30 January 2012

Bersenandung di Pulau Tidung

Setelah Trip Ujung Genteng yang saya dapatkan dari Diskon Gokil bulan Desember lalu, iseng-iseng saya buka kembali halaman web promo diskonan tersebut. Siapa tahu saya kembali menemukan paket trip dengan harga murah. Dan ternyata saya beruntung, web tersebut sedang menawarkan paket promo trip ke Pulau Tidung dengan harga Rp.300.000,- all in. Menurut teman saya yang sudah biasa ke Pulau Tidung, harga paket itu sih sebenarnya standar saja. Tapi karena memang belum pernah plesiran ke Pulau Tidung, maka sayapun memutuskan untuk mengambil paket tersebut. Dan ternyata sepupu saya dan beberapa temannya pun tertarik untuk ikut berwisata ke Pulau Tidung. Jadilah saya memesan paket yang ditawarkan dari web Diskon Gokil untuk 7 orang lagi....






Sabtu pagi kemarin, sekitar pukul 6 pagi, kami berdelapan sudah berkumpul di Pelabuhan Muara Angke. Gadis-gadis yang saya kawal langsung jejeritan mencium bau amis ikan disekitar pelabuhan. Suasana di pelabuhan pagi itu sudah ramai dengan orang-orang yang membawa ransel dan koper yang sepertinya akan menyebrang menuju pulau-pulau eksotis di Kepulauan Seribu. Beberapa dari kerumunan tersebut bisa jadi adalah orang-orang yang akan satu kapal dan mengikuti trip yang sama dengan kami. Setelah bertemu dengan Mas Abu dari Juragan Tidung, kamipun langsung memasuki kapal yang akan membawa kami berlayar menuju Pulau Tidung. Tidak ada tempat duduk diatas kapal, atau dengan kata lain semua penumpang harus duduk lesehan sampai tiba di Tidung. Cuaca pagi itu sangat cerah dengan semburat kemerahan menghiasi langit Jakarta. Tepat pukul 7 pagi, kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan Muara Angke. Dengan jarak tempuh 2,5 jam perjalanan, maka kami bisa melakukan banyak hal didalam kapal. Bisa tidur, main kartu, membaca buku atau asyik mahsyuk dengan gadget masing-masing.




Tepat pukul 9.30 kami merapat di Pelabuhan Pulau Tidung. Sebuah gerbang masuk Bertuliskan Tidung "Keep It Clean" menyambut kami. Seperti biasalah, bernarsis ria dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah puas berfoto-foto, kami langsung digiring menuju pondokan tempat menginap. Karena rombongan yang saya bawa berjumlah 8 orang, maka kami ditempatkan dalam satu pondok tersendiri dan tidak bercampur dengan kelompok lain. Bagi gadis-gadis yang saya bawa, hal tersebut sangat menyenangkan. Tapi buat saya hal itu kurang menyenangkan karena hal tersebut berarti peluang untuk berkenalan dengan orang-orang yang belum pernah saya kenal akan menipis. Untuk pondokannya sendiri terdapat 2 kamar didalamnya dan terdapat 2 kamar mandi. Para gadis tidur di 2 kamar tersebut, sedangkan saya tidur dikasur yang disediakan di ruang tamu. Didalam kamar tersedia pendingin ruangan, sedangkan diruang tamu hanya tersedia kipas angin saja.






Pukul 13.00, kami dibawa menuju perairan disekitar Pulau Pesona untuk snorkeling. Disitu saya baru tahu bahwa kami satu rombongan dengan 8 orang lainnya. Dari Pulau Tidung kami menggunakan kapal kecil dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasi tempat kami snorkeling adalah tempat yang sangat menyenangkan. Arus ombaknya tidak deras dan dari atas kapal kita bisa melihat keindahan dasar lautnya. Satu persatu rombongan yang berada dikapal menceburkan diri kedalam laut.





Setelah puas bersnorkeling, kamipun dibawa ke Pulau Payung untuk beristirahat sejenak. Pulau Payung adalah pulau yang indah dan ditumbuhi sejenis pohon cemara di pinggirannya. Airnya berwarna kehijauan dan sangat mengundang birahi untuk mengabadikan diri berpose disana. Saya sendiri membuat beberapa foto levitasi, mulai dari foto levitasi loncat loncat ala anak pantai sampai foto levitasi unyu. Hahahahahaha... Sebenarnya setelah snorkeling dan mengeksplore pulau payung, kami seharusnya melihat sunset dari atas jembatan cinta. Tetapi karena sore itu langit sangat mendung, maka kamipun mengurungkan rencana tersebut. Malamnya kami BBQ di pinggir pantai. Hembusan angin yang sangat dingin sungguh sangat membangkitkan selera makan. Semua makanan yang dibakar ludes dan menyisakan piring-piring yang berserakan. Alhamdulillah sangat kenyang...




Paginya kami bersepeda menyusuri jalan-jalan diperkampungan Pulau Tidung. Sangat menyegarkan sekali... Sayang sekali pagi itu cuaca kembali berawan sehingga kamipun tidak bisa melihat sunrise. Tapi semilir angin pagi di Pulau Tidung menerbangkan kekecewaan itu. Kami mengayuh sepeda kami sampai gerbang jembatan Cinta dan kembali foto beramai-ramai disana.





Inilah Jembatan Cinta yang terkenal itu. Saya tidak tahu pasti kenapa dinamakan Jembatan Cinta. Mungkin karena anak tangganya yang berwarna pink maka dinamakan begitu. Yang jelas beredar sebuah mitos yang mengatakan bahwa jika kita melompat dari atas jembatan cinta ini, maka kita akan dipertemukan dengan seseorang yang kita cintai. Mitos ini sebenarnya membuat saya galau untuk melompat juga. Tapi mengingat mitos hanyalah mitos, maka sayapun mengurungkan niat itu. Hahahahaha... Lalu sayapun menyusuri jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung dengan Pulau Tidung Kecil. Sepanjang perjalanan saya tak henti-hentinya bersenandung. Saya tidak tahu kenapa, tapi yang jelas suasana yang menyenangkan ini membuat hati senang dan saya pun berdendang...





Setelah puas menyusuri Pulau Tidung Kecil, kamipun kembali ke Pulau Tidung Besar. Suasana semakin ramai dengan orang-orang yang mengitari Jembatan Cinta. Terlihat pula pasangan yang sedang mengabadikan foto prewedding mereka diatas Jembatan Cinta. Di Pulau Tidung ada banyak pilihan hiburan air yang bisa kita pilih. Misalnya main jet ski dan banana boat. Untuk main banana boat kita dikenakan tarif Rp.35.000 per orang. Karena persediaan baju bersih sudah habis, saya memilih tidak ikutan para gadis yang ingin main banana boat. Saya pun memilih beristirahat di gazebo yang tersedia dipinggiran pantai.

Setelahnya kami kembali ke pondokan untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta. Ahh liburan yang meskipun singkat, tapi sangat menyenangkan buat saya. Insya Allah saya akan kembali lagi untuk menyusuri pulau-pulau eksotis lainnya di Kepulauan Seribu...

10 comments:

  1. wih, bagus juga yah pulau tidung.. hmm 300 ribuan all in kayaknya nggak terlalu mahal juga deh.. pengen kesana, secara saya belom pernah ke tidung. kapan-kapan kalo ke jakarta lagi ah, pas waktunya liburan tentu aja. hehehehe..

    sekarang, nabuung dolo ;P

    ReplyDelete
  2. Keren ya, mana murah lagi :D
    Tapi kalo dari Jayapura sini jatohnya berapa duit ya? Hahhaha...
    Btw, si om narsis juga :))))

    ReplyDelete
  3. beneran 300ribu all in? hmmmm

    ReplyDelete
  4. another getaway alternative buat yang tinggal di jakarta ya...

    btw asik juga tuh ngebawa rombongannya gadis2... huahahaha

    mestinya lompat aja di jembatan cinta. siapa tau mitos nya beneran... :)

    ReplyDelete
  5. 300rb all in? Menggiurkan!

    Gimana, turun dari jembatan cinta sudah dapat cintanya?

    ReplyDelete
  6. 300 ribu memang menggiurkan, btw itu ada foto yang diambil dari dalam air laut? atau nampak dari atas permukaan laut?

    ReplyDelete
  7. sepertinya menarik :D jadi pengen liburan ^^

    ReplyDelete
  8. Mantap, keren,dan bikin gw nganga, -kapan gw bisa nemplok kesono- gak percaya kalo Pulau Tidung itu cuma sepelemparan batu dari Jakarta.
    hebat, bro....

    ReplyDelete
  9. Wah cuma 300 ribu ya...
    Pengennn. :D

    ReplyDelete
  10. wah...
    cuma 300 rb?
    gak terlalu mahal lah...

    ...ehm..tapi kalo bawa anak anak rada ribet yah, kalo harus gabung sama orang di pondokan nya...

    Mana belakangan cuaca lagi rada mengerikan ya mas...

    Apa mendingan nge mall aja yak?...hihihi...
    *emang pada dasarnya gak kreatif ajah*

    ReplyDelete

Terima kasih....