20 January 2006

Kekerasan Anak

Kekerasan pada anak sebenarnya bukan cerita baru di republik ini. Kita tentu belum lupa pada cerita Ari Hanggara yang pernah booming di tahun 80 an ?? Sebenarnya setelah era Ari Hanggara, banyak lagi kasus-kasus serupa yang terjadi. Puncaknya kini di awal tahun 2006 kita menyaksikan sendiri anak-anak tak berdosa menjadi korban ketidakdewasaan orang tua mereka. Betapa perihnya menyaksikan anak-anak teresebut di pukul, di bakar, disundut rokok, atau disetrika. Dan terkadang dengan entengnya mereka menggunakan kata mendidik sebagai pembenaran atas penyiksaan yang mereka lakukan. Dan membuat kita bertanya-tanya dengan geram, dimana sih otak orang tua mereka ?? Anak-anak itu bukan sansak untuk berlatih tinju, bukan pula kayu untuk memasak, bukan pula asbak apalagi pakaian. Mereka manusia yang memang sedang aktif-aktifnya. Yang sangat wajar bila dikatakan sedang nakal-nakalnya. Kitapun tentunya pernah melalui tahapan itu.

Anak itu adalah titipan Allah, bukan hak milik orang tuanya. Saya memang belum berkeluarga, belum tahu rasanya punya anak. Tapi saya menghimbau kepada siapapun :

1. Jika anda merasa bukan orang yang cinta pada anak-anak, lebih baik tidak usah memikirkan untuk punya anak.
2. Jika anda merasa bahwa karir anda adalah segalanya dan punya anak hanya akan membebani pekerjaan serta waktu anda, lebih baik jangan sekali-kali berpikir untuk merencanakan punya anak.
3. Jika anda merasa bahwa anda hanya cinta pada anak kandung anda sendiri, jangan pernah berpikir untuk menikah dengan janda atau duda yang telah punya anak.
4. Lebih baik tidak usah mengadopsi anak sebagai pancingan, jika anda sendiri ragu apakah anda masih bisa menyayanginya atau memperlakukannya sama seperti anak kandung anda sendiri jika ternyata anda benar-benar di karuniai seorang anak.
5. Dan yang terpenting, anak bukanlah pelampiasan masalah yang di hadapi orang tuanya.

Saya pikir mencegah akan lebih baik daripada anda menyesalinya di dalam bui !!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....