12 August 2005

Penyakit Saat Nyusun Skripsi

Ini bukan meniru-niru Golda loh, tapi ini sekedar apa yang saya rasakan selama menjalani proses kehamilan menyusun skripsi.

1.Ngga tahu tanggal, bulan dan jam secara persis.

Ini percakapan dua hari silam antara saya dan salah seorang kakak.
Kakak : Iq aku pinjem motornya yah
Goiq : Jangan, aku mo ke kampus bentar lagi
Kakak : *garuk-garuk kepala* Tapi ini udah mo jam 12 malem loh
Goiq : Whaaaaaaaattt ???


2.Komputer adalah belahan jiwa

Rasanya bener-bener ngga rela meninggalkan meja computer walaupun hanya sebentar. Bukan apa-apa sih, takut aja kalo mendadak semua kata-kata yang berbaris indah di otak mendadak hilang cuma gara-gara harus buang air, makan, atau menerima telpon. Malah pernah beberapa kali ketiduran di meja computer. Yang ada paginya badan pegel-pegel. Boys n girls, don't try this at home !!!


3.Teman = Monster

Setelah kedatangan Yudha di hari pertama saya menyusun skripsi, saya mewanti-wanti seluruh penghuni rumah untuk mengatakan bahwa saya tidak berada ditempat kepada siapapun yang datang mencari saya kerumah . Mungkin terlihat agak berlebihan dan tidak berperikemanusiaan, tetapi skripsi adalah prioritas uatama saya saat ini.


4.Telepon dan Handphone = Musuh

Selama beberapa hari ini saya benar-benar anti menerima telpon. Sebagai bukti, saya hampir tidak pernah mengaktifkan handphone saya sepanjang saya sedang konsentrasi penuh mengetik skripsi. Malah telpon rumah yang notabene berada di depan kamar saya pun ikut-ikutan kena imbasnya. Telpon saya cabut karena suaranya berisik. Sebenarnya bukan karena berisik atau takut hilang konsentrasi, tetapi saya adalah makhluk yang mudah tergoda dan terbujuk rayuan para monster. Karena para monster biasanya selalu menelpon dan sms saya untuk mengajak bersenang-senang.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya jadi begini atau begitu meng agung-agungkan skripsi. Sebenarnya bukan begitu. Saya hanya ingin memastikan bahwa skripsi saya akan selesai semester ini yang artinya saya akan sidang dan wisuda semester ini juga. Saya sudah bertekad sejak awal masuk kuliah, bahwa saya akan selesai dalam 2,5 tahun. Dan artinya, semester ini adalah semester terakhir saya kuliah di Universitas Sriwijaya. Saya tidak ingin gara-gara kuliah berlarut-larut saya terus membebani ayah saya. Dan untuk itu saya harus...Semangaaaaaaaaaaaat !!!