20 July 2011

Prihatin

Rasanya kata ini bukan kalimat yang asing kita dengar belakangan. Kita mesti prihatin !! *sambil angkat telunjuk dan pasang muka bertekuk duabelas* . Dalam kehidupan keluarga sayapun pernah merasakan situasi prihatin. Ketika usaha ayah saya tidak berjalan dengan baik, maka ayah menyerukan kami sekeluarga untuk mengencangkan ikat pinggang. Uang saku bulanan harus di turunkan dari nominal biasanya, hobi belanja dan membeli keperluan harus di minimalisir sebanyak mungkin. Tetapi kami tidak mengeluh, karena kata prihatin ini benar-benar dirasakan dan dijalankan oleh semua anggota keluarga tanpa terkecuali.

Sungguh berbeda dengan kalimat prihatin yang di serukan oleh pemimpin negeri ini. Prihatin yang sepertinya hanya ditujukan oleh rakyat jelata saja, sementara para elit sama sekali tetap dengan aktifitas mereka menghambur hamburkan uang negara. Lihatlah betapa para pejabat negara masih dengan pede nya jalan-jalan keluar negeri dengan dalih studi banding, atau pemborosan uang negara dalam banyak hal lainnya. Korupsi tetap merajalela dimana-mana. Inikah sebuah bentuk keprihatinan ?? Dijalan raya tanah air, pejabat-pejabat dengan angkuhnya menggunakan pengawalan untuk melintasi kemacetan yang tengah terjadi. Tentu saja dengan dalih dikejar deadline meeting dengan atasannya. Bagaimana mungkin kita bisa percaya bahwa bangsa ini sedang dilanda keprihatinan...

Jika kita memang ingin prihatin nasional, maka para pemimpin harus mencontohkan dari diri mereka sendiri bagaimana prihatin yang sebenarnya. Turunkan gaji para pejabat, hapus tunjangan-tunjangan pejabat yang sama sekali sungguh tidak masuk akal jumlahnya, hapus fasilitas-fasilitas tidak penting lainnya yang melekat dalam tubuh para petinggi negeri ini. Membaurlah dengan rakyat dalam sebuah keprihatinan nasional. Maka rakyat tidak akan mengeluh dengan keprihatinan ini karena kita merasakannya bersama-sama.. Seperti prihatin yang pernah saya rasakan bersama dalam keluarga...

3 comments:

  1. klo menone prihatin bgt ma mereka yg ngaku2 wakil rakyat tp makan uang rakyat............


    Salam persahabatan selalu dr MENONE

    ReplyDelete
  2. saya justru lbh prihatin kalo melihat byk anak2 generasi muda dijaman skrg yg mulai byk krisis moral. dari mulai byknya pelajar yg tawuran ampe yg terperosok dlm pergaulan bebas.

    kalo generasi penerus saja seperti itu. lalu siapa yg menggantikan org2 diatas sana yg bobrok?

    ReplyDelete
  3. rakyat disuruh prihatin smentara pejabatnya makin kaya wkwkwkwk.... paraaaah...

    ReplyDelete

Terima kasih....