05 July 2011

9 Tahun Sriwijaya FM

Tanpa terasa sudah setahun saya meninggalkan kota Palembang untuk mencari nafkah di ibu kota. Mungkin karena sudah pernah merasakan meninggalkan kota itu saat saya lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Jakarta, perasaan kehilangan itu tidak sedahsyat yang lalu. Pertama karena demi kelangsungan hidup yang lebih baik dan kedua karena Jakarta bukan lagi kota asing seperti saat saya pertama kali tinggal disini tahun 1998 lalu. Kalaupun ada hal-hal yang membuat saya kangen, sudah pasti itu adalah tentang keluarga, teman-teman terdekat dan Sriwijaya FM.

Yup, Sriwijaya FM adalah salah satu tempat yang sangat berkesan buat saya. Belum tentu saya bisa berada di Jakarta seperti sekarang bila saya tidak pernah berada disana. Sebuah keisengan di akhir periode kuliah di FE Unsri, yang mana akhirnya kuliah itu tidak pernah terselesaikan dan saya lebih memilih memfokuskan diri dengan kehidupan saya bersama rekan-rekan di Sriwijaya FM. Saya ingin menjawab keraguan orang tua dan teman-teman saya tentang masa depan seorang penyiar radio.



Mereka adalah rekan-rekan seangkatan saya ketika pertama kali dinyatakan lulus seleksi menjadi penyiar Sriwijaya FM di akhir tahun 2006. Aal yang bergelar Mang Juki, Diana yang hanya sampai akhir training 2 minggu, Siera yang bergelar Cek Sum, saya yang bergelar Mang Ied dan Ferditya yang bergelar Mang Jang. Hingga periode masa percobaan 3 bulan kami selesai, Aal memutuskan untuk hengkang sehingga menyisakan saya, Cek Sum dan Mang Jang diangkatan kami. Kami semua di posisikan sebagai reporter yang setiap hari harus keluar radio untuk meliput berita yang akan disiarkan di radio dan beberapa program liputan langsung. Hingga akhirnya saya di promosikan menjadi Music Director di akhir tahun 2007, lalu Cek Sum menjadi Script Writer dan Mang Jang memutuskan untuk penjadi penyiar freelance.



Tidak hanya bersama rekan-rekan seangkatan, kehidupan saya bersama semua crew Sriwijaya FM pun sangat menyenangkan, walaupun tak jarang juga kita mengalami cekcok. Dan seperti halnya keluarga, tentu kami sangat menginginkan untuk selalu bersama. Hanya saja kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang kita mau... Kami harus merelakan satu persatu saudara kami pergi mencari kehidupan yang lebih baik. Dan ada yang pergi pasti juga ada yang datang. Kami pun menemukan orang-orang baru yang menjadi bagian dalam keluarga kedua kami...






Hingga satu tahun yang lalu, tiba giliran saya untuk berpamitan dengan mereka semua yang sudah menjadi bagian dalam hidup saya. Merasakan apa yang pernah dirasakan oleh teman-teman saya yang sudah terlebih dahulu pamit meninggalkan Sriwijaya FM. Dan kalau biasanya kita kehilangan teman-teman yang jadi bagian dalam hidup, maka sekarang saya yakin teman-teman semua yang masih berada di Sriwijaya FM juga akan merasakan kehilangan, yang jujur sayapun masih merasakannya... Tahun ini menjelang ulang tahunnya yang ke 9, Sriwijaya FM resmi pindah ke kantor baru di kawasan Seduduk Putih. Di satu sisi pastinya menyenangkan pindah ke rumah baru yang jauh lebih baik.. Tetapi disisi lain pasti sangat menyedihkan meninggalkan kenangan yang pernah terjadi di Kasnariansyah 66. Tetapi inilah hidup yang harus kita lalui... Sama seperti saya yang tahun lalu memutuskan untuk hengkang demi masa depan saya, Sriwijaya FM pun juga pasti punya asa baru di tempat yang baru... Rompok Anyar, semangat anyar, makin berkibar... Selamat ulang tahun Sriwijaya FM. Ingat satu hal, orang lain boleh berlalu lalang datang dan pergi... Tapi sahabat sejati selalu dihati :). Begitupun kalian semua, sampai detik ini selalu ada di hati saya...

5 comments:

  1. Huhuhu... kangen denger suara Goiq siaran lagi ^m^ , padahal dulu pengen bisa siaran bareng sama Goiq dan aku jadi tamunya

    ReplyDelete
  2. susan : tanggal 13 dengeri aq siaran lagi ye :)

    ReplyDelete
  3. waaah, ternyata mbak goiq dl pernah siaran juga.
    *surpraise

    ReplyDelete
  4. id ini blog kk yang baru...
    http://mang-bidins.blogspot.com

    ReplyDelete

Terima kasih....