10 December 2011

Melihat Karya Seniman Dunia Di Museum Pasifika

Dalam acara Asean Blogger Conference di Bali yang saya hadiri bulan November lalu, saya sangat beruntung karena bisa melihat karya seniman seniman besar dunia di Museum Pasifika tempat acara tersebut berlangsung.



Museum Pasifika sendiri berdiri pada tanggal 8 Agustus 2006 dan terletak di kawasan Nusa Dua. Museum ini menyandang status sebagai museum internasional, yang artinya kita dapat menjumpai banyak karya seniman-seniman besar dunia didalamnya termasuk maestro-maestro seni dalam negeri. Koleksi yang dapat kita lihat disini menggambarkan keragaman wilayah Asia Pasifik. Untuk koleksi lukisan, yang dapat kita lihat di Museum Pasifika berjumlah 780 buah. Sementara koleksi karya seni lainnya yang dapat kita jumpai disini adalah patung, tapa dan tekstil yang berjumlah 387 buah. Dari jumlah tersebut, 30% koleksi di Muesum Pasifika merupakan karya seniman mancanegara.



Semua karya-karya seniman tersebut dapat kita lihat dalam 11 ruang pameran yang dibagi berdasarkan asal negara sang seniman maupun tema seni yang pamerkan.





Saya pribadi selama ini termasuk dalam kategori orang Indonesia kebanyakan yang jika mendengar kata museum langsung membayangkan sebuah tempat yang membosankan. Akan tetapi melihat koleksi yang ditampilkan di Museum Pasifika dengan dipandu Mbak Reni yang cantik dan memberikan kita penjelasan yang sangat mudah dimengerti oleh orang awam, membuat saya jadi bersemangat sekali untuk mengikuti tur singkat disesi break acara ASEAN Blogger Conference. Sayangnya keterbatasan waktu membuat saya tidak bisa menjelajahi semua ruangan pameran yang ada.



Berbicara soal pengunjung, Museum Pasifika didatangi rata-rata 4500 orang setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 75% nya adalah pengunjung dari luar negeri. Seperti yang saya katakan sebelumnya, masyarakat Indonesia memang kurang tertarik dengan museum karena masih berasumsi museum adalah tempat yang membosankan. Tetapi pihak pengelola museum selalu memikirkan ide-ide kreatif untuk menggalakkan masyarakat berkunjung ke museum, seperti membuat brosur yang menarik dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat awam, memberi harga khusus kepada pengunjung domestik (tiket masuk seharga Rp.70.000,-), serta memberikan penjelasan seputar koleksi-koleksi yang dapat dilihat termasuk koleksi karya seniman yang familiar oleh masyarakat kebanyakan. Selain itu juga menggelar pameran seni dan juga mengadakan acara-acara lainnya didalam museum seperti acara ASEAN Blogger Conference yang saya ikuti.

Dengan seringnya museum ini mengadakan acara yang diikuti oleh banyak orang, saya sempat berpikir bagaimana pengamanan koleksi-koleksi yang terdapat di ruangan pameran ? Apalagi saya perhatikan meskipun museum dipadati banyak orang, tetapi tidak banyak pihak museum yang memantau gerak-gerik orang yang berlalu lalang. Rupanya setelah saya menanyakan mengenai hal ini, saya mendapat jawaban bahwa pengamanan koleksi ini sudah menggunakan sistem keamanan yang canggih selain juga dengan sistem keamanan dari staff dan juga pihak keamanan BTDC, kawasan tempat museum Pasifika ini berada. Sistem pengamanan yang canggih dan berlapis ini membuat nyaman para pengunjung yang datang karena mereka tidak perlu merasa dikuntit kesana kemari oleh karyawan museum.



Karena tidak sempat mengunjungi semua ruang pameran yang ada, saya berjanji jika ke Bali lagi akan berkunjung lagi ke Museum Pasifika untuk lebih mengetahui karya-karya para maestro seni tanah air mulai dari Affandi, Raden Saleh, Nyoman Gunarsa, Ida Bagus Njoman Rai dan lain lain hingga karya para seniman mancanegara yang menggambarkan keragaman Asia Pasifik. Jadi kalau besok-besok ada rencana ke Bali lagi, pastikan salah satu tempat yang akan disinggahi adalah Museum Pasifika.

Museum Pasifika
Complex Bali Tourism Development Corporation
(BTDC) Area
Block P, Nusa Dua 80363, Bali
Phone: +62 361 774935
Fax: +62 361 774559
Email: info@museum-pasifika.com
http://www.museum-pasifika.com

7 comments:

  1. kalo ini saya tahu! :D
    tapi belum sempat msuk :(

    ReplyDelete
  2. Ck ck ck... para seniman itu.. hebat deh, luar biasa. Bagi orang semacam saya yang jiwa seninya kurang, rasanya melihat orang2 yang bisa melukis, memahat, dan mengukir karya seni rupa itu sungguh takjub. :)

    ReplyDelete
  3. foto yang terakhir kayaknya salah satu aset museum ya :D

    ReplyDelete
  4. Eh bener banget tuh Huang, itu aset langka loh xixixix :p

    kemarin pas ke Bali gak sempet kesini...

    ReplyDelete
  5. menemukan kosakata baru di posting akak goiq kali ini "berlalu lanang".
    apa artinya ya *lugu :p

    ReplyDelete
  6. Wah asik banget ikut Asean Blogger Conf ^^

    ReplyDelete

Terima kasih....