kejahatan hangat yang up to date.Sebelum gwe memutuskan tempat mana yang akan gwe liput, gwe nemenin sobat gwe Aan ke Depdiknas dan PLN wilayah palembang untuk keperluan kantornya, dalam perjalanan ke Depdiknas gwe ngeliat aksi unjuk rasa sedang long march menuju kantor gubernur. Dan insting jurnalis gwe pun langsung jalan, berita panas nich.... Lantas sekelar dari depdiknas dan PLN , gwe n aan pun langsung ngacir memburu berita di kantor gubernur.tapi sayang, sesampainya di sana gwe udah melihat rekan-rekan gwe lainnya yang udah pada ngedapetin beritanya masing-masing. Tapi setelah di usut-usut, hasil reportase yang di buat oleh rekan-rekan gwe semuanya mengambil sudut pandang yang sama, yaitu dari sisi tuntutan para karyawan perkebunan yang melakukan aksi tersebut. Setelah gwe pikir-pikir lagi, kayanya gwe masih punya peluang besar untuk dapetin berita yang bagus n beda dari yang lain, yaitu proses pengamanan aksi unjuk rasa itu sendiri yang di lakukan oleh aparat kepolisian.lantas mulailah gwe bergerilya mencari-cari orang yang memakai seragam kepolisian. Sayangnya mereka enggan untuk di wawancara, dan malah menyuruh gwe untuk mencari penanggung jawab dari aparat kepolisian di sana.kembali gwe bergerilya mencari sumber berita yang bernama Bapak Tunsar itu, dan gwe pun mendapatkan jawaban yang beragam tentang keberadaan orang yang bernama Bapak Tunsar itu.tercatat gwe 3 kali bolak balik naik turun tangga, ke depan dan ke belakang tetapi hasilnya nihil. Sosok yang di panggil Bapak Tunsar itu tidak di temukan.sampai akhirnya gwe di colek oleh seseorang aparat yang baik dan menunjukkan kepada gwe di mana orang yang bernama bapak Tunsar itu berada.Bahkan gwe sampai di tunjukin orangnya segala.lalu dengan semangat empat lima, gwe pun menghampiri Bapak Tunsar dan meminta kesediannya untuk di wawancara. Tapi ternyata dia menolak. Oo .. oo.., apalagi ini... lalu dia menunjuk seseorang , yang rautnya tidak asing lagi di mata gwe.Oh my god....... Ternyata bapak Tunsar menyuruh gwe untuk melakukan wawancara langsung dengan atasannya yang tidak lain adalah bapak KAPOLTABES Palembang.Gile bener, tapi akhirnya walaupun nervous berat, gwe berhasil ngedapetin berita yang gwe inginkan, malah gwe dapat bonus karena bisa wawancara dengan salah seorang berpengaruh di kota ini.Dan yang jelas, berita ini gwe dapetin dengan tantangannya tersendiri.Dan gwe puas bangeeettt.....

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....