10 November 2013

10 Jam Di Kota Ambon

Bekerja di kantor tempat saya mencari nafkah sekarang, membuat mimpi saya menginjakkan kaki di banyak tempat seluruh Indonesia mendekati kenyataan. Walaupun sebagian perjalanan tersebut tetap saja dengan embel-embel dinas, tapi sebagai penggila jalan-jalan saya usahakan semaksimal mungkin untuk tetap bisa berkeliling walaupun hanya tempat-tempat yang biasa didatangi banyak wisatawan. Salah satu mimpi saya yang terwujud tahun ini adalah mengunjungi kota Ambon. Hanya saja, sejak awal menerima mandat untuk dinas di Ambon, saya sudah didera ketakutan tidak akan sempat berkeliling kemanapun. Bagaimana tidak, pertama kalinya saya akan menginjakkan kaki disini, saya hanya punya waktu 10 jam saja sebelum bertolak ke Makassar. Kalau hanya datang untuk berlibur mungkin masih sempat untuk sedikit berjalan-jalan. Tapi karena ada emberl-embel dinas, tentunya saya harus menyelesaikan dulu segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Tapi akhirnya saya putuskan untuk pasrah saja pada keadaan. kalau sempat jalan-jalan yah syukur. Kalau tidak sempat, setidaknya saya sudah pernah ke Ambon walaupun hanya untuk bekerja. Hahahahaha...

Pesawat Batik Air yang saya tumpangi mendarat di Bandara Pattimura Ambon tepat pk.06.00 WIT. Semburat kebiruan sudah terlihat ketika saya menginjakkan kaki untuk kali pertama di tanah Ambon. Yeaaaah.. akhirnya saya bisa berada disini. Meskipun mata saya sangat mengantuk karena nyaris tidak bisa tidur dipesawat, tapi hal itu dikalahkan oleh rasa senang yang luas biasa. Saya segera menuju tempat bus Damri mangkal di bandara. Dari bandara menuju pusat kota Ambon ditempuh sekitar 30 menit perjalanan dengan tarif Rp.25.000,-.Dan ternyata, Damri terakhir yang akan mengangkut penumpang dari kota Ambon menuju bandara adalah pk.13.00 WIT. Yang mana artinya waktu saya benar-benar semakin pendek berada di Ambon. Tapi karena sudah pasarah dengan keadaan, saya sudah tidak terlalu ambil pusing.

Damri dari bandara Pattimura mulai bergerak menuju pusat kota Ambon tepat pk.07.00 WIT. Sebelumnya saya sudah berjanji dengan klien untuk bertemu pagi-pagi karena saya dikejar waktu. Dan untungnya klien bisa mengerti dan bersedia saya ganggu pagi-pagi sekali. Saya sangat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Indah sekali.. Pemberhentian terakhir bus Damri dan bandara Pattimura adalah di Lapangan Merdeka yang merupakan pusat kota Ambon. Dari sana saya sudah dijemput oleh klien dan kemudian diajak untuk sarapan sebelum menuju kantornya untuk bekerja. Sekitar pk.09.00 WIT, klien saya bertanya apakah saya sudah sering ke Ambon atau baru pertama kali ? Saya langsung bilang kalau ini kali pertama saya ke Ambon. Entah karena kasihan atau gimana, tiba-tiba beliau menyuruh saya untuk jalan-jalan keliling Ambon saja karena pekerjaan ini bisa dia handle bersama team nya. Awalnya saya menolak karena tidak ada persiapan sama sekali. Tapi karena terus menerus didesak, akhirnya saya iyakan juga tawaran tersebut. Lagipula saya masih punya waktu sekitar 3 jam untuk jalan-jalan. 

Demi alasan efisiensi waktu, saya menelpon teman saya minta diajak berkeliling. Ketimbang saya harus tanya-tanya dan meraba-raba dengan kemungkinan nyasar yang cukup besar, lebih baik mengajak teman yang sudah tahu seluk beluk kota Ambon kan ? Teman saya datang tidak lama kemudian karena posisinya yang tidak jauh dengan tempat saya berada, lalu kami pun mulai melakukan perjalanan singkat. Yang terdekat adalah Lapangan Merdeka. Jadi Lapangan Merdeka adalah sebuah lapangan sebesar lapangan bola yang bisa dikatakan merupakan halaman dari kantor Gubernur Maluku. di lapangan ini ada tulisan Ambon Manise yang besar dan sepertinya memang harus dikunjungi untuk foto-foto.. 

Masih berada satu kawasan dengan lapangan merdeka, saya juga berfoto-foto dengan latar gedung Balai Kota Ambon. Gedung Balai Kota Ambon sendiri merupakan tempat berkantornya Walikota Ambon. Dan saya juga tidak lupa mengunjungi tugu Pattimura. Sayang, foto-foto yang saya ambil tidak ada yang jelas karena posisi matahari. Jadi beruntunglah kalian tidak melihat foto saya dengan latar tugu Pattimura ini. 

Tempat selanjutnya yang saya datangi adalah Gong Perdamaian Dunia. Tempat ini dekat dengan pemberhentian Damri dimana saya turun tadi. Gong Perdamaian Dunia merupakan gong raksasa simbol perdamaian dunia. Di sekeliling gong terdapat bendera-bendera negara dunia. Selain Ambon, di Indonesia Gong Perdamaian Dunia juga terdapat di Bali. Di Ambon sendiri merupakan Gong Perdamaian Dunia yang ke-39 untuk mengenang sebuah kerusuhan yang pernah terjadi disini. Sayang saat saya datang kesini pagarnya terkunci, jadilah saya tidak bisa berfoto dari dekat. 

Dengan waktu yang tersisa, teman saya mengajak ke Pantai Natsepa yang lokasinya sedikit jauh dari pusat kota. Tapi karena teman saya berani menjamin bahwa waktu saya masih cukup untuk kembali ke kantor klien dan mengejar bus Damri pk.13.00 , maka saya iyakan ajakan tersebut. Sampai disana saya melihat banyak orang sedang menikmati pantai dengan berenang dan bermain air dari pinggiran. Pantainya indah dan cukup bersih. Dipinggiran terdapat deretan penjual makanan dan yang harus dicicipi kalau kesini adalah Rujak Natsepa. Untuk buah-buahannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rujak yang biasa saya makan. Yang membuat berbeda adalah olahan bumbu kacangnya. Kacangnya terlihat dominan diatara bumbunya karena memang tidak diulek terlalu lama. Rasanya segar sekali makan Rujak Natsepa sembari menikmati semilir angin Pantai Natsepa.

Karena waktju semakin siang, saya memutuskan segera kembali ke kantor klien saya dan mengejar bus Damri pk.13.00. Untungnya semua pekerjaan sudah terselesaikan sehingga saya bisa ke Makassar dengan perasaan tenang. Walaupun hanya 10 jam, tapi saya senang karena masih sempat jalan-jalan. Mudah-mudahan kunjungan berikutnya ke Ambon, saya bisa jalan-jalan lebih lama dan mengunjungi banyak tempat lain yang belum saya datangi kali ini.

27 comments:

  1. wihh kayak rujak buah nya surabaya yaa mas, kalau item gitu rasa nya gimana pake petis kah, hihihi :D

    wihh 10 jam yang emejing tuh sampek ambon pula wihh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayanya sih ada deh rasa petis nya

      Delete
  2. Wahhh yang penti g dah sampe Ambon lah bro....hehehhee...rujaknya menggiurkan tuhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mam, rujaknya menggiurkan banget :)

      Delete
  3. Misuh misuh..... belom pernah ke Ambon...

    Nice pic Goiq

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk kapan-kapan kita ke Ambon Cip, aku juga masih banyak tempat yang belum di datangi nih

      Delete
  4. ambon bagus juga ya... gua belum pernah ke ambon

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Man, bagus banget.. Pengen lagi deh kesana

      Delete
    2. James4:06 AM

      Kalo mo ke Ambon lagi pilih akhir agustus karena ada kapal kapal layar / yacht dari Australia yg masuk ke Teluk Ambon tiap tahun. banyak acara bule bule lomba narik becak di pantai Amahusu. seruuu... belom lagi kapal kapal pesiar dari berbagai negara yg singgah di pelabuhan kota ambon. Tempat2 yg harus dikunjungi Monumen martha Christina Tiahahu di karpan, kuburan australia di Tantui, pantai liang, waai, santai beach, pintu kota, banyak deh

      Delete
  5. singkat banget waktu nya.... Tapi lumayan lah yah bisa keliling2...

    btw, kalo kerjaan bisa di-handle tim klien, ngapain bang goiq ke sana dong...? wkwkwkwk.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena bahan kerjaannya aku yang bawa dari Jakarta :)

      Delete
  6. tulisan ambonnya sekarang warnanya merah ya Mas.. dulu putih saat saya kesana terakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah baru tau kalu dulu sempat berwarna putih

      Delete
  7. wuihh enak ya kerja sambil liburan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibikin enak aja mas.. hahahaha

      Delete
  8. Duh ngiler Rujak Natsepanya, mau dong jalan-jalan sambil kerja dibayarin hehee

    ReplyDelete
  9. waaah amboon manise.. kota yang panas pool.. nyobain sambal colo-colo nya a? mantap tuuh

    ReplyDelete
  10. 10 jam di Kota Ambon yang amat berkesan. Kesan yang tak mudah dilupakan dengan kotanya yang nyaman dan indah, orangnya yang ramah, pantainya begitu mempesona, dan makanan khasnya yang mengundang selera. Walau hanya sekejap komplit sudah menjelajahi seputar Kota Ambon. Selamat datang di Kota Ambon. Selamat jalan sampai di tujuan. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
  11. lebih mudah ya telp temen2 buat jalan2 jadi bisa langsung ke lokasi. Btw kapan ke Bekasi? foto di depan tulisan BEKASI :-D di pinggi sungai berani gak?

    ReplyDelete
  12. dan temannya gak kebagian difoto trus diposting di blog ini ya mas? hahaha kesian :p

    ReplyDelete
  13. Aku belum perna ke ambonnnnnnnn #iri100x

    ReplyDelete
  14. 10 jam tapi membawa banyak kenangan, itu bagus mas :)

    semoga kunjungan lain waktu lebih berkesan..

    salam kenal mas..

    ReplyDelete
  15. dari sekian banyak tempat yang aduhai, saya cuma ngiler ama rujaknyaaaa :D

    keren mas goiq,
    kapan ya saya bisa kesana, #mupeng

    ReplyDelete
  16. kok bisa biru begitu ya,,indah banget

    ReplyDelete
  17. James3:59 AM

    Ambon Kota dengan langit biru terindah di Indonesia versi pak SBY. tapi emang sih langit dan laut disana biru membahana

    ReplyDelete
  18. Rujak natsepa memang top markotop...btw salam kenal

    ReplyDelete

Terima kasih....