03 July 2011

Trip KUL - SIN (Part 2)

Setelah puas bernarsis ria di Kuala Lumpur, malam harinya saya dan Okto melanjutkan perjalanan ke Singapura dengan menggunakan bus. Bukan bus sembarang bus, karena bus nya bagus sekali dengan harga yang sangat masuk akal... Maka berangkatlah kami menuju Singapura pukul 23.00 dengan perkiraan jarak tempuh lebih kurang 5 jam.




2. Singapura

Kami masuk di keimigrasian Malaysia lebih kurang pukul 03.00 dini hari dan dilanjutkan dengan memasuki keimigrasian Singapura 30 menit kemudian. Sungguh sama sekali tidak menyangka kalau saya dan Okto akan mendapatkan "kejutan selamat datang" di negara ini. Karena masih dalam kondisi mengantuk, saya sempat masuk di jalur yang salah yang diperuntukkan untuk warga negara Malaysia. Akhirnya saya pindah dan masuk ke barisan yang benar. Karena saya belum mengisi form keimigrasian, maka saya diminta untuk keluar dari antrian untuk mengisi form tersebut. Karena tiket bus dipegang oleh Okto, saya sempat menunggu agak lama untuk bisa mengisi data nomor bus yang saya tumpangi. Saya pikir tidak ada masalah setelahnya, ternyata saya salah.. Paspor saya ditahan dan saya diminta untuk melapor ke kantor keimigrasian Singapura. Didalam ruangan tersebut ada beberapa orang yang satu bus dengan kami yang ternyata bermasalah dengan minuman beralkohol yang dibawanya. Okto pun juga harus masuk ke kantor karena bermasalah dengan rokok yang berada di tasnya yang dibawa dari Indonesia.

Jujur saya sama sekali tidak tahu apa salah saya hingga paspor saya harus ditahan. Saya sempat ditanya oleh petugas berbaju imigrasi, lalu diambil sidik jari saya dan dipersilahkan duduk kembali. Sementara Okto harus berurusan dengan pajak karena dianggap tidak melaporkan rokok yang dibawanya. Tidak lama, seorang petugas yang tidak berpakaian seragam menghampiri saya dan membawa saya kedalam sebuah ruangan. Di ruangan tersebut seluruh isi tas saya harus di keluarkan tanpa terkecuali. Semua kertas dokumen kantor yang saya bawa di cek dan ditanyakan. Dia bilang penampilan saya sama sekali tidak mirip dengan orang yang akan berwisata. Hahahaha... Saya pengen ketawa sebenernya, tapi jujur ngga berani. Saya langsung mengambil kesimpulan bahwa petugas ini pasti sedang menganggap kalau saya ini imigran gelap atau mungkin juga teroris. Dia meminta saya membuka laptop dan menunjukkan isi file. Dan inilah kunci kemenangan saya. Saya menunjukkan foto-foto di banyak tempat yang pernah saya datangi. Dan dia langsung meminta saya membenahi semua barang bawaan saya. Tak lama kemudian paspor yang sudah di cap di serahkan kembali kepada saya, dan Okto pun juga berhasil menyelesaikan urusannya.. Sungguh pengalaman baru buat saya dan Okto. Apapun itu yang penting buat saya dan Okto adalah kami berhasil masuk Singapura dan siap melanjutkan liburan kami...

Masalah belum kelar karena ternyata bus yang kami tumpangi sudah meninggalkan kantor imigrasi. Atau dengan kata lain kami sudah ditinggal. Lantas kamipun minta dicarikan solusi apa yang harus kita lakukan. Petugas imigrasi memberi 2 opsi, apakah kami diantar dengan menggunakan mobil keimigrasian atau menggunakan taksi. Saya dan Okto lebih memilih opsi kedua. Kami pikir cukuplah berurusan dengan keimigrasian ini. Hahahahaha. Petugas imigrasi menelpon taksi dan mengantar ketempat taksi tersebut menunggu. Tujuan selanjutnya adalah mencari hotel murah yang sesuai dengan budget dan melepas lelah sejenak sebelum menuju ke tempat tujuan kami. Kami memilih untuk mengambil hotel di seputar Ferrel Park dengan sistem short time mengingat kami check in sudah pukul 5 pagi.

Jam 9.30 pagi kami check out dari hotel dan langsung menuju ke Universal Studios Singapore. Berbekal peta rute MRT dan pengalaman saya ke Singapura tahun lalu, kami pun melangkahkan kaki. Meskipun sempet nyasar sedikit, akhirnya saya dan Okto berhasil menginjakkan kaki di Universal Studios. Kali kedua untuk saya dan pertama buat Okto...






Setelah puas berkeliling Universal Studios, sorenya saya dan Okto memutuskan untuk menjelajah Sentosa Island. Mulai dari Merlion hingga Siloso Beach






Malamnya kami memutuskan menginap di The Mitraa, sebuah backpacker hostel di kawasan Ferrel Park seharga $28 perorang/malam. Hostel ini adalah tempat menginap yang sama ketika berkunjung ke Singapura tahun lalu bersama rekan-rekan saya. Kami sekamar berempat dengan rekan backpacker dari Israel dan Afrika. Menambah teman dari luar negeri sekaligus memperlancar bahasa Inggris saya yang kacau balau.. hahahaha




Keesokan harinya kami cuma punya satu planning di Singapura, yaitu mencari tiket bus kembali ke Kuala Lumpur mengingat penerbangan pulang kami kembali ke Jakarta via Kuala Lumpur. Setelah beberapa kali googling, akhirnya kami memutuskan untuk memesan tiket bus AeroLine yang berada di Harbour Front. Harga tiketnya jauh lebih mahal daripada tiket dari Kuala Lumpur, yakni sebesar $50. Tetapi fasilitas yang didapat memang jauh lebih baik dibandingkan dengan bus dari Kuala Lumpur. Kami mendapat makan malam yang lezat, buah dan minuman seperti kopi, teh atau coklat panas, dan bisa mendengarkan musik dengan headset atau menonton film via LCD TV.

Sebenarnya dengan kejadian yang kami alami di kantor imigrasi Singapura hari sebelumnya, sempat membuat kami trauma juga ketika akan memasuki kembali kantor imigrasi. Tetapi alhamdulillah kami tidak menemui hambatan apapun selama di perjalanan maupun di kantor imigrasi Singapura dan Malaysia. Dan trip Malaysia dan Singapura pun harus kami akhiri....






3 comments:

  1. Nice trip..!
    I hope I'll be there :)

    ReplyDelete
  2. ini Singapore negara atau kota sebenarnya? bolehlah dicoba nanti jalan-jalan kesana :)

    ReplyDelete
  3. selalu aja bersama cowok !
    *ngikik*

    ReplyDelete

Terima kasih....