31 January 2005

Akulah Goiq

Bukan maksud saya sih untuk ikut-ikutan judul sinetron yang lagi tayang di Indosiar, tapi kayanya judul sinteron itu memberi saya sedikit inspirasi untuk menceritakan lebih banyak tentang diri saya yang sejujurnya. Dan maaf kalo ada yang berasumsi saya adalah seorang yang narsis, tapi kelihatannya saya dan narsis sudah di takdirkan untuk menjadi sahabat. Walaupun sampai detik ini saya tidak tahu persis batasan-batasan narsis itu sendiri.

Saya adalah Goiq dan Goiq adalah saya. Punya nama lengkap Arie Ardiansyah dan punya segudang nama panggilan. Saya tidak cadel, tapi sewaktu kecil saya lumayan lambat untuk bisa melafalkan huruf R, dan saya pun melafalkan nama saya sendiri menjadi ai (baca aiq) sehingga nama itu pun menjadi panggilan kesayangan saya di rumah. Kenapa kemudian bisa jadi Goiq? Itu tidak lepas dari peran seorang teman kuliah yang hoby menambahkan awalan "Go" di depan nama panggilan kami. Sehingga saat itu kami satu kelompok punya nama panggilan yang semuanya berawalan Go. Yaitu saya sendiri si Goiq, Lina (si Gona), Sawi (si Gosaw), Amir (si Gomir), Mia (si Gomi), Willy (si Gowil) dan Budi (si Gobud).

Saya adalah Goiq, seorang pemuda berusia 24 tahun yang sampai saat ini masih berstatus pengangguran. Dimana hampir semua teman-teman seusia saya sudah memiliki pekerjaan tetap.Bukan saya malas dan tidak mau bekerja ataupun sebegitu gobloknya sampai tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima saya menjadi karyawannya, tetapi sampai saat ini saya masih memfokuskan diri untuk menyelesaikan kuliah saya. Selain itu saya bercermin pada pengalaman diri saya sendiri yang tidak mampu untuk berkonsentrasi membagi pikiran untuk bekerja dan kuliah sekaligus. Mungkin banyak orang yang bisa sukses bekerja dan menyelesaikan kuliah dalam waktu yang bersamaan, tapi itu bukan saya !!!

Saya adalah Goiq, seorang pemuda berusia 24 tahun yang sampai detik ini masih punya status jomblo alias tidak punya pacar. Sebenernya saya punya target awal tahun ini pengen punya kekasih lagi, tapi kayanya harus di jadwal ulang lagi. Hehehe... karena menurut saya pacaran bukan hanya sekedar bagaimana kita melakukan pendekatan dengan seorang wanita dan berakhir dengan pernyataan cinta. tapi justru start baru di mulai ketika kita sepakat untuk menjalin komitmen bersama. dan saya pikir, saya belum siap untuk itu.

Sebenrnya masih ada beberapa fakta tentang saya yang pengen saya tulis, tapi lebih baik saya lanjutkan lain waktu saja.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....