14 October 2011

Review Film : Abduction

Hari Jumat dipertengahan bulan Oktober tekanan pekerjaan terasa sangat berat dan mengakibatkan otak saya terasa penuh sesak. Menunggu jam 5 sore berasa nunggu berhari-hari. Cuma satu rencana saya sepulang kantor, shopping di Pejaten Village. Entah kenapa belakangan ini kegiatan belanja membuat pikiran saya sedikit lebih rileks. Mudah-mudahan hobi baru ini cuma dampak dari overload nya otak saya. Singkat cerita saya tiba di Pejaten Village dan bergegas menuju lift. Tujuan awal mau melihat-lihat buku baru buat bahan bacaan kalau lagi senggang atau saat sedang travelling. Padahal dirumah ada beberapa buku baru yang sudah saya beli yang plastiknya belum saya buka. Hahahahaha.. Entah karena terlalu bersemangat atau karena lamunan, saya ternyata salah pencet tombol lantai di Lift. Saya keluar dilantai paling atas tempat XXI berada. Kadung sudah keluar lift, sayapun memutuskan masuk ke bioskop melihat-lihat film apa yang sedang tayang maupun yang akan tayang. Dan tiba-tiba saya melihat poster film Abduction yang diperankan oleh Taylor Lautner yang terkenal karena perannya di Film Twilight, New Moon dan Eclipse sebagai Jacob Black. Tahu-tahu saya sudah beli tiket dan langsung duduk di kursi B10 studio 2 Pejaten Village XXI.



Dalam film ini Taylor berperan sebagai Nathan Harper, seoarang remaja sekolahan dari keluarga yang sangat harmonis. Naksir diam-diam dengan tetangganya yang juga teman sekelasnya di sekolah yang bernama Karen yang diperankan oleh Lily Collins yang merupakan putri musisi ternama Phil Collins. Hingga kemudian dalam sebuah tugas pelajaran sosiologi, Nathan dan Karen menjadi satu team untuk mengerjakan sebuah tugas. Dan entah kenapa mereka akhirnya membicarakan website yang membahas tentang orang-orang hilang. Dan mereka menemukan sebuah foto bocah lelaki yang mirip sekali dengan Nathan. Bahkan untuk meyakinkan ini, Nathan sampai melakukan rekayasa digital untuk mengetahui seperti apa muka si bocah ketika dewasa. Dan ternyata wajah Nathan lah yang terpampang disitu. Hingga akhirnya rahasia besar tentang jati diri Nathan terungkap satu demi satu hingga akhir film.

Sebenarnya ketika saya memutuskan untuk membeli tiket film ini, karena saya tertarik dengan poster nya. Kalau melihat poster diatas pastinya kita langsung membayangkan adegan action yang akan tersaji di sepanjang film ini. Cuma sayang, adegan action yang ada justru sama sekali tidak mendebarkan. Film ini seperti hanya ingin menjual pesona Taylor Lautner untuk mengeruk penonton. Dan hasilnya ?? Buruk menurut saya !!! Dengan body kekar dan perawakan macho, Lautner berakting terlalu manis. Lawan mainnya Lily Collins justru berakting lebih baik daripada Taylor. Sebenernya film ini bisa berpotensi jadi tontonan yang menarik kalau saja adegan-adegan actionnya lebih maksimal. Hanya saja, sutradara sepertinya lebih suka menonjolkan benih-benih cinta yang tumbuh antara Nathan dan Karen. Sehngga banyak sekali adegan gak masuk akal yang terjadi. Coba bayangkan, dalam kondisi nyawa terancam karena lagi dikejar-kejar musuh bersenjata dengan peralatan canggih, kok si Nathan dan Karen ini masih sempet-sempetnya asyik mahsyuk diatas kereta. halaaah... Benar-benar merusak suasana kalau menurut saya. Trus bukti kalau film ini cuma menjual pesona Taylor Lautner adalah wajah Nathan yang tetap bersih tanpa luka dan lebam dari awal sampai akhir cerita. Padahal diatas kereta sudah tonjok-tonjokan loh. Karen aja masih ada adegan muka bengep karena abis ditonjok.

Tapi terlepas dari banyaknya cacat di film ini, saya tetap yakin pesona Taylor Lautner masih mampu mendatangkan penonton meskipun saya yakin juga angkanya akan jauh dibawah film-film Taylor Lautner sebelumnya. Dan setelah menonton sampai tuntas ,saya kasih nilai 5/10 untuk Film Abduction...

1 comment:

  1. Hoooo seperti biasa, film tak lepas dari bloopers. :)

    Taylor bukan aktor laga favorit saya. Jason Statham favorit saya. :)

    ReplyDelete

Terima kasih....