16 February 2006

Dua Hari Bersama Dewa 19 dan Ratu

Image hosting by Photobucket

Malem Minggu yang lalu saya di telpon Sekar yang bermaksud mengajak saya untuk menjadi salah satu panitia dalam konser Dewa dan Ratu di Palembang. Saya pun menyanggupi ajakan tersebut. Minggu pagi-pagi sekali saya menjemput Sekar lalu berkumpul di kantor Bunayu Production, EO yang menggelar acara tersebut. Saya pun di kenalkan dengan para panitia acara tersebut. Ternyata saya di tugaskan untuk menjadi sopir yang bertugas membawa beberapa personil dewa (beberapa personel dewa lain serta personel ratu di tempatkan di mobil yang berbeda). Saya terkejut, tadinya saya berpikir mobil yang saya bawa akan di gunakan untuk menjemput crew atau barang bawaan mereka. Saya benar-benar gugup. Tapi sebagai sopir profesional, saya pun menyanggupi tugas tersebut. Saat menjemput di airport ternyata personel dewa yang masuk di mobil saya adalah Yuke, Andra, Tyo dan seorang backing vokal. Seumur-umur, baru sekali ini saya bisa sedekat ini dengan Dewa, salah satu band favorit saya sejak SMP dulu. Dan ternyata mereka tidak sombong seperti yang saya bayangkan. Di mobil kami terlibat beberapa percakapan seputar kota Palembang.

Sesampainya di Novotel tempat para personel Dewa dan Ratu menginap, saya benar-benar bisa melihat personel Dewa secara lengkap dan betapa cantiknya Duo Maia dan Mulan *ngences mode on*. Dhani yang melihat piano di loby, langsung memainkan bait-bait lagu Laskar Cinta. Kereeeennn. Lalu mereka beristirahat di kamar hotel dan kami panitia menuju venue untuk pengecekan segala sesuatunya menjelang konser. Sorenya kami kembali berkumpul di hotel. Rupanya beberapa personel Dewa seperti Dhani dan anaknya, Yuke serta beberapa crew sedang berenang. Beberapa pengunjung yang kebetulan juga sedang berenang, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meminta tanda tangan dan foto bersama.

Konser di mulai pukul 19.00. Karena Ratu yang menyanyi terlebih dahulu, maka personel Ratu di berangkatkan terlebih dahulu dari hotel. Mulan dan Maia benar-benar terlihat sangat cantik. Personel Dewa menyusul 30 menit kemudian. Lagi-lagi saya beruntung karena mobil yang saya bawa mengangkut Tyo, Andra, seorang backing vokal dan seorang crew. Menuju tempat berlangsungnya konser, kami di kawal oleh polisi. Suasana di dalam mobil sendiri terjalin sebuah perbincangan antara saya, Tyo dan seorang backing vokal tentang suasana di hotel dan kota Palembang. Sampai di lokasi, ternyata kami tidak bisa masuk karena jalan masuk menuju panggung benar-benar di penuhi lautan manusia. Beberapa orang fans dewa yang melihat keberadaan Tyo di mobil saya tidak dapat menyembunyikan rasa histerisnya. Dia menggedor-gedor kaca mobil saya meminta Tyo menerima bunga yang dia pegang. Tyo meminta persetujuan saya dan teman-temannya. Tetapi kami menolaknya dengan alasan keamanan. Sebab saat itu mobil benar-benar terkepung oleh lautan manusia. Saya hanya khawatir jika seorang di beri tanda tangan, maka akan mengundang fans yang lainnyta untuk melakukan hal serupa. Tetapi di situlah saya melihat kerendahan hati seorang Tyo, dia tetap nekat membuka sedikit kaca jendela untuk menerima bunga dan menanda tangani buku sang fans.

Untungnya apa yang di lakukan Tyo tidak memancing fans lainnya untuk melakukan hal serupa. Untungnya kami bisa sampai juga di panggung tempat berlangsungnya konser. Sesampainya di lokasi, Dewa langsung menggebrak masyarakat Palembang dengan lagu-lagu andalan mereka. Konser berlangsung aman dan terkendali. Selesai lagu terakhir, tanpa beristirahat dulu. Para personel Dewa dan Ratu langsung di boyong ke dalam mobil. Kali ini mobil saya di tempati oleh Dhani, Once, Andra serta 2 orang backing vokal. Sepanjang perjalanan menuju hotel, Dhani banyak membahas soal pandangannya tentang Islam serta tentang karikatur Nabi Muhammad yang sedang ramai di protes umat Islam sedunia. Tugas saya pun berakhir hari itu.

Senin pagi saya sudah sampai di Novotel untuk persiapan mengantar personel Dewa dan Ratu menuju airport. Sempet melihat Mulan berenang di kolam renang. Huhuhuhu..kulitnya putih bangeeeettt *ngences*. Pukul 11.00 kami bertolak menuju airport, tetapi kali ini saya tidak seberuntung kemarin bisa membawa personel Dewa lagi. Kali ini saya membawa para crew, tetapi its ok lah. Toh semua personel Dewa sudah merasakan naik mobil yang saya setir. Gyahahahaha... Dan akhirnya selesai tugas saya. Sebenarnya saya kembali di tawari untuk membantu pesaraiapan pertunjukan Peter Pan tanggal 14 kemaren. Tetapi pada saat menjemput Peter Pan selepas mengantar kepulangan personel Dewa dan Ratu pada siang itu, saya jadi merasa malas. Karena tampaknya semua urusan artis sudah di tangani pihak sponsor. Hehehehe... Lagipula saya ngga terlalu ngefans sama Peter Pan...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....