08 October 2005

Jadi Kepengen Kangen Neh ...

Saya seringkali menjadikan sebuah lagu untuk menggambarkan teman-teman, pacar, mantan pacar atau orang-orang dan situasi tertentu yang pernah saya alami. Tidak sembarang lagu bisa membentuk image seseorang di benak saya. Seperti kemarin misalnya, saya sedang memilih lagu-lagu di komputer saya. Tiba-tiba saya melihat list lagu Lara Hati nya Katon Bagaskara. Begitu musik di mainkan, lagu itu langsung membentuk image seorang Heru Herdiana. Heru itu teman kost saya beberapa tahun silam. Untuk melengkapinya, saya masukkan lagu Tegar nya Rossa. Saya jadi benar-benar bernostalgia mengingat persahabatan kami di Ghost kost. Secara lirik sebenarnya ngga ada yang bisa menggambarkan indahnya persahabatan kita, tetapi saya ingat benar bagaimana Heru selalu menyanyikan lagu itu di kamarnya, di kamar mandi, di ruang tengah, atau dalam perjalanan ke kampus. Saya yang tadinya tidak suka kedua lagi itu, sampai bela-belain beli kasetnya. Wong promosinya gencar banget di kost-kost an. Dan kedua kaset itu sudah bisa di pastikan nasibnya. Selalu di pinjem penghuni kamar sebelah. Dan itu bikin saya jadi kangen pengen ketemu Heru untuk menjitak kepalanya dan meminta lagi kaset Katon Bagaskara saya. Lo di mana sih Ru sekarang ??? *sentimentil mode on*. Udin, Amat, Agus 1 (Abangnya Udin), Agus 2 (bang kumis), Sondang, Mas Mo, Arly, Putri, Mbak Jely dan Mas Agus aja ngga bikin gw kangen-kangen banget. Huhuhu. Bego lo *nampol Heru*

Atau saat saya memutar lagu-lagu di album Slank 7. Mulai dari Balikin, April, Bim-Bim Jangan Menangis dan Kupu-Kupu Liar. Semua sangat jelas membentuk sosok hitam manis Hendra Indrianto alias Ipunk. Ipunk adalah teman sekelas saya di kelas 3 SMU. Masih inget banget gimana Ipunk yang mengaku seorang Slankers ini menyanyikan semua lagu-lagu Slank di album 7 dengan suara yang selalu di paksa-paksain mirip Kaka Slank saat pelajaran kosong atau saat jam istirahat. Begitu juga waktu kita pendakian ke Gunung Kaba di Bengkulu. Tiada perjalanan tanpa lagu-lagu Slank 7 yang keluar dari mulutnya. Pernah juga saya melihatnya menitikkan air mata waktu menyanyikan lagu Bim-Bim Jangan Menangis. Kalo ngga salah waktu itu dia lagi ribut sama cewe nya. Saya juga masih menyimpan sebuah tulisan tangannya di sebuah kertas yang berisikan pesan-pesan dari teman-teman terdekat saya menjelang kelulusan SMU. Disitu Ipunk menulis : Eh, gua ngga banyak bull shit oke ! But you must be your self. Oke !! Palembang, 28 April 1998. Pipis Piss Ipunk. Setamat SMU, Ipunk pindah ke Padang. Dan sejak itulah kita putus kontak. Lagi-lagi saya harus bertanya dalam hati. Apa kabar lo Punk ?? Masihkah lo jadi seorang Slankers seperti dulu ?? Selepas Album 7 sudah banyak loh albun Slank yang lain. Gyahahaha..Hikz.

Lain lagi dengan cerita lagu Kuingin nya Titi DJ dan Selalu Untuk Selamanya Fatur. Tadinya saya tidak terlalu suka dengan kedua lagu di atas. Tapi gara-gara terlalu terburu-buru yang mengakibatkan salah membawa kaset rekaman, lagu ini akhirnya benar-benar menjadi sejarah dalam hidup saya. Karena lagu ini menjadi saksi pendakian perdana saya di Gunung Dempo. Kedua lagu ini menemani saya mulai dari kaki gunung sampai sepanjang perjalanan menuju puncak. Lagu yang juga akan selalu mengingatkan saya tentang sosok Lia Balqis, Devi Rianto, Amri Budiman, Risdiyanto dan Yus Hendri yang menjadi rekan satu tim saya selama pendakian perdana kami. Kedua lagu ini tetap setia berada di list lagu favorit saya sampai detik ini. Hi guyz... Kapan neh pendakian bareng lagi ??

Jatuh cinta ??? Sampai detik ini lagu cinta yang masih bikin jantung saya merinding dan bulu kuduk saya berdetak kencang cuma lagu Cinta nya Paramitha Rusady. Entah kenapa lagu itu dulu selalu terdengar di televisi atau radio saat saya sedang mengintip pembantu tetangga sebelah di rumah tante saya di Rawamangun. Whaaaatt ?? Pembantu ??? Ho oh *ngangguk bego*. Pembantu juga manusia kan ?? Lagipula waktu pertama kali ngeliat dia, saya pikir dia itu anak gadis pemilik rumah sebelah. Saya juga tahunya dia pembantu yah dari pembantu di rumah tante saya itu. Tapi itu ngga menyurutkan langkah saya untuk tetep pedekate. Wong dia itu muanis buanget kok. Dari lantai 2, saya bisa melihat-lihat aktifitas si seksy, begitu julukan saya untuk dia. Jujur saya sudah lupa siapa namanya, cuma 2 kali bertegur sapa saat kebetulan sama-sama beli sate di dekat rumah, ngga sempet menyatakan perasaan karena dia keburu berhenti dari pekerjaannya.Tapi tiap kali denger lagu ini, saya jadi inget kegiatan mengintip itu. Gimana ngga bikin jantungan, kalo ketauan kan malu abeeeesss... Tapi saya kok mendadak jadi kangen juga yah sama si seksy ??

Nah itu baru segelintir memori saya tentang lagu. Lagipula itu baru lagu-lagu Indonesia. Belom lagu-lagu barat, Mandarin dan Korea. Kalau semua di jabarin rasanya saya bisa bikin sebuah novel berjudul Meong ( Memory Of Song). Gyahahaha. Ada yang samaan kisahnya dengan saya ??

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....