15 September 2011

Review Kuliner : Pancake Durian Palembang

Meskipun lahir di Jakarta, tetapi saya menghabiskan lebih dari 3/4 hidup saya sampai saat ini di kota Palembang. Maka sudah pasti saya menyukai hampir semua kuliner Palembang, termasuk apapun yang banyak di temui di kota Palembang. Salah satunya adalah buah durian. Waktu masih kecil sampe remaja, saya bisa menghabiskan 2 buah durian ukuran besar sekaligus. Hanya saja setelah lebih dewasa saya mulai membatasi makan durian dalam jumlah besar karena alasan kesehatan. Di Palembang sendiri saking banyaknya buah berduri dan berbau tajam ini, banyak sekali produk turunan yang berbahan dasar durian. Diantaranya adalah seraweh durian yang merupakan durian yang dimasak dengan gula merah dan dimakan dengan ketan.. Ibu saya sering sekali membuat seraweh durian ini, karena merupakan salah satu makanan kesukaan ayah saya. Selain itu ada juga tempoyak yang merupakan fermentasi durian yang kalau sudah menjelma menjadi pepes tempoyak atau sambel tempoyak maka akan menjadi salah satu makanan lezat yang disukai seluruh anggota keluarga saya. Lalu ada juga lempok durian dan wajik durian.

Ketika pertama kali menginjak Medan tahun 2010 lalu, saya baru tahu kalau di Medan buah durian selalu ada sepanjang tahun. Dan tentu saja saya juga menemukan kuliner berbahan dasar durian yang belum pernah saya coba sebelumnya. Satu yang saya suka adalah Pancake Durian di Resto Nelayan yang berlokasi di Merdeka Walk dan Sun Plaza. Warna hijau yang imut-imut membuat saya gemas untuk memakannya. Sejak saat itu pancake durian jadi salah satu kuliner wajib yang harus saya makan setiap berkunjung ke Medan.

Dengan asumsi bahwa kota Palembang juga merupakan kota penghasil buah durian, meskipun durian tidak selalu ada di palembang alias hanya pada musim tertentu saja, saya berpikir mestinya palembang juga penganan lezat seperti pancake durian yang ada di Medan. Rupanya asumsi saya tidak salah, dari sebuah ReTweet di akun twitter @SputarPalembang ,saya jadi tahu bahwa di Palembang ada yang menjual Pancake Durian dan berbagai varian pancake lainnya. Dan mereka menggunakan label Bilik Manis Pancake. Dan uniknya mereka menjual Pancake Durian ini dengan menggunakan mobil dan nongkrong di depan GOR Kampus Palembang.



Harga pancake yang dijual di Bilik Manis Pancake ini Rp.3.000,- untuk pancake durian dan Rp.2.500,- untuk varian pancake lainnya. Adapun varian pancake lain yang ditawarkan Bilik Manis pancake adalah pancake jagung, pisang, alpukat, fla dan cocktail. Pastinya sangat menggemaskan untuk disantap. Dan yang jelas semua pancake dijual dalam keadaan fresh karena Bilik manis tidak menjual Pancake yang yang sudah lebih dari sehari. Pancake yang dibuat hari ini untuk dijual hari ini juga. Hasil obrol-obrol saya dengan Dimas dan Ayu yang merupakan owner dari Bilik Manis Pancake, awal mula mereka memutuskan untuk membuat usaha ini karena kesukaan mereka berdua pada buah durian sementara di Palembang belum ada varian baru dari kuliner berbahan dasar durian. Dengan sedikit improve dari pancake durian yang sudah terkenal di Medan, maka terciptalah pancake durian ala Bilik Manis ditambah dengan varian pancake lainnya.




Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, di Palembang buah durian adalah buah musiman. Karena itu untuk mengantisipasi hal ini, Dimas dan Ayu mendatangkan buah durian dari Medan yang selalu ada setiap saat. Dan alhamdulillah selama 4 bulan berjualan, Bilik Manis Pancake berhasil menjual 10.000 pcs pancake setiap bulannya. Hal ini bisa dimaklumi karena hampir semua orang Palembang suka durian dan juga suka akan sesuatu yang baru. Sejauh ini konsumen Bilik Manis Pancake mencakup semua kalangan mengingat harga perbuahnya yang sangat murah. Melihat respon yang sangat baik ini, Dimas dan Ayu berencana untuk membuat tempat permanen untuk Bilik Manis Pancake ke depannya, selain supaya lebih tenang berjualan rupanya selama ini mereka ngga jarang kejar-kejaran dengan Pol PP.



Apapun itu, saya salut dengan semangat dua anak muda Palembang ini membangun usaha mereka. Buat saya itu sesuatu banget *Syahrini style*. Yang jelas kehadiran Bilik Manis Pancake menambah daftar kuliner berbahan dasar durian yang harus di coba kalau ke Palembang. Buat teman-teman yang ingin mencoba kelezatan pancake durian dan varian pancake lainnya khas Bilik Manis, silahkan datang ke depan GOR Kampus Palembang atau follow akun twitter @BILIKMANISpncke untuk info seputar produk-produk mereka atau mungkin lokasi berjualan mereka. Dan bisa juga hubungi :

6 comments:

  1. Soal isian, ini yang menjadi sesuatu yang sangat mengejutkan. Jenis-jenis makanan atau kuliner yang mengandalkan isi bisa menjadi suatu 'kejutan' istimewa terutama durian. Ini buah kesukaan saya, namun berhubung ketersediaannya tidak seperti buah-buahan yang lain membuat makanan atau kuliner yang menggunakan durian agak fluktuatif dari segi harga dan memang tergolong makanan yang 'istimewa'. Saya harap sih, ada resep yang dicantumkan untuk review cemilan satu ini. :)

    ReplyDelete
  2. Gak suka DURIAN dan gak pernah makan DURIAN hehe.. ^_^

    ReplyDelete
  3. pasti kak goiq dikasih pancake duren sekantong besar sama Ayu :D

    ReplyDelete
  4. Wah ini dia.... saya suka pancake, apalagi durian. Tapiii kalo digabung... saya gak mau.... pancake enakan pake madu. Cukup itu aja. Dan durian cukup dimakan sendiri. Udah. :)

    ReplyDelete
  5. Thank you for the post. Baru aja pindah ke Palembang dan pengen pancake duren. Sekarang jadi tau harus beli kemana. Makasih :)

    ReplyDelete
  6. Julia9:21 AM

    Kulitnya nampak tebel yah... Kalo saya lebih suka pancake duren versi kulit tipis seperti Nelayan (Medan) atau Legit (Bekasi).

    ReplyDelete

Terima kasih....