21 September 2011

Wisata Sejarah di Bengkulu

Hari Sabtu yang lalu saya menginjakkan kaki kembali dikota Bengkulu, setelah beberapa bulan sebelumnya pernah berkunjung meskipun hanya sekedar transit karena tujuan utama tempo hari adalah Curup yang berjarak lebih kurang 3 jam dari kota Bengkulu. Kunjungan kali ini bersama grup band Blackout yang akan menghibur masyarakat kota Bengkulu.



Bukan Goiq namanya kalau dalam perjalanan dinas saya tidak menyempatkan untuk jalan-jalan sejenak untuk sekedar mengenal lebih dalam kota yang saya kunjungi. Dan di Bengkulu ini pun saya kembali melakukannya. Dan berikut beberapa tempat yang saya kunjungi bersama sahabat saya Rado, sesama peserta 45 besar IT Travelers GO! 2011.

1. Rumah Ibu Fatmawati



Ini adalah rumah Ibu Fatmawati yang saat ini menjadi salah satu objek wisata sejarah di Bengkulu. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan didalamnya masih menyimpan perabotan-perabotan dan foto-foto tempo dulu..

2. Rumah Pengasingan Bung Karno




Rumah ini dihuni oleh Bung Karno semasa diasingkan oleh penjajah Belanda pada tahun 1938 - 1942. Konon kabarnya, rumah ini tadinya milik orang Tionghoa. Dan aksen rumah Tionghoa itu bahkan masih dapat dilihat hingga saat ini. Didalam rumah ini masih tersimpan beberapa koleksi Bung Karno seperti buku-buku, sepeda dan foto-foto bersama Ibu Fatmawati. Sedikit informasi, pada saat pengasingan di Bengkulu inilah, Bung Karno bertemu Ibu Fatmawati yang kemudian menjadi istrinya dan menjadi ibu dari putra putrinya yang salah satunya kemudian mengikuti jejak sang ayah menjadi Presiden Republik Indonesia.

3. Tugu Thomas Parr



Sebelum datang ke Bengkulu, saya sama sekali tidak pernah tahu menahu soal Tugu Thomas Parr. Setelah datangpun saya tidak menemukan sama sekali petunjuk mengapa tugu ini begitu istimewa dan menjadi Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang Undang. Saya baru mengetahui tentang seluk beluk Tugu Thomas Parr ini setelah googling di laptop. Ternyata Tugu ini dibangun oleh pemerintah Inggris pada tahun 1808 untuk mengenang Residen Thomas Parr yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu. Dan bagi masyarakat Bengkulu sendiri, tugu ini merupakan simbol perlawanan masyarakat Bengkulu terhadap penjajahan Inggris.

4. Benteng Marlborough





Dan tujuan wisata sejarah selanjutnya dikota Bengkulu adalah Benteng Marlborough. Menurut Wikipedia, benteng ini dibangun pada tahun 1713 - 1719 pada era penjajahan Inggris. Benteng ini berdiri diatas bukit buatan menghadap kota Bengkulu dan membelakangi Samudera Hindia. Banyak sekali benda-benda peninggalan yang masih bisa dilihat di benteng ini seperti meriam yang bisa dilihat di beberapa sudut benteng ini.

5. Pantai Panjang




Setelah puas mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tujuan saya selanjutnya adalah Pantai Panjang. Saya beruntung karena hotel tempat saya menginap berada dipesisir pantai panjang. Tinggal menyebrang jalan, maka langsung bertemu dengan pantai yang masih alami ini. Kata orang, belum sah datang ke Bengkulu kalau belum menginjakkan kaki di pantainya. maka selama saya berada di Bengkulu, sayapun berkali-kali datang ke pantai. Biar bener-bener sah. Hahahahaha... kalau sore, pantai ini banyak dikunjungi orang-orang untuk sekedar menikmati sunset atau jogging dihamparan pasir putihnya. Terlihat juga beberapa orang yang asyik bermain bola di pinggir pantai. Ahh.. suasana pantai berombak besar yang langsung menghadap ke Samudera Hindia ini membuat saya sangat betah berada di Bengkulu. Sayang saya hanya 2 hari saja berada di Bengkulu. Tetapi saya pasti akan kembali lagi untuk menikmati lagi semua keindahan ini...

4 comments:

  1. borsalino7:14 PM

    mmhhh .. bengkulu ...
    jadi teringat kegilaan semasa muda di bengkulu ...

    ReplyDelete
  2. Meski sudah ke Bengkulu, tapi aku belum ke liat Rumah Pengasingan Bung karno itu dudududu (^~^) seminggu di Bengkulu kerjaan Hotel-Graha Pena dan Pantai jiah... Hiksss

    ReplyDelete
  3. makasih mas sudah berkunjung ke blog saya. Pengen eiuy main ke Bengkulu. Katanya pantainya bagus banget. hehe

    ReplyDelete

Terima kasih....