14 February 2005

Valentine's Day

Hari ini tanggal 14 Februari. Seluruh umat di dunia merayakan apa yang dinamakan hari Valentine termasuk di Indonesia. Palembang, kota di mana saya tinggalpun tak mau ketinggalan gaungnya dalam perayaan Valentine, di mana-mana terdapat spanduk perayaan Valentine yang di adakan oleh hotel-hotel berbintang, stasiun radio anak muda, dan sebagainya. Belum lagi perayaan-perayaan valentine yang di gelar oleh para pejabat dan anak-anak pejabat. Satu minggu terakhir ini semua pada berlomba-lomba berkicau tentang rencana Valentine masing-masing.

Bagaimana dengan si Goiq ?? Wah wah, terus terang saya bukan orang yang pro dengan Valentine tapi saya juga tidak kontra. Saya mah asal kalian senang yah saya juga senang. Syukur-syukur kalau di kasih tiket gratisan buat acara valentine di tempat-tempat bergengsi, saya mah ngga nolak. Tapi kalo untuk urusan kasih bunga, coklat atau tukeran kado, saya mah mikir-mikir dulu. Kenapa saya tidak terlalu pro dengan acara seperti ini ? Saya pernah bertanya dengan beberapa orang teman akan makna Valentine, dan mayoritas jawaban mereka adalah velentine merupakan hari di mana kita mencurahkan rasa sayang baik terhadap pacar, terhadap orang tua dan terhadap sesama. Saya cuma bilang... Ooo, hari untuk menunjukkan kasih sayang toh... Dalam hati saya berpikir, miskin sekali yah orang-orang ini yang cuma menunjukkan kasih sayang dan cinta terhadap sesama cuma satu kali dalam setahun. Dan yang sangat saya sesalkan adalah banyak di antara mereka yang memanfaatkan hari kasih sayang sebagai pembenaran untuk melakukan hubungan seks pra nikah. Hari kasih sayang sih boleh-boleh aja, tapi kalo ujung-ujungnya jadi "kasih donk sayang", mendingan ngga usah sekalian deh. Lagian yang namanya kasih sayang itu menurut saya ngga melulu harus di ungkapin dengan kata-kata, dengan memberi bunga, coklat, kado atau jalan-jalan. Kasih sayang itu menurut saya cuma bisa di ungkapin dengan perbuatan. Ketika saya mencium tangan ibu saya sebelum saya pergi dari rumah, itu sudah menunjukkan kalau saya sayang padanya. Atau ketika saya mencium kening ibu pada hari ulang tahunnya, saya rasa ibu manapun beranggapan bahwa ciuman seorang anak merupakan kado terindah di hari ulang tahunnya. Kalau sama pacar ?? Yah asal masih dalam batas kewajaran sih yah ngga apa-apa.

Dan kalaupun tahun lalu saya memberikan sebuah kado untuk seorang wanita, jujur aja bukan karena latah. Tapi tahun lalu itu saya pengen nembak cewe, cuma waktunya aja yang ngepas dengan hari Valentine. Toh tetep aja kencannya ngga berhasil. Hehehe. Tapi sekali lagi, saya ngga anti sama perayaan Valentine. Cuma saya lebih suka kalau semua orang di dunia ini berbagi kasih sayang tidak cuma satu hari dalam setahun. Kalau semangat valentine bisa di terapkan setiap hari, bukankah akan jauh lebih baik... Ya ndak ??

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....