27 November 2008

Saya Dan Laptop

Hari gini ga punya laptop ??? Itu kata teman-teman saya dulu, sebelum saya terjerat untuk punya laptop sendiri... Dimana-mana orang jalan-jalan udah bawa laptop sendiri. Di Mall, di cafe, di kampus, di perpustakaan semua orang sudah tidak asing dengan yang namanya laptop. Waktu itu saya bertahan untuk tidak punya laptop sendiri, karena saya pikir saya belom benar-benar butuh dengan benda yang satu itu. Semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan komputer kantor saya yang saya yang cepat dan berakses internet. Kalau sekedar untuk ber chatting, di rumah saya pun masih bisa menyapa teman-teman saya via YM! melalui hape saya. Jadi saya pikir, punya laptop bukan sebuah kebutuhan yang mendesak.

Ketika akhirnya saya tergoda untuk punya laptop sendiri, itupun berdasarkan pertimbangan bahwa akan lebih nyaman melakukan beberapa pekerjaan di rumah. Misalnya mengetik script chart tangga lagu di malam hari sembari menonton televisi dan mereguk segelas kopi susu panas. Itu sangat menyenangkan. Dan seperti kebanyakan orang-orang yang baru punya laptop, saya pun terkena syndrome pamer laptop kemana-mana. Biarpun bukan laptop yang mahal, tapi senang rasanya bisa nongkrong dimanapun sembari memanfaatkan fasilitas hotspot atau nongkrong di tempat yang tidak ada fasilitas hotspotnya tapi tetap bisa menjelajah dunia maya dengan akses Telkomsel Flash yang saya punya. Dan jadilah saya seorang laptop mania, kemanapun saya pergi tidak tertinggal laptop dalam ransel saya. Bahkan parahnya, ke acara kondangan pun saya tidak bisa lepas dari laptop.

Saya menjadi seseorang yang egois, tidak perduli dengan sekitar dan sibuk dengan aktifitas ngga penting saya. Di acara silaturrahmi lebaran keluarga besar, saya malah sibuk menjelajah dunia maya. Di acara reuni teman-teman SMP, saya juga meninggalkan teman-teman saya untuk asyik sendiri cekakak cekikik di depan laptop. Padahal saya yang menggagas reuni kecil teman-teman SMP itu. Begitupula dalam acara ulangtahun seorang sahabat, saya sampai tidak menyadari bahwa acaranya telah selesai. Kapan dimulaipun saya tidak tahu karena begitu sampai di lokasi acara, saya langsung mencari tempat yang nyaman untuk bercyber ria. Saya benar-benar tenggelam dalam dunia maya bersama si laptop. Saya kecewa dengan diri saya sendiri. Betapa banyak moment kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman yang saya lewatkan, karena saya asyik sendiri dengan laptop dan aktifitas di dunia maya yang sebenarnya bisa saya tunda beberapa jam. Saya memang gila internet, tapi tidak segila ini...

Dan setelah melalui pertimbangan-pertimbangan, saya pun membuat sebuah keputusan untuk diri sendiri. Saya memvonis diri untuk tidak membawa laptop ke acara-acara apapun, kecuali acara yang memang membutuhkan atau mengharuskan membawa laptop. Di luar itu, saya tidak akan pernah membawa laptop. Saya tidak mau kehilangan moment-moment indah lagi dalam hidup saya...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih....