30 August 2005

Lina

Saya biasa memanggilnya Lina, nama lengkapnya saya tidak pernah tahu. Lina adalah seorang juru parkir di salah satu kawasan perbelanjaan di kota Palembang. "Seneng bae" (suka aja), begitulah jawaban yang pernah keluar dari bibirnya ketika saya bertanya kenapa dia memilih pekerjaan menjadi seorang juru parkir. Saya sudah sering melihatnya jauh-jauh hari sebelum saya mengenal dirinya. Perkenalan saya dengannya juga tidak jauh-jauh dari masalah parkir. Suatu ketika saya benar-benar diburu-buru waktu hingga tidak sadar telah memberikan dia uang Rp.20.000 baru yang sepintas nyaris sama dengan uang pecahan Rp.1.000,-. Saat saya kembali ke kawasan perbelanjaan itu beberapa hari kemudian, dia langsung menghampiri dan memberitahu saya kejadian itu. "Mangkonyo kak, laen kali jingok-jingok dukin kalo nak ngenjuk duit parkir tu" (makanya kak, lain kali lihat-lihat dulu kalo mau kasih uang parkir), begitulah dia memberi saya nasehat saat itu. Dari situ saya mengetahui namanya, wilayah dimana dia tinggal, serta beberapa orang teman-teman seprofesinya. Sebagai rasa terima kasih, saya pun memberikan separuh dari uang yang di kembalikan Lina tadi. Lagipula saya sudah tidak ingat lagi dengan uang itu. Hehehehe...

Begitulah asal muasal persahabatan saya dengan Lina dan teman-temannya. Setiap kali saya berkunjung ke kawasan perbelanjaan itu, pasti saya menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol dengannya atau temannya yang lain. Dan saya selalu mendapatkan bonus bebas biaya parkir dari mereka. Banyak yang bisa saya dapatkan dari obrolan dengan teman-teman saya itu. Saya jadi tahu bahwa meskipun hanya jadi juru parkir, sebuah profesi yang seringkali tidak anggap banyak orang tetapi mereka menjalankannya dengan senang hati. Mereka bilang daripada merampok, mencopet atau mengemis lebih baik mereka menjadi juru parkir. Kenapa saya menulis cerita tentang Lina ?? Karena beberapa hari yang lalu dia mengetakan kepada saya bahwa dia akan menikah dengan pemuda pilihannya. Dia mengundang saya untuk menghadiri pesta pernikahannya. Kalo kakak ado waktu dan idak ngeraso malu punyo kawan cak aku, dateng bae ke rumah aku. Dak usah ngenjuk macem-macem, kakak galak dateng be la jadi kado besak buat aku. Saya tersenyum dan berjanji akan menghadiri pernikahannya. Lina, selamat menempuh hidup baru semoga rukun selalu dengan suami dan di karuniai anak-anak yang berbakti pada orang tuanya. Amien...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....