22 August 2005

5 Wanita Terakhir Di Hati Goiq

Yang jelas ini wanita-wanita yang pernah singgah di hatinya Goiq, dan ini ngga termasuk ibu dan adik perempuan saya. Karena posisi ibu dan adik perempuan di hati saya adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat keberadaannya.

1.Fitria Kartika

Image hosted by Photobucket.com

Punya nama panggilan Tya, dia adalah sosok yang sudah singgah di hati saya sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Cinta saya padanya bisa di katakan lucu dan unik. Saya jatuh cinta padanya setiap tahun. Susah di jelaskan secara pasti kenapa bisa begitu. Umur kami hanya berbeda satu tahun, tetapi dia tidak mau memanggil saya dengan sebutan Arie, Aiq, Pitax atau Goiq seperti orang-orang lain memanggil saya. Selalu ada embel-embel Kakak sebelum dia memanggil saya. Betapa santunnya dia… Saya juga punya julukan khusus untuk dia, yaitu Putri Rimba. Lagu yang tepat untuk menggambarkan persaan saya padanya adalah Andai Ia Tahu nya Kahitna.

2.Femmy Karima

Image hosted by Photobucket.com

Kenal Femmy saat dia meninggalkan jejak di SB blog saya. Femmy adalah penyiar radio anak muda di Palembang. Tapi bukan karena statusnya yang penyiar itu yang bikin saya jatuh cinta dengannya. Saya hanya butuh tiga kali pertemuan dengannya sebelum menyatakan apa yang ada di hati saya. Dan ternyata saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kami pun mengklaim diri sebagai pasangan gila. Punya dress code SU (Sok Uiiimut) kalo mo ngedate ke mall. Punya lagu kebangsaan berdua You Make My World So Colourfull nya Daniel Sahuleka yang nyaris di putar setiap kali Femmy siaran. Saya selalu bilang padanya kalo secara fisik dia ngga cantik, tapi kepinteran dia dan cara dia berbaur dengan teman-teman saya membuatnya terlihat sangat cantik di mata saya. Tetapi ternyata semua hanya berlangsung 2 bulan saja. Ada hal-hal yang tidak bisa mempersatukan kami lagi. Kami putus di warnet tempat kami biasa ngedate. Kata putus pun tidak pernah terlontar dari bibir kami, hanya sebuah kesepakatan bersama untuk merubah status kami di Friendster yang semula tertulis In a Relationship menjadi Single. Sejujurnya dalam hati saya berkata, akan sangat sulit menemukan wanita seperti Femmy.

3.Dina Desty Kurnia Sari

Image hosted by Photobucket.com

Dina ini adalah teman sekelas saya di kampus. Bermula dari niat saya mencari teman-teman perempuan di kampus. Bukan untuk di kecengi atau di jadikan pacar, tapi untuk teman curhat dan pinjem catatan menjelang ujian. Terpilihlah Dina dan teman-temannya yang lain. Ternyata teman dekat saya Dedy menyukainya dan minta bantuan saya untuk mendekatkan dirinya dengan Dina. Tetapi kenyataannya saya justru mengenal sisi lain Dina yang ternyata sangat saya suka di bandingkan dengan kesehariannya di kampus. Hingga akhirnya saya harus mengakui bahwa saya telah jatuh cinta padanya. Dan ternyata saya tidak bertepuk sebelah tangan. Tetapi dengan terjalinnya tali kasih antara saya dan Dina berarti saya telah mengkhianati sahabat saya sendiri. Hubungan kami terjalin tanpa seorang pun yang tahu, karena kami tidak ingin melukai perasaan Dedy meskipun kami telah melakukannya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang hubungan saya dengan Dina, karena semuanya hanya terjalin selama 3 minggu saja.

4. Wita Nidiesta

Image hosted by Photobucket.com

Wita juga teman satu fakultas di Unsri, bedanya saya jurusan manajemen sedangkan dia jurusan akuntansi. Kita sering banget jalan bareng temen-temen yang lain. Sungai Gerong, maen bilyard di Ramayana, dugem di Lemon (alm), nyoblos bareng di Mariana saat Pemilu tahun lalu, kongkow di GOR, dan hampir setiap sudut kota Palembang ini sudah saya jelajahi bersamanya. Foto di atas di ambil di kamar saya pukul 01.00 pagi saat kami melewati malam pergantian tahun bersama teman-teman yang lain di rumah saya.Wajar kan kalau perasaan di hati saya berubah seiring semakin rutinnya frekuensi pertemuan kami. Wita juga penyiar radio di tempat yang sama seperti Femmy. Tapi entah kenapa saya selalu ragu untuk mengungkapkan perasaan saya kepadanya. Saya merasa jurang perbedaan di antara kami sangat lebar. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah jawaban pasti kenapa saya tidak pernah mengungkapkan perasaan saya kepadanya, karena saya tidak pernah benar-benar mencintainya. Teman-teman saya mengatakan bahwa lagu Pecundang Sejati nya Dygta pas banget untuk menggambarkan apa yang terjadi antara saya dan Wita.

5.Imay Sri Mulyani

Image hosted by Photobucket.com

Saya dan teman-teman yang lain biasa memanggilnya Imey. Kenal melalui media yang bernama blog. Sama-sama punya pengalaman dengan istilah Blogger Love waktu saya masih bersama Femmy yang seorang blogger dan dia juga bersama pacarnya yang juga seorang blogger juga. Lalu kisah cinta kita dengan pasangan masing-masing pun berakhir, tetapi persahabatan kita masih terbina dengan baik melalui chatting. Hingga akhirnya takdir mempertemukan saya dengan Imey untuk pertama kalinya di bawah plang Pegadaian Pondok Labu. Dan ceritapun berlanjut antara dua orang cerewet, narsis, banci poto, tukang jalan, tapi baik hati, ramah, tidak sombong dan penyayang binatang ini. Citos pun jadi tempat ngedate favorit kita. Imey yang kalo lagi sayang manggil saya abang, tapi kalo lagi ngambeg manggil saya kutu. Hahahaha. Dan saya yang tetep memanggil dia cantiq. Karena Imey memang cantiq dalam kondisi apapun *gombal mode on*. Dia yang membuat saya merasa berat untuk pulang kembali ke Palembang, tetapi membuat saya menjadi sangat bersemangat untuk secepatnya menyelesaikan skripsi saya untuk selekasnya kembali ke Jakarta. Pas banget dengan lagu Pergi Untuk Kembali nya Ello yang sangat Imey suka, tapi saya ngga. Huhuhu. Biarpun liriknya pas banget menggambarkan kondisi kita saat ini, tapi saya tetep ngga suka Ello. Gimana kalo lagunya kita ganti aja cantiq?? Bagaimanapun, apapun, dan tidak tahu sampai kapan (ngeri kualat kalo ngomong kapanpun) dia tetap Imey, seseorang di seberang lautan yang kini bersemayam di hati saya...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....