30 October 2008

Selamat Ulang Tahun Jagoan Ayah

Satu tahun yang lalu, aku menjadi saksi bagaimana kau berjuang untuk bertahan. Bertahan untuk setiap hembusan nafasmu, bertahan dengan segala rasa sakit yang sudah harus kau rasakan, terus bertahan untuk menjadi cahaya kecil dalam kegelapan hati kami. Aku menangis melihat semua usahamu untuk itu...

Photobucket

30 Oktober 2007, kau terlahir dengan kondisi premature dan pendarahan di otak. Dengan beratmu yang hanya 2,34 kg saat itu. Dokter tidak mampu menjanjikan apapun. Hanya satu kalimat yang terus di ucapkannya. Kita akan berusaha semaksimal mungkin. Tak kuat rasanya menyaksikan jarum suntik yang terus menerus menembus tubuhmu yang baru beberapa jam merasakan aroma dunia, ditambah lagi sebuah selang yang setia mengiringi nafasmu melalui hidung dan beberapa kabel pengukur detak jantung di dada. Kau terlihat rapuh. Tapi dengan segala kondisimu saat itu, kau mengajari kami banyak hal. Kau tidak menangis...

Photobucket
Photobucket

Kau berusaha bergerak dengan lincah layaknya bayi yang terlahir sehat. Meskipun dokter mengatakan gerakanmu yang lincah itu sebagai perwujudan rasa sakit yang kau rasakan, tapi aku melihatnya sebagai sebuah pesan darimu. Kau seolah berkata, aku akan sembuh... Entah kenapa, saat itu aku yakin sekali kau akan sembuh... Dan ternyata benar... Satu bulan setelah kau di lahirkan, kau di perbolehkan kembali ke rumah. Tentu saja dengan berbagai surat cinta dari dokter. Semua orang meng khawatirkan kondisi mu yang belom juga menangis. Tapi aku tidak… Feelings ku mengatakan, kau memang tidak suka menangis. Dan semua itu terbukti...

Photobucket

Sampai hari ini, Sultan Aulia Ahmad tumbuh menjadi bocah lelaki yang periang dan sehat. Dia tidak suka menangis, tidak suka panas, suka memukul (yang satu ini masih di maklumi saat ini), keras kepala (yang satu ini benar-benar keturunan keluarga besar kami), tidak takut dengan orang ramai, sangat suka di ajak ke mall, sudah bisa mengucapkan beberapa kata, termasuk beberapa kali mengucap kata ayah padaku. Meskipun belum jelas benar, apakah dia benar-benar memanggil ayah atau hanya kata-kata tidak jelas yang keluar dari bibirnya dan terdengar seperti ayah. Dan satu hal, dia suka sekali memuncungkan bibirnya. Sampai ibu saya berkata, ini ayah bangeeet.. Hahahaha.

Photobucket

Ahhh... hari ini sudah tanggal 30 Oktober 2008. Jagoanku sudah berumur satu tahun sekarang... Dia tidak lagi sekedar menjadi pelita kecil dalam kegelapan jiwa kami. Dia telah menjadi cahaya yang bersinar sangat terang. Tidak sekedar menyinari, tapi juga menghangatkan. Selamat ulang tahun Sultan Aulia Ahmad... Doa ayah selalu mengiringi jejak langkahmu...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....