01 April 2005

Saya Benci April Mop

Hari ini tanggal 1 April, di mana umat di seluruh dunia mengenal istilah April Mop. Saya sendiri sudah kenal dengan April Mop sejak duduk di kelas 1 SMP. Sampai saat ini saya tidak paham benar definisi April Mop secara pasti. Yang saya tahu, di hari ini semua orang boleh melakukan kejahilan apapun dan yang di jahili tidak boleh marah.

Selama duduk di bangku SMP sayapun sering menjahili teman saya dan kebalikannya. Tapi semua masih masuk kategori dalam batas kewajaran, seperti membohongi teman kalu hari ini ada ulangan mendadak. Hingga suatu hari saat saya duduk di kelas 3 SMA, seorang teman tergopoh-gopoh memberitahu saya kalau ayah saya kena serangan jantung dan di larikan ke ruang ICU Rumah Sakit RK Charitas. Tanpa pikir panjang lagi, sayapun lalu minggat dari sekolah dan segera menuju ke rumah sakit tersebut. Di sana ternyata saya tidak menemukan nama ayah saya maupun keluarga saya. Lalu saya pun menelpon ke rumah untuk meminta konfirmasi ibu saya. Ternyata ibu saya ada di rumah, dan mengatakan kalau semua baik-baik saja dan ayah masih berada di rumah. Lalu saya pun memutuskan untuk kembali ke sekolah untuk meminta penjelasan teman saya tadi.

Sesampainya di sekolah, bertepatan dengan waktu istirahat. Saya melihat teman saya tadi dan meminta penjelasan darinya. Dia menjawab dengan senyam-senyum sambil mengingatkan saya kalau ini tanggal 1 April, artinya saya tidak boleh marah atas kejahilannya tadi. Spontan saya mencak-mencak sambil nunjuk-nunjuk dia, "Loe boleh ngejailin gwe dengan apapun, gwe ga bakalan marah. Tapi jangan nyawa bokap gw loe jadiin mainan. Gw ga suka dan itu angat tidak lucu !!! Persetan dengan April Mop !!! Dan satu hal, mulai hari ini anggap aja loe ngga pernah kenal sama gw. Titik !!!" Huhuhu.. Kalau dipikir-pikir apa yang saya lakukan pada teman saya itu sebenernya agak kelewatan juga, tapi masih untung cuma kata-kata yang keluar dari mulut saya. Padahal tadinya saya udah niat banget pengen nampol mulutnya. Dan sejak saat itu, saya tidak pernah lagi bertegur sapa dengan dia. Beberapa kali dia mencoba meminta maaf dengan saya, maupun mengirimi saya surat melalui teman saya yang lain. Tapi hal itu tidak merubah apapun. Saya sudah memaafkan kejahilannya pada 1 April 1998 silam, tapi biarlah sikap saya kepadanya tetap begini. Paling tidak setiap tahun dia akan teringat bila ingin melakukan kejahilan yang aneh-aneh lagi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....