19 October 2004

Sinetron Indonesia

Gwe akhir-akhir ini muak banget sama sinetron-sinetron yang sekarang ini lagi tayang di sejumlah televisi swasta Indonesia. Kayaknya kok terkesan ada pemaksaan di sana-sini. Kaya sinetron Ratapan Anak Tiri yang menurut gwe terlalu meng eksploitasi anak kecil. Trus sinetron Kisah Sedih di Hari Minggu sama Inikah rasanya yang menurut gwe ceritanya bener-bener terlalu mengada-ada. Belum lagi Tersanjung yang udah mecahin rekor sebagai sinetron dengan jumlah episode terpanjang yang konfliknya udah sampe tujuh turunan. Belum lagi sinetron-sinetron lain yang menjual modus operandi kejahatan yang pada akhirnya menjadi inspirasi orang-orang tertentu yang memiliki mental kriminil untuk mempraktekannya. Para produser selalu berkilah kalau cerita sebuah sinetron jadi mengundang banyak pro dan kontra tidak lepas dari kepiawaian para aktor dan aktris nya yang begitu menjiwai peran-peran yang mereka mainkan. Gwe sadar banget kalo dalam sebuah sinetron ada banyak periuk nasi orang-orang baik yang berada di depan maupun di belakang layar yang bisa ngebul. Tapi menurut gwe, mbok ya para produser itu lihat-lihat cerita yang bermutu lah. Jangan di bikin konflik melulu. Kaya sinetron Ramadhan yang di puter televisi swasta. Kan bisa di bikin yang lebih manusiawi. Jadi nuansa Islaminya lebih terasa di bandingkan dengan cerita yang terus-terusan ribut soal harta. Ngga mutu....Padahal banyak contoh yang bisa di jadiin teladan dalam industri per sinetronan Indonesia, misalnya Sinetron Si Doel Anak Sekolahan sama Bajaj Bajuri. Gwe mungkin memang bukan kritikus sinema yang baik, tapi paling tidak dari sudut orang awam, apa yang gwe tulis ini mungkin juga mewakili suara-suara masyarakat awam lainnya. Dimana banyak anak kecil yang jadi takut punya ibu tiri setelah melihat kejamnya peran-peran ibu tiri di sinetron. Atau ketakutan orang biasa-biasa saja menikah dengan orang berduit. Bukannya gwe nge judge masyarakat Indonesia itu bodoh dan ngga bisa ngebedain mana yang nyata mana yang di film. Tapi faktanya masih banyak kok orang yang terpengaruh sama cerita-cerita di sinetron. Alangkah baiknya kalau para produser sinetron membuat sebuah cerita yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat banyak. Sehingga bukan tidak mungkin sinetron Indonesia mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia bahkan bukan hal yang mustahil bila sinetron Indonesia kelak dapat membantu mengurangi angka kejahatan di Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....