01 December 2007

Panasonic Awards ; Realita Atau Rekayasa

Tadi malam saya menyaksikan perhelatan Panasonic Awards yang di tayangkan langsung 3 stasiun televisi jaringan MNC. Beberapa hal terasa sangat mengganjal di benak saya...

1. Banyak sekali kursi yang terlihat kosong melompong tertangkap di layar kamera. Saya kurang mengerti apakah kursi yang kosong itu ada di barisan penonton atau justru para nominatornya. Melompongnya kursi-kursi tersebut tentu menjadi sebuah tanda tanya besar untuk sebuah perhelatan besar sekelas Panasonic Awards.

2. Ketika Seputar Indonesia memenangkan awards sebagai paket berita terbaik saya juga sedikit mengernyitkan dahi. Ada yang salah nih kayanya. Bukan saya menganggap Seputar Indonesia kurang baik. Tapi yang saya tahu sekali saat ini paket berita terbaik itu Liputan 6 nya SCTV yang punya slogan Aktual, Tajam dan Terpercaya. Lagipula dalam daftar nominasi kenapa paket berita stasiun Metro TV tidak ada sama sekali ?

3. Saya tahu semua stasiun televisi mengklaim program acara yang di tayangkannya adalah yang ternaik dan memiliki rating tinggi, meskipun terkadang fakta di lapangan tidaklah begitu. Pun begitu ketika nominasi musik dan variety show di tayangkan saya tidak menemukan Mamamia di dalamnya. Jujur saya bukan pecinta acara Mamamia. Nonton tayangan itu dari awal sampai akhir pun tidak pernah. Tapi saya tahu persis betapa acara tersebut begitu menyita perhatian banyak orang....

4. Begitu pula ketika sinetron Candy mendapatkan penghargaan sebagai sinetron terbaik. Saya sudah kehabisan kata-kata. Sinetron Candy yang pada awalnya menyadur cerita komik Candy-Candy bisa mendapatkan penghargaan tertinggi insan pertelevisian tanah air. Bukankah hal ini justru melegalkan secara tidak langsung penyaduran, pencontekan atau apalah namanya. Padahal bukankah kita sedang menggalakkan gerakan anti pembajakan ??

Mungkin masih banyak catatan yang bisa kita gali dari penyelenggaraan Panasonic Awards 2007 ini. Tapi seperti yang sudah saya katakan tadi, saya sudah kehabisan kata-kata. Penyelenggara pasti berkilah bahwa hasil yang sudah ada murni pilihan pemirsa melalui SMS dan media lainnya. Dan saya bisa bilang apa ???

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....