18 March 2012

Saudara-Saudara Yang Luar Biasa

Akhirnya saya kembali ke Jakarta setelah satu minggu mengunjungi 4 kota di Pulau Sumatera. Sebenarnya saya ingin sekali ngeblog beberapa postingan ketika masih berada dalam perjalanan. Sayangnya modem saya tidak mendapat sinyal yang cukup baik untuk update blog dibeberapa kota. Bahkan di kota Padang, modem Smart saya sama sekali tidak mendapat sinyal. Akhirnya saya putuskan untuk update blog setelah saya tiba kembali di Jakarta. Sebelum saya bercerita seputar perjalanan, saya sengaja memilih postingan ini sebagai postingan pembuka dalam perjalanan satu minggu kemarin. Karena dalam perjalanan satu minggu itu, Tuhan menghadirkan saya saudara-saudara yang luar biasa yang membuat perjalanan saya menjadi semarak karena saya tidak merasa sendirian. Postingan ini saya dedikasikan buat saudara-saudara saya yang luar biasa itu....



Saudara saya di Medan ini bernama Wirsad Hafiz. Saya biasa memanggilnya Hafiz. Saya kenal saudara yang satu ini sudah cukup lama, bahkan sebelum saya pindah kerja di Jakarta. Kami sudah lumayan sering bertemu sebelumnya. Tahun lalupun saya pernah datang dan menginap dirumahnya. Maka tidak heran kalau tahun ini saya kembali diizinkan menginap dirumahnya. Hanya saja, bisa jadi ini tahun terakhir saya menginap dirumahnya. Kalau tahun depan saya melakukan perjalanan serupa, mungkin saya akan mencari sahabat yang lain untuk menginap. Karena tahun ini Hafiz akan melepaskan masa lajangnya bersama kekasih yang sudah sekian tahun dipacarinya yang kinipun sudah menjadi sahabat saya. Sebelum saya meninggalkan Medan, satu janji sempat terucap untuk menghadiri pernikahannya nanti... Insya Allah saya akan datang.




Di Kota Pekanbaru, saya menginap dirumah saudara saya yang bernama Nino. Saya mengenal Nino dari sahabat-sahabat saya di radio Pekanbaru. Kami sudah sering ngobrol via BBM dan twitter sebelumnya. Hanya saja kunjungan saya ke Pekanbaru kali ini merupakan pertemuan kami yang pertama. Dalam sebuah perbincangan via BBM tahun lalu, Nino pernah berjanji bila saya ke Pekanbaru dia akan mengajak saya mengelilingi kotanya. Bahkan ketika tahu kalau saya belum punya tempat menginap, dia langsung menawari saya untuk menginap dirumahnya. Kamar Nino bernuansa warna biru yang merupakan warna kesukaaan saya. Nino sempat meminta maaf karena kamarnya berantakan, tapi buat saya kamar Nino bahkan jauh lebih rapi daripada kamar saya di Jakarta. Saya juga terharu dengan sambutan keluarga Nino yang sangat ramah pada saya. Bahkan ketika saya akan meninggalkan kota Pekanbaru menuju Padang, keluarga Nino mengantarkan saya sampai didepan pagar. Terima kasih untuk sambutan hangatnya yah No...


Tadinya saya sama sekali tidak memasukkan Bukittinggi dalam list perjalanan saya kali ini. Akan tetapi seorang sahabat memaksa saya berjanji untuk mengunjungi kota yang berjarak lebih kurang 2 jam perjalanan dari kota Padang. Sayapun memenuhi janji itu. Sebagai kompensasinya, dia akan menjemput dan mengantarkan saya mengelilingi kotanya. Dialah Vicky, saudara saya yang berbaik hati mengambil cuti kerja untuk menemani saya. Sore sebelum kembali ke Padang saya sempat singgah dirumahnya dan Vicky menawari saya untuk menginap satu malam. Saya nyaris tergoda kalau saja saya tidak ingat banyak rencana yang harus saya jalankan di kota Padang. Sebenarnya saya juga merasa malas kembali ke Padang sore itu. Saya ingin melihat kota Bukittingi diwaktu malam, ditambah lagi hujan deras mengguyur Bukittinggi sore itu. Tapi saya menguatkan hati untuk tetap kembali ke Padang. Vicky pun mengantarkan saya ketempat travel tujuan Padang. Terima kasih yah saudara saya yang bela-belain berbasah-basah demi mengantar saya ketempat travel. Itu sangat berarti bro...


Saat kembali dari Bukittinggi dan tiba di Kota Padang, saya menginap di tempat kost Rian . Rian menjemput saya dan mengajak saya keliling sebentar menikmati kota Padang di waktu malam. Rian sendiri adalah sahabat blogger yang saya kenal dalam acara ASEAN Blogger Conference di Bali, dan saya sudah pernah menemuinya juga saat melanglang ke Padang bulan lalu. Waktu itu saya bilang padanya, kalau saya ke Padang lagi saya mau numpang menginap di tempat kost nya. Ternyata saya benar-benar kembali ke Padang dan mewujudkannya. Hahahahaha... Sayangnya karena saya benar-benar sudah sedemikian lelah setelah malamnya menempuh perjalanan dari Pekanbaru menuju Padang, yang dilanjutkan dengan perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi dan kembali ke kota Padang sore harinya, saya tidak sempat berbasa basi dengan teman-teman kos Rian. Saya langsung memasuki dunia mimpi begitu saya menyentuh kasur, bahkan tanpa acara mandi dan ganti baju terlebih dahulu. Hahahahaha...


Saudara lainnya yang saya jumpai sewaktu di kota padang adalah Ian dan Dial.Ian adalah sahabat saya sejak saya masih tinggal di Palembang dulu. Sementara Dial adalah sahabat Ian sesama mantan penyiar di salah satu radio Padang. Mereka berdua plus Rian menemani saya berkeliling kota Padang sampai mengantar saya ke airport sore harinya. Dari Ian dan Dial saya banyak sekali belajar bahasa Padang yang sederhana tapi mudah diingat. Mudah-mudahan mereka tidak mengajari saya bahasa yang aneh-aneh. Hahahahaha.

Saya tahu, merepotkan orang lain itu bukan prinsip seorang traveler. Karena sebelum bepergian kita pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya supaya tidak harus merepotkan orang lain ditempat tujuan. Tanpa adanya bantuan dari saudara-saudara sayapun sebenarnya bisa jalan sendiri, tapi kehadiran mereka membuat perjalanan saya menjadi lebih lengkap dan lebih indah. Yang membuka mata saya bahwa saya punya banyak saudara yang luar biasa. Meskipun mereka bukan saudara yang lahir dari rahim ibu saya, tapi mereka ada buat saya. Karena itulah saya dengan bangga mendedikasikan postingan ini untuk saudara-saudara saya yang luar biasa selama perjalanan di 4 kota minggu lalu. Terima kasih Ya Rabb karena telah menghadirkan mereka untuk saya, yang membuat saya mampu melupakan rasa lelah dan penat yang sebenarnya ingin saya teriakkan...

13 comments:

  1. Pertamax...

    Lemak nian mamank ini, jalan-jalan terus.

    Hepi wikend mank

    ReplyDelete
  2. kok merinding y baca posting kk ini.
    emang selalu merinding si kl baca kisah persahabatan. so sweeeeeeeeeet ^^

    ReplyDelete
  3. enak banget yah jalan jalan melulu.Jadi iri

    ReplyDelete
  4. Indah nya persahabatan, meskipun hanya saling kenal lewat dunia maya, dapat diwujudkan dalam dunia nyata dalam bentuk persaudaraan. :)

    ReplyDelete
  5. saya belum pernah ke Sumatera..
    pengen banget kesana..
    semoga suatu hari nanti (amin)

    btw, tautannya dah saya pasang ya di laman utama, cekibrot.. ;)

    ReplyDelete
  6. waaah... asikk.. adem... :D

    ReplyDelete
  7. Sodara-sodaranya dan temennya baca post ini ga mas? Hehehe

    ReplyDelete
  8. Ya, travelling bersama teman-teman/sahabat itu memang asyik ya (atau mengunjungi teman gitu). Eh, tapi solo travelling juga nggak kalah asyiknya ding sepertinya :P

    ReplyDelete
  9. keren banget :D
    punya temen banyak yang ada dimana2 :)

    ReplyDelete
  10. enak bener jalan jalan terus ya... jadi pengen nih.. kerja dimana mas.. mau dong...:)

    ReplyDelete
  11. mas Goiq ini temennya dimanamana, kereeen ^^

    ReplyDelete

Terima kasih....