19 July 2006

Mudik

Photobucket - Video and Image Hosting
Scooby Ngegaya di Tengah jalan

Photobucket - Video and Image Hosting
Niera, Indah n Oom Goiq

Hari Minggu kemarin, saya di ajak keponakan-keponakan saya Scooby, Indah dan Niera bersama sang mama mudik ke kampung halaman ayah mereka sekaligus ziarah di makam sang ayah. Jarak dari Palembang ke Desa Beringin lebih kurang memakan waktu 4 jam. Pukul 6.30 pagi kami sudah siap dengan segala macam perbekalan yang sekiranya akan berguna selama perjalanan. Setumpuk kaset, MP4 player, cemilan-cemilan kecil, air minum, pakaian ganti dan sebagainya. Ini adalah kali pertama saya di ajak berkunjung ke kampung kelahiran ayah mereka sekaligus tempat peristirahatan terakhir beliau. Pagi itu saya di plot menjadi navigator sekaligus supir cadangan bila Scooby lelah. Perjalanan 4 jam itu sangat menyenangkan. Tawa cekikikan, curhat-curhatan, sampe ngegosip jadi menu utama yang menyegarkan. Meskipun malamnya saya dan Scooby sempat kelayapan sampe jam 1 pagi, tetapi rupanya Scooby tetap fit mengemudi. Sesekali saya menyuapkan makanan dan memberinya air minum jika dia haus. Pukul 10.30 kami berhenti di pinggir jalan untuk makan siang. Sebenarnya masih terlalu pagi untuk makan siang. Perut saya pun sebenarnya belum terlalu lapar. Tetapi karena ini sudah menjadi kebiasaan Scooby dan adik-adiknya, maka saya pun ikut-ikutan makan. Rupanya suasana kebersamaan ini justru membangkitkan rasa lapar saya. Melihat Scooby dan adik-adiknya begitu lahap menyantap nasi bungkus, saya pun jadi tergoda. Yang tadinya tidak terlalu lapar malah jadi lapar beneran. Kelar makan, kami masih sempat poto-poto sejenak. Hahahaha... dasar keluarga narsis.

Photobucket - Video and Image Hosting
Dede Indah n Oom Goiq

Kami tiba di Desa Beringin kira-kira pukul 11.15. Pugok (kakek) dan Ninek (nenek) langsung menyambut kedatangan cucu-cucunya tersayang itu. Ninek bahkan sempat menangis terisak. Hmmm.. Sungguh mengharukan. Suasana di Desa Beringin sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan desa-desa lainnya di wilayah Sumatera Selatan. Saya juga tidak terlalu merasa asing berada di sini. Bahkan suasananya nyaris mirip dengan suasana di desa kelahiran ayah saya. Rumah panggung di mana-mana, ada bale-bale di depan rumah, kandang ayam dan kandang kambing di samping rumah. Saya dan Scooby memutuskan untuk tidur sejenak di kamar Pugok. Tetapi rupanya hanya Scooby yang berhasil memejamkan mata, sedangkan saya akhirnya memilih berfoto-foto bersama Indah dan Niera mulai dari kamar Pugok sampai ke depan rumah. Pukul 12.30 kami di ajak Pugok dan Ninek makan siang bersama. Kami semua tercengang... Makan lagi ??? Scooby dan Niera dengan tegas menolak karena benar-benar kenyang. Sementara saya dan Indah meskipun sebenarnya juga sudah kenyang tapi tetap memaksakan diri untuk makan lagi karena tidak enak hati pada Ninek yang sudah memasak untuk kami. Tambah gembul deh ini perut.

Photobucket - Video and Image Hosting
Adegan Ranjang

Pukul 14.00 kami ziarah ke makam ayah Scooby. Pugok menangis sesenggukan di makam anaknya. Kami semua mengerti betapa pedihnya hati Pugok. Beberapa bulan setelah ayah Scooby meninggal, Pugok kembali di hadapkan pada kenyataan untuk kehilangan seorang anaknya lagi kembali ke pangkuan Ilahi. Menurut pengakuan Pugok, ini pertama kalinya beliau ziarah di pusara kedua anaknya lagi. Selesai ziarah, kami semuya mandi di sumur. Kata Scooby setiap kali pulang kampung, hal yang paling dia rindukan adalah mandi di sumur karena airnya segar sekali. Saya mandi berdua Scooby. Mau tau cara mandinya ?? Kita hanya memakai kain tipis yang biasa di sebut basahan, tanpa celana dalam dan mandi di tempat terbuka di belakang rumah. Alamaaakk... Saya benar-benar malu. Secara kita mandi dan orang lain bebas berlalu lalang dengan seenak udelnya. Ini pertama kalinya saya mandi dengan cara seperti ini. Memang sih airnya segar sekali, tapi rasa malu itu juga lumayan segar. Hahahaha.

Photobucket - Video and Image Hosting
Dalam Perjalanan Pulang

Kelar mandi rupanya ada yang ingin di bahas Mama nya Scooby dengan Pugok dan Ninek, kami pun memutuskan mengurung diri di kamar Pugok. Poto-poto lagi, perang kentut, tebak-tebakan jayus dan sebagainya yang bisa bikin hepi. Kami bersiap-siap pulang ke Palembang pukul 16.00. dalam perjalanan pulang kami sempat mampir di Prabumulih untuk makan bakso, lalu beli oleh-oleh di Indralaya. Dan kami tiba di rumah pukul 19.30. Makasih banyak untuk hari Minggu yang menyengkan itu yah Scoob.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....