02 March 2006

Nonton Sepakbola

Kemaren sore saya bersama seorang sepupu nonton pertandingan sepakbola Liga Djarum antara Sriwijaya FC VS PSDS. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan pertandingan kandang Sriwijaya FC. Meskipun saya adalah seorang pendukung Sriwijaya FC, tetapi saya tidak pernah menyaksikan pertandingan kandangnya dan tidak punya segala macam atribut Sriwijaya FC. Hehehe... Tiket masuk menonton pertandingan itu harganya bervariasi, mulai dari yang termurah Rp.5.000 sampe yang termahal Rp.45.000. Saya menduga yang harganya 5.000 itu pasti yang duduk di tribun utara dan selatan yang lokasinya membelakangi gawang. Maka saya dan sepupu pun memutuskan untuk memilih tempat di tribun timur yang harga tiketnya Rp.10.000,sedangkan di tribun barat harga tiketnya Rp.20.000 ke atas. Baru saja memutuskan untuk membeli tiket, tiba-tiba sepupu saya di beritahu temannya bahwa sebentar lagi gerbang menuju tribun timur akan di jebol. Artinya saya bisa menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa bayar alias gratis. Hohohoho... Tapi tunggu punya tunggu ternyata gerbangnya tak kunjung di jebol massa pendukung Sriwijaya FC, sementara pertandingan sudah berjalan 10 menit. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket sambil menggerutu pada sepupu saya. Kesal karena sudah lama menunggu tapi pagarnya tidak kunjung di jebol. Tahu begitu kan dari tadi aja beli tiketnya dan ga pake acara ketinggalan pertandingan sampe 10 menit.Kekesalan saya semakin bertambah setelah masuk gerbang pemeriksaan tiket dan ternyata gerbang di sebelah di jebol massa. Huhuhuhu... mereka bisa masuk gratisan.

Akhirnya saya sadar kenapa tribun timur harganya lebih murah daripada tribun barat. Ternyata karena tribun timur tempat saya duduk menyaksikan pertandingan posisinya benar-benar berhadapan dengan matahari yang siap-siap terbenam. Panaaaaassss... Tribun timur ternyata juga tempat berkumpulnya para suporter fanatik Sriwijaya Mania yang datang lengkap dengan segala aksesori klub kebanggan kota Palembang ini. Sementara di tribun barat lebih banyak diisi oleh suporter-suporter yang tidak terlalu fanatik. Ini bisa saya lihat dengan mayoritas yang duduk di tribun barat tidak menggunakan aksesori Sriwijaya FC. Duduk dekat dengan para suporter fanatik yang selalu bernyanyi dan meneriakkan yel-yel pembangkit semangat tidak membuat saya terganggu untuk menyaksikan jalannya pertandingan. malah tidak jarang saya ikut-ikutan bernyanyi, berteriak dan berjoget bersama mereka. Hahahaha... Semua nyanyian dan yel-yel yang kami teriakkan membuat tim kebanggaan kami juga bermain lebih semangat. Dan kemenangan Sriwijaya FC atas PSDS 2-0 tanpa balas menjadi kado manis sore itu.

Oh iya, saya juga masih punya hutang sambitan sama Taghyiraholics dan Anca tentang 5 hal aneh tentang Goiq :

1. Goiq, banyak temen-temen yang bilang nama panggilan saya ini aneh, ngga bermutu, ngga jelas, dan apalah yang laennya. Banyak yang ngga tau nama apa sih sebenrnya Goiq ini ?? Okelah, saya jelasin secara singkat. Nama saya Arie, tapi saya punya nama kecil Aik (Biar gaul suka saya tulis Aiq). Waktu kuliah dulu saya bergabung dalam kelompok Gogo. Semua anggotanya akan menyandang nama depan Go di depan nama panggilan mereka. Jadilah Goiq, Gona, Gosaw, Gomir, Gowil dan lain-lain. Hehehehe

2. Saya ini belum pernah menikah apalagi punya anak. Tetapi saya sangat suka dengan dunia anak. Banyak anak teman-teman dan beberapa anak tetangga saya paksa untuk memanggil saya ayah. Saya tidak pernah rela melihat keceriaan dunia anak di ganggu oleh tangan-tangan kotor. Dan menurut teman-teman saya hal itu sangat aneh secara saya belum pernah punya anak.

3. Saya suka makan durian pake nasi. Bukan durian yang sudah di olah menjadi masakan. Tetapi durian yang di buat selai untuk roti. Entah kenapa saya lebih suka makan selai dirian itu dengan nasi. Lagi-lagi saya di bilang aneh. Padahal terbukti tidak pernah terjadi apa-apa dengan diri saya karena makan selai durian pake nasi. Hahahaha. Sam dan Anca, lo mesti coba !!!

4. Saya orang yang suka olahraga petualangan tetapi sekaligus juga orang yang takut ketinggian dan tidak bisa berenang. Padahal olahraga-olahraga yang berbau petualangan banyak berhubungan dengan ketinggian dan air. Gyahahaha... Tapi alhamdulillah, biarpun sampe detik ini masih takut dengan ketinggian dan masih juga tidak bisa berenang saya sudah mendaki beberapa gunung dan pernah mencoba scuba diving.

5. Sudah beberapa tahun ini saya jarang mandi sore/malem. Jadi bisa di bilang, saya hanya mandi satu kali sehari. Ngga tau sih ini bisa di bilang aneh apa ngga. Tapi nyatanya beberapa temen selalu bilang itu aneh dan jorok. Hahahaha..

Hutang sudah terbayar... Tapi mohon maaf, saya ngga bisa nyambit ke orang laen lagi. Jadi habis sampai disini saja.. Hehehehe

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....