11 January 2012

Tertib Bermotor Di Jalan Raya

Tadi pagi dalam perjalanan menuju kantor, saya melewati sebuah kecelakaan motor diseputaran Buncit. Pengendara motor dalam kondisi terkapar tak bergerak dengan darah yang terlihat menetes dan kondisi motornya pun tak kalah mengenaskan. Saya tidak tahu bagaimana kronologis kecelakaan itu terjadi dan siapa yang salah dalam terjadinya kecelakaan tersebut. Kecelakaan yang saya lihat tadi pagi itu sudah merupakan kecelakaan kesekian kalinya yang saya lihat. Ada yang kebetulan saya lihat tinggal sisa-sisa kecelakaannya saja, pernah juga ketika saya melintas kecelakaan itu sudah terjadi dan korbannya sudah dievakuasi ke pinggir jalan, dan yang paling mengerikan adalah ketika kecelakaan terjadi dihadapan kita. Saya bisa kepikiran seharian kalau melihat kecelakaan yang terjadi didepan mata meskipun hanya kecelakaan kecil yang tidak sampai berdarah-darah.



Sejak awal memutuskan hijrah kembali ke Jakarta, saya sudah memutuskan bahwa sepeda motor adalah pilihan kendaraan yang paling tepat untuk saya yang tidak suka kemacetan. Saya bisa stress berat kalau membayangkan harus menyetir mobil dan terjebak dalam kemacetan berjam-jam. Dengan motor, kemacetan separah apapun masih bisa saya tembus meskipun saat ini sepanjang jalan Buncit dan Mampang ada galian yang memakan badan jalan. Hampir dua tahun menjadi pengguna sepeda motor di Jakarta, saya mengelompokkan pengguna sepeda motor kedalam beberapa bagian :

1. Pengemudi Pembalap

Mau jalanan lengang atau macet, pengemudi motor tipe pembalap ini tetep saja nekat bermanuver kanan kiri juga salip sana dan salip sini. Tidak jarang saat menyalip nyalip ini, si pembalap ini harus naik keatas trotoar, melintasi halaman ruko, dan sering juga terlihat oleh saya nyerempet kaca spion mobil orang. Saya cuma bisa ngelus-ngelus dada ayam saja deh melihatnya... Hehehehehe

2. Pengemudi Pecandu Gadget

Disatu sisi sebenernya saya cukup kagum sama kemampuan pengemudi pecandu gadget ini. Bagaimana tidak, disaat mengendara sepeda motor yang butuh konsentrasi tingkat tinggi, pengemudi ini masih sempat-sempatnya untuk nelpon, bales sms, update status di social media atau mungkin ber BBM ria. Tapi disisi lain, saya cukup gemas dengan pengemudi tipikal ini. Karena tidak jarang beberapa diantara mereka terlalu asyik dengan gadgetnya sampai tidak menyadari bahwa lampu lalu lintas sudah menyala hijau, atau beberapa diantaranya yang seperti kehilangan keseimbangan yang sangat rentan sekali membahayakan pengemudi lainnya. Kalau memang penting, kenapa tidak menepi saja sih ? Kan tidak membahayakan diri sendiri dan bisa berkomunikasi dengan tenang...

3. Pengemudi Gaul

Di Jakarta banyak sekali saya jumpai para pengemudi gaul ini. Gaul disini bukan dandanan mereka yang gaul loh yah... Gaul disini saya artikan pengemudi ini punya banyak teman yang bahkan dijalananpun bisa mereka jumpai. Saking banyaknya teman, mereka asyik ngobrol dijalan sambil membawa kendaraan. Tidak jarang pula sambil bersenda gurau tertawa hahahihi. Kadang kala saking asyiknya ngobrol, sampe ngga memperhatikan kanan kiri loh. Saya agak ngeri-ngeri kalau kebetulan tiba-tiba berada dibelakang atau disamping pengemudi gaul ini, karena beberapa kali pernah kejadian hampir keserempet atau hampir nabrak karena mereka ngerem mendadak. Maklumlah terlalu asyik bersenda gurau...

4. Pengemudi Egois

Salah satu tipikal pengemudi motor yang cukup membuat saya kesal adalah pengemudi egois. Egois disini dalam banyak hal yah, diantaranya pengemudi yang menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan rendah tapi tidak mau jalan di pinggir. Trus kalau di klakson malah mereka yang sewot. Lalu ada juga pengemudi yang lampu sorotnya mati tapi tetep aja nekat jalan ditengah, ngebut bahkan nerobos jalur.

5. Pengemudi Tolah Toleh

Pengemudi motor tipikal ini seperti orang yang belum pernah lihat peradaban. Semua harus dilihat dan semua harus lirik. Lihat gedung tinggi noleh, ada helikopter dongak, ada cewe cantik melotot sampe kepalanya muter. Saya cuma ngeri aja pas kepalanya noleh tangannya mendadak ikutan noleh juga trus nabrak. Hiiiiyyy...

6. Pengemudi Pemarah

Berkendara dijalanan Jakarta pastinya hampir membuat pengendara motor jadi pemarah. Orang yang kalem pun bisa mendadak tempramen kalo lagi bawa kendaraan. Kalau itu sih saya masih maklum karena kadang sayapun mengalaminya. Cuma ada saja orang-orang yang pemarahnya ga ketulungan. Lagi macet parah dia klakson-klakson seenak udel. Lampu baru hijau dia sudah klakson-klakson ga berhenti sampe kendaraan didepannya melaju. Trus pake acara mulutnya komat kamit ngedumelin kendaraan yang berada didepannya yang dikategorikannya sebagai siput. Saya beberapa kali ketemu dengan pengendara pemarah model begini. Kadang sampe pengen neriakin ke orang itu bahwa jalanan bukan punya dia. Hahahahaha...

Saya sering mendengar bahwa sepeda motor adalah mesin pembunuh terbesar dijalan raya dimana banyak sekali orang meninggal dunia karena kecelakaan sepeda motor. Sebenarnya hal ini dapat kita minimalisir apabila para pengemudi sepeda motor sama-sama perduli dan tertib berlalu lintas. Karena dengan kita tertib berlalu lintas, kita tidak hanya melindungi keselamatan diri kita sendiri tapi juga menjaga keselamatan orang lain. Jadi mari kita fokus ketika membawa kendaraan kita, lupakan sejenak teman, lupakan sejenak gadget, dan stop melamun ! Insya Allah kita akan selamat dalam perjalanan...

6 comments:

  1. Suami saya pengguna sepeda motor juga. Semoga nggak masuk dalam kategori itu..

    ReplyDelete
  2. Ada juga pengemudi berhenti dan parkir sembarangan. Kadang mereka berhenti tidak pakai lampu sein dan berhentinya masih di jalan. Yang di belakang persis jadi kagok.

    ReplyDelete
  3. pengemudi sepeda motor di daerah dimana saya tinggal dicap orang daerah lain sebagai pengemudi sepeda motor yang rusuh tidak tahu aturan.

    misalnya di jogja, ada seorang pesepeda motor urakan, di sana orang akan bilang "pasti orang gunungkidul" LOL

    ReplyDelete
  4. banyak2an si abg yang sok ngebut tuh yang bikin jalan kacau ya mase,.......
    motor aja pake duit ortu,,da belagu

    ReplyDelete
  5. Yaaa, yg gak mau patuh rambu2 lalu lintas emang banyak bgt. makanya...

    coba polantas benar2 standby dimana-mana. (kalau bisa setiap jarak 100 meter. hihihi)
    kaykanya bisa tuh jd solusi

    ReplyDelete
  6. Hehehe, aduh Bang, saya sih ya, kalo pas ngendarai motor ada cewek cakep di pinggir jalan, saya juga ngelirik dia sampe muterin leher. :D Begitu pula kalo ada cewek cakep dibonceng motor atau lagi nyetir motor (pake helm half-face jadi wajahnya kelihatan). ^^

    ReplyDelete

Terima kasih....