06 March 2013

Hong Kong Trip : Solusi Ngangkot Di Hong Kong

Ketika tiba di Hong Kong, pastikan semua tempat yang ingin dituju sudah tersusun dengan rapi. Tujuan yang sudah tersusun pastinya akan membuat berbagai perencanaan sudah dipikirkan. Salah satunya adalah transportasi. Nah salah satu solusi ngangkot terbaik di Hong Kong adalah Octopus Card. kalau yang sering ke Singapura pasti mengenal cukup baik Ez-Link Card. Nah kalau di Hong Kong lupakan Ez-Link Card dan ingatlah Octopus Card. Octopus Card ini adalah kartu prabayar yang bisa dipakai hampir disemua moda transportasi yang ada di Hong Kong. Tinggal tempelkan kartu pada mesin yang tersedia di gerbang masuk terminal atau saat masuk kendaraan, lalu saldo yang berada didalam kartu akan berkurang secara otomatis sesuai tarif kendaraan umum yang kita naiki. 

Octopus Card ini bisa dibeli di airport saat kita tiba di Hong Kong. Ada beberapa pilihan tarif perdana yang bisa kita pilih. Saya sendiri membeli Octopus Card seharga HK$150 . Dimana saldo efektif yang bisa kita pakai adalah sebesar HK$100 dan sisanya HK$50 adalah sebagai jaminan kartu. Dan pada saat pulang, Octopus Card ini bisa kita refund dan semua saldo yang tersisa termasuk jaminan akan dipulangkan setelah dipotong biaya administrasi sebesar HK$9 . Octopus Card sendiri bisa diisi ulang di semua gerai 7 Eleven yang tersebar disetiap sudut Hong Kong. Praktis banget kan ? Untuk persiapan selama beberapa hari berada di Hong Kong saya sengaja menambahkan saldo pada Octopus Card saya sebesar HK$200 , sehingga saya memiliki saldo HK$300 sebagai bekal saya untuk ngangkot di Hong Kong. FYI, Octopus Card ini selain bisa dipakai untuk naik kendaraan umum, juga bisa dipakai untuk berbelanja di sejumlah merchant mitra. Termasuklah didalamnya 7 eleven, sejumlah tempat makan, kantor pos dan pusat perbelanjaan. Multi fungsi banget kan ? Tapi dalam postingan ini, saya akan lebih fokus membahas mengenai kendaraan umum saya naiki selama berada di Hong Kong.

Angkutan umum pertama yang saya naiki di Hong Kong adalah bus kota dari airport menuju ke guest house tempat saya menginap. Kalau di Jakarta bisa dibilang ini adalah bus Damri nya deh. Tarif bus City Flyer yang saya naiki ini sebesar HK$33 dan tentu saja bisa membayar dengan menempelkan Octopus Card pada mesin yang tersedia di pintu masuk. Bus kota banyak tersedia di Hong Kong, dan semuanya dilengkapi pendingin udara. Hanya saja satu tips bila ingin naik bus kota di Hong Kong adalah sering-sering buka google map dan pastikan di halte mana kamu akan turun. Mengingat di bus kadang kala tidak ada penanda kita berada di halte mana, solusi terbaik adalah menghitung berapa kali pemberhentian hingga sampai di halte tujuan kita. Jangan lupa menekan bel sebagai pertanda kita akan turun di halte berkutnya. Dan jangan sungkan untuk bertanya daripada nyasar. Oh ya ngomong-ngomong soal halte, saya sempat bingung kenapa banyak sekali halte yang bersebelahan di Hong Kong. Ternyata oh ternyata, bus hanya berhenti di halte sesuai nomor tujuan yang tertera di halte tersebut. Jadi perhatikan baik-baik di halte, apakah nomor bus tujuanmu tertera disana. Kalau tidak tertera, menunggu sampai kapanpun busnya tidak akan berhenti disitu.

Foto Light Bus diambil disini
Selain bus, di Hong Kong juga terdapat Light Bus yang berukuran lebih kecil. Light bus ini biasanya menjangkau tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh bus yang lebih besar. Kita juga bisa membayar light bus ini dengan menggunakan Octopus Card. Sama halnya seperti bus yang berukuran lebih besar, light bus juga hanya berhenti di halte-halte tertentu. Jadi perhatikan baik-baik halte dimana light bus ini bisa berhenti sehingga tidak salah untuk naik dan turun. Didalam light bus ini benar-benar tidak ada penanda sedang berada dimana kita. Karenanya bila memilih naik light bus ini kita harus selalu memperhatikan jalan, memperhatikan peta dan jangan sungkan bertanya. Malu bertanya maka nyasarnya jauh loh seperti yang saya alami. Hahahahaha...

Diantara semua kendaraan umum yang berada di Hong Kong, MTR (Mass Transit Railway) adalah kendaraan yang paling sering saya naiki. MTR ini bisa dikatakan menjangkau tempat-tempat penting di Hong Kong. Bisa dikatakan mau tidak mau atau suka tidak suka pasti kita akan menggunakan jasa angkutan umum yang satu ini bila berada di Hong Kong. Sama halnya seperti stasiun MRT Singapura, sebagian besar halte MTR Hong Kong berada dibawah tanah. Ada beberapa jalur rute MTR yang dibedakan dengan warna. Dan untungnya, penanda stasiun tujuan sangat jelas sehingga kita bisa bersiap-siap turun bila stasiun tujuan kita atau stasiun untuk transit ke tujuan berikutnya sudah dekat. Jarak antara satu kereta dengan yang lain biasanya tidak terlalu jauh sehingga saya nyaris tidak pernah menunggu lama. Dan yang saya suka adalah kebersihan kereta dan stasiunnya yang benar-benar terjaga dengan baik. Susah loh nyari sampah berserakan disana. Hahahaha... MTR juga salah satu solusi terbaik kalau kamu nyasar disuatu tempat di Hong Kong. Tinggal tanya stasiun MTR terdekat dan pulang. Hahahahahaha... Logo diatas adalah logo penanda Stasiun MTR, kamu tinggal ikuti dan akan bertemu dengan stasiun MTR terdekat.

Foto diambil dari sini
Jasa angkutan umum lainnya yang pernah saya coba di Hong Kong adalah star ferry. Kebetulan pelabuhan ini tidak terlalu jauh dengan penginapan saya sehingga bisa ditempuh berjalan kaki. Star ferry sendiri adalah kapal yang melayani penyebrangan dari Tsim Sha Tsui ke Central. Penyebrangan ini memang berjarak pendek, hanya ditempuh sekitar 15 menit perjalanan. Tapi kita bisa melihat keindahan skyline Hong Kong apalagi bila menyebrang dimalam hari. Indah sekali. Dan sekali lagi, cukup menempelkan Octopus Card dan kita bisa menikmati berlayar singkat melihat skyline Hong Kong.


Angkutan umum lainnya yang sempat saja jajal di Hong Kong adalah tram. Tram ini sebenarnya adalah kereta listrik dan berjalan diatas rel. Tapi jalur tram sendiri sengaja ditempatkan ditengah kota dan bersisian dengan jalan raya. Di Hong Kong tidak semua wilayah terdapat tram, karena itu kesempatan baik ini harus dimanfaatkan ketika saya berkunjung ke Victoria Park dan menjumpai jalur tram disana. Pintu masuk kedalam tram terdapat dibagian belakang. Kita bisa memilih duduk dibagian atas atau dibawah. Untuk pelancong yang tidak tahu jalan, saya sarankan sih duduk dibagian bawah saja supaya lebih mudah untuk turun. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bila kita masuk dari pintu belakang, maka untuk turun kita harus melewati pintu depan. Disanalah terdepat mesin untuk membayar dengan Octopus Card atau membayar cash kepada pengemudi. 


Nah yang satu ini juga tidak boleh terlewatkan bila berkunjung ke Hong Kong. Naik tour bus atau orang lebih familiar menyebutnya double decker. Bus tingkat berwarna merah dengan atap terbuka ini sangat menyenangkan sekali dinaiki untuk mengelilingi Hong Kong yang bersuhu sejuk. Semua orang berlomba untuk mendapat tempat duduk dibagian atas, tidak terkecuali saya. Semua orang nampak asyik berpose dengan kamera masing-masing sebelum bus berjalan, dan saat bus berjalan semua tampak asyik melihat kiri dan kanan jalan . Sangat menyenangkan... Dan lebih menyenangkan karena tinggal nempelin Octopus Card buat bayar.. Hahahahaha

Intinya nyaman sekali ngangkot di Hong Kong. Banyak pilihan moda transportasi sehingga kita bisa pergi kemanapun dengan leluasa. Kuncinya jangan lupa bawa peta, hapal rute-rute tujuanmu, buat patokan-patokan yang sekiranya memudahkan kamu bila nyasar dan jangan sungkan bertanya. Untuk yang terakhir ini sangat saya sarankan karena menurut saya orang Hong Kong itu ramah dan suka menolong. Saya pernah bertanya dengan beberapa orang yang ternyata tidak bisa Bahasa Inggris dan dia bela-belain cari orang lain yang bisa bahasa Inggris untuk membantu saya. Sedikit tambahan, jangan lupa letakkan Octopus Card ditempat yang mudah dijangkau seperti disaku celana atau saku mantel supaya tidak menimbulkan antrian panjang karena masih sibuk mencari Octopus Card untuk membayar angkutan yang akan kita naiki. Ayok jalan-jalan...

34 comments:

  1. Mauuu di Jakarta ada Octopus Card gitu >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Un, mudah-mudahan nanti di Jakarta bisa ada kartu multi fungsi kaya gini yah

      Delete
    2. Lain dah kalau dua Traveler membahas pengalaman perjalanan wisatanya (travel notes), saya duduk manis menyimak saja. Bertambah lagi nih saya berjumpa dengan blogger yang Traveler dan backpacker, alias hobi berkeliling dunia. Menarik manfaat dan membaca bacanya sungguh mengasyiikan. Serasa larut dalam travel itu sendiri

      Delete
    3. Enimart kedepannya seperti konsep di hongkong brow

      Delete
    4. Enimart sudah mulai seperti konsep octopus di hongkong brow
      lebih lanjut bisa cari tau di 081213478600

      Delete
  2. mantab mas tips ngangkotnya di Hong Kong, btw itu nanyanya pakai Bahasa Inggris apa Bahasa apa mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nanyanya pake Bahasa Inggris :)

      Delete
  3. mantab mas..jadi pengen ke hongkong hahaha
    di jakarta semoga segera ada octopus card kayak gitu mas...go jokowi baca ini :P

    ReplyDelete
  4. waaa jangankan ke hongkong ke bali aja yang ada di indonesia aku belom pernah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tenang, saya juga baru pertama kali ke Bali setelah usia saya menginjak kepala 3. hahahaha

      Delete
  5. wah kapan ya aku bisa ke sana :)

    ReplyDelete
  6. aku belom pernah naik traaaaam -_-
    Mauuu

    ReplyDelete
  7. kok kayak kartu sehat gitu ya mas... hahha .... semoga saja indonesia lekas menyusul lah, saatnya bangga dengan negara sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di beberapa kota sudah mulai loh naik transportasi dengan kartu prabayar. Bedanya belum terkoordinasi satu dengan yang lain. Tapi buatku sudah merupakan sebuah awal yang baik

      Delete
  8. Huwaaaa.. kok kamu udah ke Hongkong aja sih.. sialaaan, aku masih di sini, mendekap hampa di hati.. #nyanyi #arilaso

    ndop, kamu latihan ke jakarta dulu sana gih. Kalo gak nyasar baru pergi ke hongkong haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayok Ndop ke Jakarta, mari kopdar :)

      Delete
  9. aku kalo kemana mana lebih banyak jadi buntut
    segala sesuatunya banyakan dilakuin sama ibue ncip
    apalagi kalo dah masuk kawasan berbahasa planet kek gitu
    katrok bener ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga kok mas, aku juga sebenernya gak lihay kok bahasa planet nya :))

      Delete
  10. Kalau di London namanya Oyster Card, hahaha :D

    Baidewei, itu bisa naik tour bus double decker-nya juga dengan Octopus Card? Wah, KEREN!! Kalau di kota-kota besar Eropa, bus semacam ini biasanya dikelola perusahaan yang independen gitu jadi kita harus beli tiketnya sendiri yg berbeda dari tiket/kartu untuk transportasi umum. Dan harganya biasanya lumayan mahal deh dibandingin tiket transportasi umum...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ko, itu bisa bayar pake Octopus Card. Harganya juga ngga beda-beda banget sama naik bus biasanya

      Delete
  11. Kapan transportasi di negara kita kayak disana ya?! huft... Sepertinya di luaran sana transport serba mudah dan ter-link dengan baik...

    ReplyDelete
  12. jadi intinya itu ocotopus card ya.. bagus banget.. ini informasi yang berarti buat saya yang lagi mau ke sana akhir bulan ini.. Thank bro...

    Bahas baju dan perlengkapan lain yang perlu disiapkan dong.. thanks...

    ReplyDelete
  13. ngangkotnya kerem krtunya juga keren, yang lagi jalan-ajalnnya juga keren deh :)

    ReplyDelete
  14. Disana ada ojek yang support octopus card nggak ?

    ReplyDelete
  15. waini, penting banget panduan perjalanan menggunakan angkutan umum, karena sebagai wisatawan /pelancong ngga mungkin kan bawa kendaraan pribadi

    octapus mungkin di Indonesia agak mirip dengan mandiri prabayar atau bca flazz :)

    ReplyDelete
  16. waaahhh Dija mau naik bis tingkat itu Om...
    Dija pingiiiinn sekali

    ReplyDelete
  17. sigh...percaya nggak percaya Hongkong transportasinya lebih canggih daripada di kota saya di negara uang receh ini...kayaknya kudu sekali-sekali jalan2 di Hongkong ya jangan cuma transit molo...hehehehehe

    ReplyDelete
  18. hongkong transportasinya sudah maju, kapan jakarta? 'eh

    ReplyDelete
  19. Anonymous12:18 PM

    Salam Kenal,
    Mas mau nanya dengan modal 300 itu, cukup ngelilingi Hongkong berapa hari? Saya berencana ke Hongkong selama 6 hari. Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  20. kalo octopus card nya dibalikin masalah ga? kalo sisa di cardnya cuma 1 hkd mungkin ga sih? makasih :)

    ReplyDelete
  21. Anonymous11:52 AM

    sekarang transjakarta modelnya pake kartu kaya octopus card gitu kan?? mirip2 e-money gitu

    ReplyDelete

Terima kasih....