10 February 2005

Long Week End

Bagi seorang pengangguran seperti saya, tanggal merah ataupun tidak semuanya tetap terasa seperti tanggal merah. Bedanya kalau tanggal merah, saya bisa lebih leluasa untuk tidur seharian di dalam kamar. Karena semua penghuni rumah melakukan hal yang sama. Paling tidak, saya tidak mendengar ketokan pintu di pagi hari seperti hari-hari kerja biasanya. Dimana ayah saya membangunkan saya dengan berbagai alaasan. Mulai dari menyemirkan sepatu beliau, membelikan beliau sarapan, membukakan pagar, atau minta di carikan kaca mata dan gunting kuku. dan semuanya berubah 180 derajat jika tanggal merah tiba. Pukul 9 pagi kadang-kadang masih terdengar suara ngorok nya ayah saya yang sangat dahsyat.

Tetapi jauh-jauh hari sebelum dua tanggal merah di pertengahan minggu ini, saya sudah menyiapkan rencana untuk melahap beberapa buku, baik yang saya beli sendiri akhir bulan lalu, maupun beberapa buku yang saya pinjam dari beberapa teman. Adapun buku yang sudah saya masukkan list untuk di baca adalah : Gege Mengejar Cinta (Adhitya Mulya), Kok Putusin Gue? (Ninit Yunita), Lelaki Terindah (Andrei Aksana), 10 Arrggghhhh (Melly), Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion (Syahmedi Dean). Dan satu hari di Tahun Baru Imlek saya berhasil menuntaskan membaca 4 buku di atas, sementara buku LSDLF rencananya akan saya lahap hari ini. Dua buku karya sepasang suami istri Aditya Mulya dan Ninit Yunita mampu membuat saya seperti orang gila yang ketawa cekikikan sendirian. Buat kalian-kalian yang lagi suntuk, dua buku ini layak di baca untuk mengadirkan keceriaan sendiri di hati anda yang sedang gundah. Dan saya juga baru membaca di milis kalau buku Gege mengejar Cinta akan di film kan. Ngga sabar rasanya melihat orang-orang gila di dalam cerita tersebut dapat saya lihat secara kasat mata. Mengenai buku Lelaki Terindah nya Andrei Akasana, saya cuma bisa bilang wooww. Rasanya ini novel percintaan sesama jenis pertama yang saya baca. Buat menambah wawasan tentang dunia percintaan sesama jenis, novel ini memang layak untuk di baca. Dan sedikit catatan buat kalian-kalian yang ragu dengan orientasi seksual nya, jika anda tidak mau terperosok saya tidak menganjurkan untuk membacanya, tapi jika memang mau tahu, mau melihat gimana beratnya perjuangan cinta pesangan sesama jenis atau bahkan mau terjun di dalamnya. silahkan di baca... mengenai bukunya Melly, saya melihat sesuatu yang unik dari cerita-ceritanya. Mungkin kalo beberapa tema ceritanya lebih dewasa, akan terlihat lebih baik. Tapi bukunya Melly oke kok buat di baca.

Paling tidak satu hari kemaren, saya tidak mengalami gangguan sedikitpun untuk menuntaskan buku-buku tersebut. Saya memang harus menyediakan waktu khusus untuk membaca buku seperti ini. Saya paling tidak bisa memenggal-menggal untuk membaca buku-buku seperti novel, karena karena selain kurang seru menurut saya buku itu adalah satu kesatuan yang utuh dari kata per kata, kalimat per kalimat, halaman per halaman, dan bab per bab. Mungkin kalau cerita kumpulan cerpen seperti bukunya Melly saya masih bisa untuk memenggalnya. Soalnya tidak ada satu kesatuan cerita antara bab per bab. Oh ya terakhir saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1426 H.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....