20 July 2005

Perubahan...

Masih ingat dengan konsep perubahan yang dulu di gadang-gadangkan oleh Bapak Presiden (yang terhormat) kita SBY dan Bapak Wapres Yusuf Kalla dulu ?? Sebuah konsep yang terdengar sangat indah untuk di dengar dan di bayangkan. Dan kini... perubahan itu sudah mulai saya pribadi rasakan... Tapi bukan perubahan ke arah yang baik, melainkan ke arah sebuah kehancuran...

Krisis BBM dimana-mana mengakibatkan pemerintah menerapkan kebijakan penghematan secara besar-besaran. Jam siaran Televisi dan radio di seluruh pelosok tanah air di batasi. Dan yang jelas, saya sebagai sahabat karib insomnia sangat kehilangan teman yang sangat di andalkan mengusir kejemuan sembari menunggu kantuk datang. Dan saya yakin, walaupun pemerintah mengatakan hanya 10% warga saja yang menikmati siaran televisi ataupun radio di malam hari. Tetap saja jumlahnya tidak bisa di katakan sedikit. Woowww, selama saya hidup saya belum pernah merasakan adanya pembatasan seperti ini. Tidak tahu kalo zaman-zaman masih perang dulu. Bukankah ini berarti hak saya sebagai warga negara untuk mendapatkan informasi (walaupun sebenarnya lebih banyak ke hiburannya) juga di batasi oleh negara ??? Inikah perubahan yang di gadang-gadangkan itu ?? Apakah agenda penghematan ini dulu masuk dalam kampanye perubahanmu wahai bapak presiden ?? Rasanya saya tidak pernah mendengarnya...

Keadaan ini di perparah pula oleh sikap para wakil rakyat yang katanya mewakili seluruh rakyat, menampung aspirasi rakyat, dan sebagainya yang ternyata malah dengan entengnya meminta kenaikan gaji (baca : uang kehormatan) nyaris 100%. Tidakkah mereka berpikir bahwa gaji mereka yang sudah 28 juta itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi 2 istri dan 7 anak ?? Sementara banyak rakyat yang hanya hidup dari puluhan ribu rupiah perhari masih bisa bertahan hidup dan menyekolahkan anak walaupun masih harus pinjam kiri kanan.Tidakkah para wakil rakyat itu berkaca ?? Kenapa mereka tidak melakukan suatu kesadaran bersama dengan memotong gaji mereka masing-masing 3 juta perbulan untuk membantu rakyat sebagai wujud keperdulian mereka ?? Bukankah gaji 25 juta perbulan masih sangat layak ?? Saya pribadi pun tidak pernah bermimpi mempunyai gaji sebesar itu sebulan. Mana janji kampanyemu wahai wakil rakyat ?? Omong kosong !!!

Saya setuju kita harus berhemat, tapi tidak dengan cara seperti ini... Hari ini bapak presiden bisa mengurangi jam siaran televisi dan radio di tanah air, apakah tidak mungkin besok atau lusa bapak presiden akan menggilir jatah listrik di setiap propinsi di tanah air ini ?? Saya tahu merubah negara sebesar Indonesia ke arah yang lebih baik bukanlah pekerjaan yang mudah untuk di lakukan. Saya malah pernah mendengar bahwa kita perlu untuk mundur 2 langkah untuk maju 10 langkah. Apakah kita sedang tahap untuk mundur 2 langkah ini ??? Saya tidak tahu... Tapi yang jelas sebagai seorang warga, saya menuntut realisasi perubahan itu !!! Saya mau perubahan !!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....