27 November 2011

Tips Dalam Penerbangan Komersial

Sebagai orang yang cukup sering bepergian keluar kota dengan menggunakan pesawat udara, saya cukup hapal beberapa kebiasaan dari sebuah maskapai. Setiap maskapai itu pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa jadi menguntungkan atau justru sebaliknya malah merugikan buat kita. Berikut saya berikan beberapa tips dalam penerbangan komersial berdasarkan pengalaman saya, yang siapa tahu bisa memudahkan dalam penerbangan :



1. Jika kebetulan ada acara diluar kota yang masuk kategori penting dan harus kita hadiri. Jangan memilih penerbangan mendekati acara tersebut. Lebih baik memilih penerbangan pada H-1 sebelum acara. Kalaupun benar-benar darurat hanya bisa berangkat di hari H, pilihlah maskapai yang sudah terkenal dengan ketepatan waktunya. Dan jangan lupa untuk memantau berita, apakah ada tamu VVIP yang akan tiba di kota kita atau di kota tujuan kita yang bisa jadi memungkinkan airport dikota kita ataupun dikota tujuan kita akan ditutup untuk sementara waktu sehingga penerbangan bisa jadi terhambat meskipun telah menggunakan maskapai yang terkenal dengan jadwal on-time nya.



2. Beberapa maskapai penerbangan di Indonesia terkenal dengan delay nya. Jika kita sudah memilih atau mau tidak mau harus memilih maskapai tersebut, siapkan diri kita untuk kemungkinan delay yang bisa saja terjadi. Cemilan atau bahan bacaan adalah obat terbaik untuk menunggu delay keberangkatan. Tetapi adalah hal yang salah pula jika kita terlalu berpatokan pada kebiasaan delay si maskapai sehingga menjadikan kita bersantai-santai menuju airport. Datang tepat waktu minimal 1,5 jam sebelum jam keberangkatan meskipun kita tidak tahu bakal ada delay atau tidak adalah pilihan yang bijak.



3. Kenali maskapai apa saja yang menyediakan makanan berat, snack atau tidak menyediakan makanan sama sekali dalam penerbangan. Sehingga kita bisa mempersiapkan diri kita untuk makan terlebih dahulu sebelum keberangkatan. Ingat juga bahwa beberapa maskapai yang menjual makanan dan minuman di saat penerbangan, biasanya tidak memperkenankan penumpang membawa makanan dari luar untuk dimakan dipesawat.



4. Tidak ada salahnya mengenali tipe pesawat yang digunakan sebuah maskapai. Walaupun tidak ada patokan bahwa pesawat tipe A lebih aman dibandingkan dengan pesawat tipe B. Tapi setidaknya dengan kita mengenali tipe pesawat, akan memudahkan kita dalam banyak hal, misalnya bagasi yang boleh dibawa dikabin pesawat. Beda tipe pesawat tentu saja juga membedakan besarnya bagasi yang boleh dibawa masuk kedalam kabin.



5. Jangan sungkan untuk meminta tempat duduk favorit ketika check in. Saya pribadi selalu meminta untuk ditempatkan dibagian belakang dan disamping jendela. Untuk penerbangan lebih dari 2 jam, saya bisanya meminta duduk dibarisan jendela darurat, karena tempat duduk di jendela darurat biasanya lebih lega dibandingkan dengan dibarisan lain. Tentu saja kita bisa mendapatkan kursi favorit kita jika belum ada yang menempatinya. Dan itu bisa kita dapatkan jika check in lebih awal dari jam keberangkatan. Atau bisa juga melalui web check in seperti yang sudah diterapkan oleh Garuda Indonesia. Sejauh ini memilih tempat duduk favorit belum dikenakan biaya, kecuali oleh Air Asia.



6. Mengingat bahwa beberapa maskapai di tanah air masih belum terlalu baik dalam pengelolaan bagasi, saya lebih memilih untuk membawa ransel jika bepergian yang bisa dibawa masuk kedalam kabin. Jika memang kebetulan harus membawa bagasi yang cukup besar, saya sarankan untuk benar-benar selektif memilih maskapai yang akan digunakan. Apalagi jika penerbangan yang akan kita gunakan adalah penerbangan transit. Memang tidak ada patokan bahwa maskapai A lebih baik daripada maskapai B dalam hal pengelolaan bagasi, tetapi belajar dari pengalaman orang-orang yang bagasinya hilang, tertinggal atau justru salah masuk pesawat saya rasa bisa membuat kita berpikir dengan bijak. Jangan pernah memasukkan benda berharga apapun kedalam koper yang akan dimasukkan dibagasi pesawat. Lebih baik pula jika bagasi tersebut di wrapping terlebih dahulu.

7. Lebih baik menggunakan penerbangan connecting untuk menuju ke kota tujuan yang tidak ada direct flight nya. Penerbangan connecting ini tidak akan membuat kita pusing soal bagasi maupun keterlambatan jadwal. Pengalaman saya di Bali minggu lalu, karena tertarik dengan tiket murah, saya lebih memilih mengambil resiko tidak menggunakan penerbangan connecting menggunakan maskapai yang sama. Saya berasumsi dengan jeda waktu 2,5 jam, apabila flight dari Bali delay sampai 2 jam pun saya masih punya cukup waktu untuk mengejar penerbangan saya ke Palembang. Apalagi bila penerbangan ke Palembang juga mengalami delay. Ternyata kejadian yang sama sekali tidak saya duga membuat penerbangan dari Bali mengalami delay sampai 3 jam dan sayapun ketinggalan pesawat menuju Palembang.

8. Penerbangan pertama atau penerbangan paling pagi biasanya penerbangan yang jarang sekali delay mengingat pesawat biasanya sudah bermalam di airport. Buat yang susah bangun pagi mungkin ada baiknya tidak memilih penerbangan paling pagi jika tidak yakin bisa bangun dan tidak ada yang membangunkan. Atau bisa disiasati dengan bermalam di airport. Meskipun airport di Indonesia rata-rata "kurang bersahabat" dengan para backpacker atau penumpang yang ingin tidur di bandara untuk perbangan pagi, tapi saya tetap melihat ada saja yang bela-belain untuk menunggu di airport.

Saya menulis tips ini berdasarkan pengalaman-pengalaman saya pribadi bepergian kebanyak kota di Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Alhamdulillah saya baru 2 kali ketinggalan pesawat (mudah-mudahan tidak ada yang ketiga), tidak pernah kehilangan bagasi, dan tidak pernah ketinggalan acara karena pesawat delay. Apapun maskapainya, nikmatilah penerbanganmu :)

15 comments:

  1. Pernah ketinggalan pesawat? Gimana tuh rasanya..

    ReplyDelete
  2. @Haqqi : ketinggalan pesawat ? yang jelas bukan sesuatu yang diharapkan... dan jangan sampe terjadi untuk ketiga kalinya.. Rsanya ? menyebalkan karena harus buang duit buat beli tiket baru. hahahaha

    ReplyDelete
  3. Wah seru sekali, mas. Saya pernahnya ketinggalan kapal laut :)

    ReplyDelete
  4. bener mas, jangan mepet mepet waktu nyampe bandara bahkan oleh pesawat yang terkenal dengan delay sekalipun


    pengalamanku pernah tertinggal pesawat lion air jam keberangkatan 18:00 di bandara suta. hiks

    ReplyDelete
  5. artikelny sangat bermangpaat.
    double thumbs buat kak goiq ^^

    ReplyDelete
  6. wahhh nice info..
    tapi selama ini saya bari naik pesawat sekali aja..

    :malu

    hehhe

    ReplyDelete
  7. @Aditya : oh yaaa ? gimana ceritanya?
    @Jarwadi : betul sekali...
    @Emon : maacih kakak :)
    @Nisa : buat bekal kalo besok-besok naik pesawat lagi :)

    ReplyDelete
  8. nice post kak.
    aku baru punya pengalaman buru2 pas di Bali kemaren, udah final call, langsung boarding :)

    ReplyDelete
  9. seumur2 saya gak pernah naek pesawat. gimana rasanya ya. #yajelasgakpernahsoalnyapenumpangitumustididalampesawat

    ReplyDelete
  10. boleh juga tipsnya, suer seumur2 gk pernah namanya naek pesawat terbang(ndeso ya :-D)

    ReplyDelete
  11. busetttt naik kapal terbang kayak naik angkot ajah yak saking seringnya hahaha...

    ReplyDelete
  12. tips nya keren bro :) iya sama i juga biasanya pake ransel dan bawa ke kabin, nambahin dikit aja ada maskapai yang mensyaratkan barangyang dibawa ke kabin harus dibawah 8 kg :)

    ReplyDelete
  13. Wahhh kamu hebat ya sering naik pesawat, keren deh :D

    ReplyDelete
  14. Waaaah lengkap sekali, Bang! ^^

    Makasih nih, akan saya ingat ini kalo nanti saya mesti beli tiket sendiri. :)

    ReplyDelete
  15. mantab ,,, punya aku tikelnya udah hilang semua hahahaha

    ReplyDelete

Terima kasih....