31 March 2012

Review Jam Tangan Revel

Sejak kecil, keluarga saya sudah mengenalkan saya dan saudara-saudara lainnya untuk selalu menghargai waktu. Karena itulah ketika kami sudah mulai sekolah dan mengenal perhitungan jam, ayah selalu membekali kami dengan jam tangan yang modelnya bisa kami pilih sendiri di toko jam. Saya masih ingat, banyak sekali model jam tangan yang saya punya saat itu. Mulai dari jam tangan berbentuk robot, hingga jam tangan digital yang dilengkapi dengan fasilitas kalkulator ketika saya mulai duduk dibangku SMA. Hingga pada akhirnya saya lebih suka dengan jam tangan model analog. 

Riwayat usia jam tangan sayapun bervariasi mulai dari satu minggu hingga yang paling lama 2 tahun. Kebanyakan riwayatnya berakhir karena kecerobohan saya sendiri yang mengakibatkan belasan jam tangan lenyap entah kemana. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena jam tangan yang saya pakai kebanyakan beratnya sangat ringan, sehingga saya seringkali tidak sadar ketika melepas jam tangan ditempat umum seperti saat sholat. Begitu tiba dirumah dan ingin melepas jam, ternyata sudah tidak ada lagi dipergelangan tangan saya. 


Ketika pagi ini saya menghadiri acara grand launching jam tangan Revel di Epicentrum Walk Kuningan, saya sempat mencoba jam tangan milik seorang rekan blogger yang beruntung mendapatkan hadiah. Ternyata jam tangannya cukup berat dan saya merasa nyaman sekali memakainya. Dari sekian banyak jam tangan yang pernah saya pakai, kok baru ini yah saya merasa benar-benar seperti memakai jam tangan. Dengan begini, kalau saya melepas jam tangan ditempat umum tentu saya akan cepat menyadari ada yang kurang ditangan saya bila kebetulan saya lupa untuk memakainya kembali.

Jam tangan Revel yang memadukan kebudayaan Swiss dan selera Amerika ini menyediakan sekitar 100 macam model. Dengan filosofi Revel yang sangat memahami bahwa setiap jam tangan merefleksikan kepribadian pemakainya, maka Revel menciptakan 5 seri jam tangan berdasarkan karakter pemakainya yaitu Casual, Durable, Professional, Playful dan Eternal. Untuk yang suka berpetualang seperti saya, Durable series nya Revel sepertinya benar-benar menggoda iman saya untuk membelinya. 

Sedikit informasi, jam tangan Revel ini juga masuk dalam beberapa scene film The Raid loh. Mantap ga tuh... Dengan harga berkisar antara Rp.400.000,- sampai dengan Rp.1.200.000,- saya pikir Revel relatif bisa diterima konsumen Indonesia yang suka jam tangan keren dengan harga terjangkau. So, are you Revel enough ?

12 comments:

  1. Ya, aku juga lebih suka yang analog daripada yang digital. Tapi aku memakai jam yang keseluruhannya dibuat dari stainless steel itu; jam rantai istilahnya ya? Rasanya kok kayak lebih "keren" gitu, hehehe :) Jamku saat ini sudah bertahan cukup lama loh, semenjak aku beli Agustus 2007 sampai sekarang nggak ada masalah (cuma perlu ganti baterai aja sekali, hehehe :D).

    Kelemahan jam kalau terlalu ringan memang begitu ya, gampang "hilang"...

    ReplyDelete
  2. sama seperti mbak Julie postingannya mas, ketemuan gk kalian tadi?? hehe :D

    ReplyDelete
  3. agak mahal ya....aku kalo beli jam yang harganya 50 ribu...haha...

    ReplyDelete
  4. udah tiga tahun masih setia memakai jam tangan pemberian si Ehmm...tapi liat postingan ini tertarik ama jam yang warna ijo itu<---mudah2an Si Ehmm baca postingan ini, hehe

    ReplyDelete
  5. kirain pas baca tadi jam tangan REWEL.. ternyata REvel, merek toh. say abaru denger ini loh.. weiiissh, lumayan mahal juga yaah harganya. Tapi standar jam emang segitu kali ya, duuh maklum bukan penikmat jam tangan.. ini satu aja udah lamaaa banget nggak abis-abis dipakenya :D

    ReplyDelete
  6. ooh dateng ya ke laucnhing jam tangan itu :)

    ReplyDelete
  7. Jam nya cakep... Lumayan juga harga nya...
    Oya the raid nonton dimana , berapa harga tiket nya.

    ReplyDelete
  8. revellll.............

    ReplyDelete
  9. Ooo iniii, aku gak baca... kelewat rupanya.
    Selamat ya udah menang. :P

    ReplyDelete
  10. baru denger nama ini jam, di suplayerku gak ada jual soalnya :D

    ReplyDelete

Terima kasih....