28 October 2007

Menjajah Bangsa Sendiri

Semalam saya bersama abang dan kakak ipar saya makan malam di Noodle Cafe Palembang Square. Cafe yang menyajikan mie sebagai menu andalannya. Tapi saya bukan mo ngomongin soal acara makan-makannya atau menu apa yang kami makan semalem. Jadi ceritanya sambil menunggu menu yang kami pesan datang, kami menyaksikan tayangan extravaganza di sebuah tv plasma di sudut cafe. Tiba-tiba pandangan saya mengarah kepada sebuah keluarga besar yang juga sedang makan malam di cafe itu. Menu yang mereka pesan sudah tiba dan mereka sekeluarga makan dengan lahapnya... Ehhh tunggu dulu... Ada seorang wanita di sudut meja yang sama dengan keluarga itu yang hanya menyaksikan keluarga besar itu makan dengan lahapnya. Wanita itu adalah baby sitter keluarga tersebut yang saya kenali lewat pakaian putih-putihnya. Hanya segelas es teh manis yang saya lihat ada di hadapannya. Sementara sang balita asuhannya sedang di dekap sang ibu yang lagi makan sembari menyuapi anaknya dengan penuh cinta kasih...

Melihat penampilan keluarga tersebut saya tahu mereka orang berada yang pastilah tingkat pendidikannya sudah cukup tinggi. Tapi apa mereka tidak belajar ilmu prikemanusiaan ? Membiarkan seorang baby sitter duduk di sudut tanpa mengajaknya serta makan malam bersama ? Apa uang mereka akan habis kalau sang baby sitter ikut memesan menu ? Ahhh... katanya bangsa kita sudah merdeka. Dan katanya pula bangsa kita anti penjajahan. Tapi kenapa keluarga itu malah terkesan menjajah bangsa sendiri ?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....