01 May 2012

Tak Ada Yang Abadi

Bulan lalu saya sempat terpikir ingin bercerita tentang team saya yang luar biasa dikantor. Betapa beruntungnya saya bekerja dengan mereka yang bukan hanya sekedar menjadi teman kantor, tapi bahkan bisa menjadi keluarga kedua dimana saya bisa membagi semua keluh kesah yang saya rasakan. Dua tahun yang walaupun tidak mudah, tapi bisa kami lalui dengan sangat meyakinkan. 

Rasanya dua tahun ini banyak sekali yang terjadi diantara kami berempat. Bertengkar, bergunjing, ngutang kalau tanggal tua, nongkrong bareng atau dinas keluar kota bersama adalah hal-hal rutin yang terjadi setiap bulan. Kami menjadi bagian yang tak terpisahkan satu sama lain... Tapi tunggu dulu, itu cerita indah kami sampai hari Jumat yang lalu. Sebelum salah seorang diantara kam memutuskan untuk mengundurkan diri dan menempuh jalan lain yang dipilihnya sendiri... Dialah Okto, adik bungsu kami...

Dua tahun lalu, saat hari pertama bekerja dikantor saya saat ini, team saya baru berjumlah 3 orang. Untuk merayakan kepindahan saya dari kota Palembang ke Jakarta, saya berkumpul dengan teman-teman radio promotion label lainnya. Disanalah saya berjumpa pertama kali dengan Okto. Percakapan kami hari itu banyak membahas mengenai pekerjaan yang akan saya jalani kedepannya. Okto yang juga baru beberapa hari tinggal di Jakarta setelah sebelumnya kuliah dan bekerja di Surabaya mengaku tertarik dengan pekerjaan  baru saya sebagai radio promotion. Saya menyarankan dia untuk melamar disejumlah label sekaligus mengenalkannya dengan beberapa radio promotion yang lebih senior supaya dia bisa memasukkan  aplikasi lamarannya dengan mereka.

Hari ketiga saya bekerja, Okto menghubungi saya via BBM memberi kabar yang mengejutkan kalau dia akan menjadi partner bekerja saya dikantor. Karena memang saat itu kantor saya memang sedang membentuk sebuah team promotion dan dengan background Okto bekerja di radio sebelumnya, dia bisa diterima dikantor saya. Kejutan yang menyenangkan sekali. Maka dihari keempat saya bekerja, saya mendapat partner baru yang mana kami akan saling bahu membahu untuk menjalankan pekerjaan.

Bersama Okto saya sudah beberapa kali dinas keluar kota bersama seperti saat saya pertama kali ke Bali menggantikan bos saya yang kebetulan berhalangan berdinas. Lalu pernah pula dinas ke Bengkulu bersama Blackout Band. dan yang paling menyenangkan adalah saat kami menghabiskan bonus tahunan untuk plesiran ke Kuala Lumpur dan Singapura pertengahan tahun 2011 lalu. Banyak sekali cerita dalam trip singkat kami tersebut, mulai dari menginap di hotel esek-esek sampai nyaris tidak lolos masuk Singapura karena sempat tertahan di Imigrasi. Setelah urusan kelar ternyata bus yang membawa kami sudah pergi meninggalkan kami di imigrasi. Tidak ada habisnya kalau bercerita tentang partner kerja saya yang satu ini.

Hingga akhirnya pada hari Jumat yang lalu, tanpa ada angin, hujan apalagi badai, Okto mengumumkan pengunduran dirinya dari kantor. Semua serba mendadak dan tanpa ada firasat sebelumnya. Hanya Okto seorang yang tahu pasti mengenai keputusannya untuk meninggalkan kami. Tapi saya dan teman-teman lainnya tidak ingin membebaninya dengan berjuta kata tanya. Dia sudah dewasa dan dia pasti sudah berpikir sebelum mengambil sebuah keputusan. Kami hanya bisa ikhlas melepasnya untuk memilih jalan hidupnya. Saya tidak pernah menyesali perpisahan yang harus terjadi diantara kami, karena saya sadar menyesali perpisahan sama saja dengan mengutuk perjumpaan. Toh persahabatan diantara kami masih akan tetap terjalin meskipun tidak bisa bersama seperti dulu. Saya harap keputusan yang diambil Okto dapat memberikan kehidupan baru yang jauh lebih baik daripada sekarang. Amien...

10 comments:

  1. ya seperti itu mas, dunia kerja. ada datang ada pergi.. yang penting silahturahminya tidak putus saja ya... kadang kadang dengan adanya teman baik pindah ke tempat lain suka ada rezeki yang tidak terduga loh... :0

    ReplyDelete
  2. Ya gitu deh ya memang, people come and go :) Yang penting sih jangan sampai putus kontak aja, hehehe

    ReplyDelete
  3. wah om goiq ini suka banget traveling ya :D mau banget nih jalan-jalan gantiin bos dinas gitu.. hehee

    ReplyDelete
  4. pasti sedih dan kehilangan ya kalo ada temen baik yang pindah gitu... tapi ya pasti itu udah keputusan yang terbaik buat dia...

    ReplyDelete
  5. semoga temannya akan lebih sukses di tempat yang baru ya mas :) yang penting silaturahmi tetap terjaga...

    ReplyDelete
  6. Amin.., semoga temennya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sob :)

    ReplyDelete
  7. aku juga pernah merasakan datang dan pergi dikantor :)

    ReplyDelete
  8. yoi betul, ada datang ada pergi, tapi tidak menutup kemungkinan akan kembali lagi... so, just let it flo.. btw kok kayaknya akrab buanget yah... itu Pandanya boleh dibawa pulang gak ya? haha

    ReplyDelete
  9. wah pasti sedih ya teman terbaik di kantor bila meninggalkan kita...
    kalau dulu bukan temenku yg meninggalkan tapi aku yg selalu meninggalkan. >.<

    ReplyDelete
  10. Dikit juga ya Mas timnya, cuma berempat. Semoga nanti dapat ganti temen tim yang lebih asyik diajak jalan. #eh

    ReplyDelete

Terima kasih....