13 September 2007

Gempa

Sore kemaren saya sedang bersiap-siap untuk menunaikan ibadah sholat magrib sembari mendengarkan lagu-lagu religi yang di putar di radio tempat saya bekerja. AC kamar kamar saya itu memang terasa cukup dingin. Saat saya melihat jam,saya terkejut melihat dua pajangan dinding yang tergantung di samping jam yang bergoyang-goyang. Saya berpikir keras apa AC nya terlalu kencang atau mungkin angin di luar sedang deras sehingga pajangan dinding itu bergoyang. Tapi saya baru ingat kalau kedua pajangan tersebut jauh dari jendela dan selama ini tidak pernah terganggu oleh AC, ketika saya berdiri untuk melihat kedua pajangan dinding yang bergoyang-goyang di dinding itu saya baru merasakan kalau bumi sedang bergetar. Spontan saya keluar kamar dan berteriak memanggil ayah dan ibu saya untuk keluar rumah. Kami langsung berhamburan keluar rumah menuju halaman depan rumah kami yang cukup terbuka. Di luar para tetangga juga sudah berkumpul. Ibu saya menangis sambil melafazkan ayat-ayat suci Al Quran. Saya mendekap ibu saya. Guncangan dari dalam bumi sangat kuat kami rasakan. Pagar rumah dan kabel-kabel tiang listrik bergoyang dengan kencang. Saya sudah pasrah saat itu. Tapi dalam hati saya berucap, jika memang hari ini ternyata hari terakhir saya bernafas di dunia, saya ingin meninggal dengan mendekap ibu saya tercinta...

Dan alhamdulillah, beberapa menit kemudian gempa berangsur menghilang. Tapi kami tetap bertahan di halaman sampai beberapa menit kemudian dan baru memberanikan diri masuk ke dalam rumah setelah kami rasa benar-benar aman... Dari tayangan Metro TV, kami baru tahu kalau pusat gempar berasal dari Bengkulu dengan kekuatan gempa yang mencapai 7,9 Skala Richter. Dan gempa ini membuat saya semakin menyadari kalau manusia benar-benar kecil di hadapan Allah SWT.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....