01 March 2005

Kapal Pecah



Rasanya hampir semua kamar cowo memiliki persamaan satu dengan yang lain. Nyaris semua anti dengan kata bersih dan teratur. Demikian pula halnya dengan kamar saya tercinta. Semua serba tidak teratur. Kalaupun kemudian saya merasa tidak nyaman dengan keadaan kamar saya yang berantakan dan memutuskan untuk membersihkan dan mengembalikan semua ke tempatnya masing-masing, PERCAYALAH .... itu hanya berlaku satu atau dua hari saja. Dan setelah itu, kamar saya akan kembali berantakan seperti semula.




Salah satu tempat paling berantakan yang ada di kamar saya dan paling nyata untuk di lihat adalah meja komputer yang merangkap meja belajar saya. Saya sudah mewanti-wanti kepada semua orang di rumah, bahwa apapun boleh di bersihkan dan di sentuh di kamar saya kecuali meja komputer. Dulu sebelum saya mengeluarkan peraturan khusus untuk wilayah meja komputer ini, salah seorang pembantu pernah membersihkan meja komputer, membuatnya menjadi rapi, mengelap yang kotor dan berdebu menjadi mengkilap termasuklah cd-cd saya di bersihkannya dengan lap basah. Dan saya pun hanya bisa terpana menyaksikannya. Sedangkan di rumah saya ada suatu peraturan yang melarang keras untuk memarahi pembantu, karena ibu saya pernah mengeluarkan maklumat bahwa pembantu juga manusia dan harus di perlakukan sebagai anggota keluarga. Kalau ada salah maka tegurlah baik-baik. dan sayapun hanya bisa tersenyum miris menghadapi kenyataan itu.



Tapi di antara semua ketidak teraturan yang terjadi di kamar saya, hanya satu yang membuat ibu saya selalu berkicau. Apalagi kalau bukan tumpukan pakaian yang saya gantung di belakang pintu. Bukannya saya malas atau lupa untuk meletakkan pakaian-pakaian tersebut di tempat cucian, hanya saja pakaian yang saya gantung di belakang pintu adalah pakaian-pakaian yang menurut saya belum terlalu kotor untuk di cuci karena baru saya pakai sebentar. Sedangkan untuk di lipat dan di masukkan kembali ke dalam lemari kok kayanya itu baju udah bau badan kita. Jadi yah lebih baik di gantung saja. Bagusnya, dalam satu hari saya bisa berganti baju sampai tiga kali. Jadi bisa di bayangkan berapa banyak tumpukan pakaian yang tergantung di belakang pintu kamar saya. Saya sadar sepenuhnya bahwa menggantung baju di belakang pintu hanya akan menjadi sarang nyamuk, tapi mo gimana lagi. Hahahaha...

Terkadang saya merasa nyaman dengan kondisi kamar saya yang katanya udah mirip kapal pecah itu. Alasannya sederhana saja. Jika saya mencari suatu benda yang saya perlukan, saya tidak perlu harus mengacak-acak seisi kamar karena semuanya memang sudah berantakan. Coba kalau kamar saya rapi, pasti semuanya akan jadi berantakan. Betul kan ?? Dan saya pikir, tidak laki-laki saja yang punya pemikiran seperti saya. Saya yakin tidak sedikit para cewe yang sependapat dengan pemikiran saya ini. Karena dari hasil pemantauan saya di sejumlah kamar kos teman-teman perempuan saya, saya mendapatkan ruangan yang tidak kalah berantakannya di bandingkan kamar saya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....