08 March 2012

Trip Ke Balikpapan

Akhir pekan yang lalu saya melakukan perjalanan pertama saya ke kota Balikpapan karena mendapatkan tiket murah dari maskapai Citilink . Seperti kebiasaan saya pada trip sebelumnya, saya melakukan googling untuk menentukan tempat apa saja yang akan saya kunjungi sesampainya di Balikpapan nanti. Meskipun pada kenyataannya tidak semua tempat yang saya googling berhasil saya singgahi, tapi setidaknya hampir sebagian besar tempat-tempat tersebut bisa saya datangi.


Foto wajib yang harus ada dalam setiap perjalanan saya adalah foto didepan tulisan bandara. Berhubung ketika mendarat di Balikpapan dalam kondisi hujan deras, maka saya tidak bisa berfoto di depan tulisan Sepinggan International Airport yang berada di atas gedung terminal kedatangan. Sebagai gantinya saya berhasil mengabadikan diri didepan tulisan Bandara Sepinggan yang berada di gerbang masuk kendaraan saat akan kembali ke Jakarta.


Sebenarnya foto didepan tulisan kota yang saya datangi tidak termasuk foto wajib ketika bepergian. Akan tetapi karena tulisan Balikpapan Kota Beriman kebetulan sekali berada tepat didepan Swiss-Belinn Hotel tempat saya menginap, maka saya pun tergoda juga untuk berfoto sejenak di depan tulisan tersebut. Hitung-hitung sebagai bukti otentik kalau saya benar-benar sudah datang ke kota Balikpapan. Hahahahahaha...




Sorenya saya diajak Anggi , teman sekamar saya di acara ASEAN Blogger Conference Bali bulan November 2011 lalu yang merupakan perwakilan dari Balikpapan Blogger untuk mengelilingi kota tercintanya. Tujuan pertama kami adalah Gedung Dome untuk melihat Balikpapan Fair yang diadakan dalam rangka ulang tahun kota Balikpapan ke 115 tahun. Pengunjung yang datang ke Balikpapan Fair sore itu cukup ramai, apalagi malam harinya grup band Efek Rumah Kaca akan unjuk kebolehan di atas panggung hiburan. Setelah puas berkeliling, saya pun mengabadikan diri sejenak di sekitar lokasi Gedung Dome. Sebodo amat lah dibilang kampungan. Hahahahahaha...



Tujuan kami selanjutnya melihat sunset di Pantai Melawai. Pantai Melawai ini berada di kawasan kilang minyak Pertamina dan komplek perumahan karyawannya. Dipinggir Pantai Melawai banyak sekali penjual makanan ringan seperti jagung bakar, sehingga sangat nikimat sekali menghabiskan sore sambil menikmati cemilan ringan. Cuaca sore itu sedikit berawan setelah siangnya diguyur hujan yang sangat deras. Anggi sempat menodong saya untuk memberikan testimoni seputar kota Balikpapan yang direkam melalui kamera DSLR nya. Setelah itu kami kembali ke hotel untuk persiapan kopdar dengan teman-teman Blogger Balikpapan. Saya akan menceritakan kopdar dengan teman-teman Blogger Balikpapan pada postingan saya berikutnya...



Rencana saya hari kedua di Kota Balikpapan sebenarnya akan memasuki belantara Kalimantan, tepatnya di Bukit Bengkirai dan area hutan Mangrove. Tapi sayang pagi itu hujan turun dengan derasnya, sehingga perjalanan menuju Bukit Bengkirai tidak dapat kami lakukan. Sebagai gantinya, Anggi akan mengajak saya menuju tempat-tempat lainnya yang berada di kota Balikpapan. Kami mulai perjalanan siang itu dengan wisata kuliner. Menurut teman-teman saya, oleh-oleh khas dari Balikpapan adalah Kepiting Kenari. Tadinya saya pikir kepiting kenari itu adalah nama jenis kepiting, ternyata itu adalah sebuah restoran bernama Kenari yang menyajikan menu kepiting sebagai andalan mereka. Buat yang tidak bisa makan kepiting tidak perlu merasa khawatir, karena restoran ini juga menjual beraneka macam menu lainnya. Satu porsi kepiting lada hitam yang dijual di Resto Kenari ini dihargai sebesar Rp.150.000,- . Sebuah harga cukup mahal kalau menurut saya, tapi sebanding dengan porsinya yang cukup untuk dimakan oleh 4 orang.


Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Manggar. Untuk menuju kesana diperlukan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Balikpapan. Suasana di Pantai manggar sangat ramai oleh orang-orang yang ingin menikmati akhir pekan mereka. Dipinggir pantai tersedia tikar-tikar yang disewakan untuk duduk dan juga warung lesehan untuk menikmati cemilan dan air kelapa muda. Sementara dipantainya sejumlah permainan dapat dicoba disana seperti banana boat. Sejujurnya saya tidak terlalu suka pantai yang terlalu ramai. Tapi tentu saja saya tidak dapat mengusir semua orang yang datang untuk bersantai disana bukan ? Jadilah saya yang memutuskan untuk angkat kaki...






Tidak jauh dari Pantai Manggar terdapat sebuah penangkaran buaya yang terletak di Kelurahan Tritip. Hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dari Pantai Manggar untuk mencapai lokasi ini. Sebenarnya saya takut sekali sama yang namanya buaya. Dalam kondisi terkurung sekalipun tetap saja saya merinding memandangi buaya-buaya ini. Dari balik kurungannya saya melihat mata para buaya ini memandangi tubuh saya yang padat berisi ini sebagai makanan lezat mereka. Tapi karena sudah kadung sampai disana, sayapun memberanikan diri untuk mengambil sejumlah foto berlatarkan para buaya yang tengah memandang saya dengan tatapan nanar. Hahahahaha... Didepan pintu masuk penangkaran, ada sebuah restoran yang menjual berbagai menu dari buaya. Seperti sate buaya, telur buaya, tangkur buaya dan lain sebagainya. Berdasarkan cerita sang empunya warung, rasa sate buaya ini tidak jauh berbeda seperti daging sapi. Melihat buaya saja sudah membuat saya merinding disko setengah mati, apalagi membayangkan ada daging buaya yang masuk ketubuh saya. Saya pun segera ambil langkah seribu menjauhi restoran tersebut.



Setelah melihat penangkaran buaya, Anggi membawa saya untuk mencicipi buah lai yang katanya hanya tumbuh didaratan Kalimantan. Sepintas lalu tentu kita akan menyangka ini adalah buah durian. Tapi tidak usah kuatir, karena buah lai ini memang satu kerabat dengan buah durian. Yang membedakan buah lai dengan durian adalah warna daging buahnya, buah lai memiliki daging buah yang berwarna oranye. Duri yang berada pada kulit buah lai pun tidak setajam durian. Selain itu buah lai ini tidak berbau tajam seperti buah durian dan daging buahnya padat seperti buah durian yang belum matang. Tapi kalau soal rasa, jujur saya tetap lebih suka dengan rasa buah durian. Bagi saya durian lebih punya efek ketagihan daripada buah lai. Setelah mencicipi buah lai, saya minta diantarkan oleh Anggi ke mall terbesar yang berada di kota Balikpapan yang bernama E.Walk. Disana saya menemui seorang teman satu SD yang sekarang menetap di Balikpapan. Setelah menemui teman lama saya, maka sudah waktunya saya menuntaskan perjalanan saya di Balikpapan untuk selanjutnya bersiap menuju Sepinggan International Airport.

Pada intinya tidak sia-sia saya memutuskan membeli tiket murah dari Citilink untuk bepergian menuju sebuah kota yang untuk pertama kalinya bisa saya datangi. Kalau ada tiket murah lagi, saya ingin kembali lagi ke Balikpapan untuk menuntaskan niat saya memasuki rimba Kalimantan yang sempat tertunda. Insya Allah... Mudah-mudahan ada nikmat rezeki, nikmat waktu dan nikmat tiket murah lagi.

18 comments:

  1. Narsis tenan, hihihihi~

    ReplyDelete
  2. wah mestinya nyobain sate buayanya tuh... hehehee

    ReplyDelete
  3. wahh beruntung sekali mas goiq sempet nyobain Lai, waktu saya kesana pas ngga musim, jdlah sampai sekarang penasaran macam mana itu rasanya si Lai

    ReplyDelete
  4. Duriannya enak sepertinya

    ReplyDelete
  5. Narsis yahhh... eksis setiap momentnya :))

    ReplyDelete
  6. yang jelas gue ngiler ngeliat Crab sama durennya tadi

    *mulut menganga iler mengalir*

    kunjungan balik ya, tinggalin jejak juga heheh

    ReplyDelete
  7. waduh jadi pengen ke sana nih.... ngiler lihat makanan dan fotonya....

    ReplyDelete
  8. Wah seru nih jalan-jalannya....
    Ngiler sama kepiting ama duriannya...
    Hehe :)

    ReplyDelete
  9. kok bajunya sama semua di setiap foto? nggak mandi ya? atau di sana emang nggak ada kamar mandi? hehe

    ReplyDelete
  10. Huwaaaaa Rusa pengen donk jalan-jalan ke Balikpapan.

    Wahh keren ya kamu kalo jalan-jalan selalu naik pesawat, jadinya foto di Badara terusss :D

    ReplyDelete
  11. Trip narsis :))
    Balikpapan oh no.... belum pernah kesana, gak sekalian ke derawan mas??

    ReplyDelete
  12. SERU!!!!

    Foto wajib itu sepertinya emang wajib deh!!! patut di contoh!! ^^

    Aduh TK juga jadi pengen jalan-jalan nih...

    seru yah kalau ada teman dimana-mana ^^ (Ada tour guide gratis)

    ReplyDelete
  13. kerjaannmu ntu seneng ya sob. . . jalan jalan mulu. . .

    ReplyDelete
  14. Wah..sepertinya seru ya bisa jalan-jalan gitu..
    #jadi pengen

    ReplyDelete
  15. ayo ke balikpapan lagi masi ada rute jauh dan belum saya antar ke sana :D

    ReplyDelete
  16. @rusabawean
    sini ke balikpapan...fast trip kita...
    wkwkkw...

    ReplyDelete
  17. daging buaya?? jadi penasaran mau coba..

    ReplyDelete
  18. Kepiting kenari saos tiramnya juga enak lo, tiap kali balikpapan-bandung pasti disempetin beli ^^

    buah lai ya? aku juga lebih suka durian, lebih berasa ketimbang lai yang kesannya tasteless. tapi menurut beberapa orang buah "lai durian" itu jauh lebih enak dibanding lai biasa. bahkan lebih enak daripada durian. sampe sekarang belum pernah nemu "lai durian" langka banget sih.

    ayo kalo mampir lagi dicoba ^^

    ReplyDelete

Terima kasih....