27 September 2011

Trip ke Banjarmasin

Minggu ini saya mendapat tugas kenegaraan dari kantor saya menuju Banjarmasin. Salah satu trip bersejarah, karena salah satu resolusi saya di tahun 2011 ini bisa tercapai, yaitu menginjakkan kaki di tanah Borneo untuk kali pertama. Dan perjalanan kali ini mendampingi salah satu artis saya, yaitu Samantha Band.



Perjalanan Minggu pagi itu diawali dengan rutinitas kurang tidur karena takut kebablasan yang dapat mengakibatkan ketinggalan pesawat. Jadilah seperti pada trip sebelumnya, saya tiba di Soekarno Hatta Airport dalam kondisi mengantuk berat. Untungnya hari itu dewi fortuna seolah sedang memeluk saya dengan erat. Pesawat Lion Air yang oleh beberapa rekan diubah dengan semena-mena namanya menjadi Delay Air saking seringnya terlambat, pagi itu melakukan sebuah keajaiban besar. Flight kami yang tertera adalah pukul 09.00 pagi dan pukul 08.30 seluruh penumpang sudah dipanggil untuk masuk pesawat. Biasanya cuma Garuda saja yang bisa menerapkannya.



Sempat bernarsis ria dulu sembari menunggu antrian masuki pesawat. Lalu segera tertidur pulas begitu duduk dibangku pesawat. saya terbangun beberapa menit sebelum mendarat di Airport Syamsudin Noor Banjarmasin.



Karena ini adalah kali pertama bagi saya menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan, maka sebbanyak mungkin saya harus mengabadikan moment-moment bersejarah ini. Dan wajib hukumnya untuk berfoto di depan tulisan bandara ini supaya saya tidak dikira mendayung sampan ke Kalimantan. Hahahahaha



Kesan pertama ketika menginjakkan kaki di Banjarmasin adalah panas. Sebenernya saya sudah terbiasa dengan cuaca panas mengingat saya sendiri berasal dari Palembang yang terkenal dengan cuaca panasnya. Tapi tidak tahu kenapa, cuaca di Banjarmasin ini terasa lebih menyengat dibandingkan dengan cuaca di Palembang. Bisa dibilang Banjarmasin dan Palembang merupakan dua kota dengan tipikal yang kurang lebih sama. Banyak sungai yang membelah beberapa wilayah lengkap dengan rawa-rawa dibeberapa tempat dan aktifitas masyarakat pinggir sungai nya juga kurang lebih sama satu dengan yang lainnya. Intinya saya sangat menikmati tempat demi tempat yang saya singgahi dikota ini. Hanya saja karena waktu kunjungan yang sangat singkat mengingat saya juga harus mendampingi anak-anak Samantha yang jadwalnya cukup padat, tidak terlalu banyak tempat yang bisa saya datangi.




Malam itu Samantha band perform di Jorong Cafe Banjarmasin. Dan setelahnya kami sempat mencicipi lontong orari yang katanya paling terkenal di Banjarmasin. Lontong yang rasanya lezat dengan porsi yang cukup besar dan lauk-pauk yang melimpah. Dan katanya lontong ini juga buka 24 jam.



Keeseokan harinya jadwal saya sebelum pulang adalah mengunjungi beberapa radio di Banjarmasin untuk bersilaturrahmi. Dan tidak lupa singgah ke jembatan Barito yang terkenal itu. Tadinya saya pikir Jembatan barito berada ditengah kota seperti Jembatan Ampera, ternyata saya salah. Untuk menuju ke Jembatan Barito, harus menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan dari kota Banjarmasin.




Dan tentu saja tidak lengkap rasanya jika ke Banjarmasin tanpa mencicipi Soto Banjar yang sudah terkenal seantero Indonesia ini. Atas rekomendasi sahabat saya, maka saya memilih Depot Bang Amat yang berlokasi di pinggir sungai Martapura. Karena menurut teman saya porsi soto yang disajikan cukup banyak, maka sayapun memilih untuk memesan setengah porsi saja. Rasa sotonya lezat dan gurih sekali. Soto Banjar disajikan dengan lontong, perkedel,bihun, suwiran ayam dan telur bebek. Untuk teman makan soto, saya juga memesan setengah porsi sate ayam. Saya pikir yang namanya sate pasti sama saja satu dengan yang lainnya. Tapi ternyata sate di Banjarmasin untuk kuah kacangnya menggunakan kacang mede. Jadi tambah lagi nih pengetahuan kuliner saya.

Selesai makan siang waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, maka sayapun memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Banjarmasin dan menuju airport Syamsudin Noor mengingat penerbangan saya kembali ke Jakarta pukul 16.30 WITA. Mengingat masih banyak tempat di Banjarmasin yang belum saya singgahi, saya bertekad akan kembali lagi suatu saat nanti. Terima kasih untuk Vian dan Fefey yang sudah menemani jalan-jalan pertama saya di tanah Borneo.

1 comment:

  1. waaaahhh... asik bener kak? nak ngelamar aah tmpt kak goig begawe.

    ReplyDelete

Terima kasih....