10 February 2006

Jawaban Kasus...

Image hosting by Photobucket

Pertama-tama saya mo ngucapin selamat ulang tahun buat Husein Febriskamadya yang hari ini tanggal 10 Februari tepat berusia 15 tahun. Argghhh, sebenarnya saya males nyebut usianya Husein. Soalnya saya berasa tua banget jadinya. Gyahahaha... Ga banyak pesan lagi yang mo di sampaikan, karena semua pesen-pesen sudah saya terbangkan ke Kuala Lumpur sana. Baca sendiri. Hehehehe.

Masih ingat postingan saya beberapa waktu yang lalu tentang kekerasan anak. Ternyata ada beberapa tanggapan dari beberapa teman saya tentang postingan saya itu. Salah satunya sahabat karib saya Enrico Setyawan. Dia mewanti-wanti sekali pada saya untuk memajang nama indahnya di blog saya. Huh, dimana-mana orang mewanti-wanti supaya namanya jangan di muat, ini malah kebalikannya. Minta di tulis dengan lengkap dan benar pula. Hohoho, malangnya nasibku punya sahabat narsis. Loh kok jadi ngebias gini yah ?? Oke kembali ke topic, Rico bereaksi atas postingan saya tentang kekerasan anak dan dia mengajukan saya dengan sebuah kasus.

Kita misalkan Rico dan pacarnya melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang mengakibatkan sang pacar hamil. Sementara mereka berdua sama sekali belum siap lahir dan batin untuk membina hubungan rumah tangga apalagi untuk membesarkan seorang anak. Rico memberikan saya dua pilihan. Lebih baik janin di dalam rahim pacarnya dia gugurkan atau kehamilan itu mereka teruskan dengan konsekuensi mereka harus menikah dengan berbagai macam kekurangan lahir batin yang mungkin saja kelak si anak akan menjadi korban kekerasan dari Rico dan pacarnya karena ketidak siapan mental mereka untuk menjadi orang tua.

Saya sempat terdiam sejenak. Lalu tersenyum dan menjawab pertanyaan Rico dengan versi saya. Saya hanya bilang, Allah menciptakan manusia di lengkapi dengan organ-organ tubuh yang sempurna. Kita di ciptakan mata untuk melihat, di ciptakan hidung untuk mencium bebauan, diciptkan telinga untuk mendengar, juga di ciptakan otak untuk berpikir. Semua yang di ciptakan pada diri kita memiliki fungsi dan tidak hanya menjadi pajangan belaka, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin karunia itu. Saya melihat kerutan di dahi Rico tanda tidak mengerti dengan jawaban saya. Dia lalu bertanya relevansi jawaban saya dengan pertanyaan yang dia berikan.

Saya bilang padanya, otak yang ada di kepala kita bukan di ciptakan sebagai penyumpal kepala supaya tidak kosong belaka. Maka manfaatkanlah semaksimal mungkin. Kalo sadar belum siap lahir dan batin untuk menikah dan punya anak, jangan melakukan perbuatan yang bakal bikin punya anak. Kalaupun semua sudah terlanjur, jangan pernah ada alasan tidak siap lahir dan batin. Tidak pernah ada manusia yang siap di dunia ini. Kita tidak siap untuk mati, kita tidak siap kehilangan orang yang kita sayangi, kita tidak siap menghadapi musibah, dan ketidak siapan lainnya. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Kita manusia hanya bisa pasrah. Ketika kondisi mengharuskan kita siap, maka kita harus siap.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....