20 February 2012

Melanglang Di Kota Padang

Hari Sabtu yang lalu, saya kembali berkesempatan untuk mengunjungi kota Padang untuk kali kedua. Kunjungan pertama ke Padang adalah setahun yang lalu saat saya bacpackeran keliling beberapa kota di pulau Sumatera. Sayangnya tahun lalu ada sedikit masalah dengan kamera blackberry saya, sehingga perjalanan ke Padang yang lalu nyaris tanpa dokumentasi sedikitpun. Maka dari itu saya bertekad akan mengabadikan sebanyak mungkin foto kunjungan ke Padang kali ini, meskipun harus mencuri-curi waktu disela kegiatan saya mendampingi Samantha Band yang akan perform di Tee Box Cafe Padang.



Pukul 5.45 pagi saya sudah tiba di Soekarno Hatta International Airport. Tadinya saya pikir anak-anak Samantha belum tiba disana dan saya akan menunggu mereka sembari sarapan pagi di Red Corner. Tapi ternyata mereka sudah tiba dan sedang mengantri untuk check in tiket. Jadilah saya terbang tanpa sarapan terlebih dahulu seperti biasanya. Pagi itu kami terbang bersama Batavia Air. Untungnya pula saya mendapat tempat duduk tepat disebelah jendela, jadi saya bisa menikmati pemandangan di airport dan selama penerbangan. Tepat pukul 7.30, pesawat yang kami tumpangi terbang menuju kota Padang.




Lebih kurang pukul 9 pagi, kami mendarat dengan selamat di Minangkabau International Airport. Cuaca pagi itu di kota Padang sangat cerah. Tujuan pertama kami setibanya di Padang adalah sarapan pagi. Setelahnya kami menuju radio Warna FM Padang untuk melakukan sesi interview disana. Interview kedua berlangsung sore harinya di Radio Sushi FM Padang yang merupakan radio partner acara dimana Samantha Band menjadi bintang tamunya malam itu.


Saat baru tiba di Padang, sahabat blogger saya Nike mengingatkan untuk kopdar dengan Uda Rian dari Komunitas Blogger Sumatera Barat Palanta yang saya kenal sebelumnya dalam acara ASEAN Blogger di Bali bulan Desember lalu. Karena tidak punya no HP nya, maka saya pun menghubungi Rian via mention di Twitter yang ternyata baru di reply beberapa jam kemudian. Rian berjanji akan menemui saya saat Samantha Band interview di Radio Sushi FM Padang. Setelahnya kami melanjutkan ngopi-ngopi ganteng disebuah cafe tidak jauh dari Sushi FM. Obrolan seru pun berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 20.00 dimana Rian harus pamit karena besok paginya ada ujian komprehensif tertulis di kampus. Terima kasih yah Rian karena sudah meluangkan waktu buat kopdar dengan seorang Goiq...






Paginya saya mendapat sebuah mention dari uda Hafiz, creator akun twitter @film_indonesia yang sering membantu saya dan kantor saya untuk mempromosikan film-film terbaru kami. Saya hampir lupa kalau sejak menikah, Uda Hafiz berdomisili di kota Padang bersama istrinya. Sayapun langsung menodong uda Hafiz untuk mengajak saya keliling kota pagi itu. Dimulai dari Mesjid Raya yang masih dalam proses finisihing tapi sudah terlihat kemegahannya. Dilanjutkan dengan mengunjungi Pantai Purus yang cukup ramai dengan orang-orang yang berolahraga sampai sekedar duduk-duduk menikmati udara pagi dipinggir pantai. Dan jalan-jalan pagi itu kami tutup dengan mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya.



Jalan-jalan tanpa wisata kuliner seperti kurang lengkap rasanya. Diantara semua makanan yang saya makan selama berada di Kota Padang, dua diantaranya bolehlah untuk saya rekomendasikan di blog ini. Yang pertama adalah Soto Simpang Karya yang menurut saya rasanya nendang banget. Yang membuat Soto Simpang Karya ini begitu special adalah isi didalam soto yang crunchy. Harganya pun sangat bersahabat dengan kantong. Saya hanya mengeluarkan Rp.17.000,- saja untuk seporsi soto dengan nasi ditambah satu gelas agar-agar dan minum air putih. Habis makan soto yang panas, kemudian kita menyantap es durian khas Padang yang maknyus banget. Es durian ini disajikan dengan isinya yang ramai. Saking ramainya saya sampai lupa apa saja yang ada didalamnya, karena fokus saya saat itu hanya menghabiskannya... Hahahahahaha



Puas jalan-jalan dan wisata kuliner, saya dan rombongan berkeliling mencari oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta. Nyaris semua toko oleh-oleh kami singgahi. Lihat saja tumpukan dus berisi oleh-oleh yang kami bawa. Butuh satu trolley khusus untuk mengangkut oleh-oleh ini. Hahahahaha... Saya sendiri tadinya tidak berniat untuk membeli oleh-oleh. Tapi ternyata rezeki tidak kemana, saya dibelikan satu kotak berisi macam-macam keripik oleh management Samantha. Terima kasih yaaaah...



Puas berburu oleh-oleh, kami harus segera menuju airport untuk kembali ke Jakarta. Meskipun tripnya sangat singkat, tapi saya senang bisa datang lagi ke Padang. Mudah-mudahan saya bisa secepatnya kembali ke Padang untuk mewujudkan salah satu trip impian saya, yaitu ke Pulau Sikuai...