23 December 2012

Desember Tahun Ini...

Desember tahun ini adalah bulan dimana waktu 24 jam sehari itu terasa kurang. Setiap hari saya membuat list apa yang harus dikerjakan termasuk didalamnya update cerita terbaru di blog ini. Begitu banyak cerita yang ingin saya bagi yang akhirnya menjadi basi karena tak jua sempat saya tuliskan. Bahkan menulis draft untuk diposting secara terjadwal pun tak sempat. Target 100 posting tahun ini yang tinggal 2 atau 3 kali lagi pun entah kenapa rasanya semakin sulit untuk saya kejar. Saya bahkan melewatkan begitu banyak cerita dan kejadian di timeline social media. Kejadian dimana teman-teman saya di bully fans berat seorang artis atau kejadian lainnya dimana saya juga melewatkan hari dimana semua orang ngomongin kiamat. Pekerjaan kantor saya benar-benar menyita waktu saya belakangan ini. Saya bahkan sudah hampir 4 bulan tidak pulang ke Palembang. Baru tersadar setelah saya melewati satu hari dan merasakan rindu yang teramat sangat kepada keluarga dan rumah di Palembang. Tapi apa daya saya baru bisa pulang pada akhir Januari saat adik saya menikah nanti. 

Disetiap waktu senggang yang mulai langka dijumpai, saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya bisa pulang. Setiap pagi sehabis bangun tidur dan setiap malam sebelum tidur saya selalu berpikir untuk pulang. Rindu sekali mendengar omelan ibu dan ayah saya. Pernah suatu saat didalam bus saya sebagku dengan bapak-bapak yang wangi parfumnya sama persis dengan wangi parfum ayah saya, Duh Gusti... Saya rindu sekali, tapi tetap tidak bisa pulang sampai Januari nanti. Dan akhirnya keajaiban itu muncul... Dalam sebuah meeting rutin suatu sore beberapa hari lalu, kami akan disebar ke beberapa daerah untuk meeting dengan klien. Nama saya disebut untuk meeting di wilayah Lampung dan Palembang. Biasanya saya selalu iri dengan teman yang mendapat tugas di Makassar dan Manado karena saya ingin sekali mendapat tugas meeting disana. Tapi kali ini berbeda, saya tidak perduli tugas didaerah lain. Saya menerima dengan senang hati dinas di Lampung dan di Palembang. Saya ingin pulang... Saya kangen rumah, kangen ibu dan ayah saya... Marahi saya yah kalau saya pulang nanti. Marahi saya yang jarang telpon kerumah, marahi saya yang selalu asyik dengan pekerjaan, marahi saya yang terus betah menyendiri... Marahilah.. Saya sudah rindu... 

12 comments:

  1. moga2 bisa segera pulang ya...

    ReplyDelete
  2. ndang pulang... mbok bapak wes ngenteni... XD

    ReplyDelete
  3. kangen itu emang bener bener membuat gelisah :)

    ReplyDelete
  4. Bulan Desember memang bulan yang menyibukkan bagi banyak orang ya!

    Anyway, ya, mudah-mudahan bisa segera mudik :D

    ReplyDelete
  5. ndang balio, mas ...

    keluargamu golek-golek ra iso nahan kangen .. :D

    ReplyDelete
  6. ada juga anak muda yg begitu kuat kangennya ke rumah ya...., jarang lho....
    ya udah puas1in rindu omelah ayah dan ibu, dan masakannya ibu pastinya ya

    ReplyDelete
  7. moga-moga lancar dan bisa pulang sesuai rencana Mas.. :)

    ReplyDelete
  8. ayo cepat pulang udah banyak yg kangen tuh :)

    ReplyDelete
  9. awwwwwwhhhhhhhhh... so sweet....akhirnya keinginan di kabulkan khan? gimana filemnya? sukses?

    ReplyDelete
  10. Selalu ada kemudahan dibalik keinginan yang kita mau, inilah rahasia Ilahi. Selamat buat adiknya, semoga jadi keluarga samara. Kalo Arie kapan nikahnya?

    ReplyDelete

Terima kasih....