10 September 2014

Pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional

Kesehatan adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan seorang manusia. Pastinya semua orang ingin selalu sehat dalam hidupnya. Mana ada sih yang mau sakit di era dimana-mana semua hal itu serba mahal. Termasuk berobat ke dokter dan harga obat-obatan. Karena itu penting sekali menjaga kesehatan supaya badan lita selalu fit. Tapi yang namanya penyakit itu sudah seperti jodoh, kalau sudah waktunya datang mana bisa di tolak. Yang harus kita lakukan pastinya adalah mempersiapkan diri supaya saat penyakit datang di tubuh kita atau anggota keluarga lainnya, kita tidak kelimpungan. 

Sudah tahu JKN ? JKN adalah Jaminan Kesehatan Nasional yang di selenggarakan oleh BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) berdasarkan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang diatur dalam UU 40/2004 yang bertujuan agar kita sebagai penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem asuransi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.

Coba deh bayangkan, andaikan ada salah satu orang yang kita kenal yang tiba-tiba mendapat serangan jantung dan harus di rawat di ICU. Jika biaya perawatan di Rumah Sakit mencapai 50 juta rupiah, tentunya itu bukan uang yang sedikit. Dan belum tentu semua orang memiliki tabungan sebanyak itu. Akhirnya keluarga atau teman-teman dekat mungkin harus patungan untuk menutupi biaya pengobatan yang besar itu. Dan pertanyaan lainnya yang mungkin timbul di benak kita adalah : apakah saudara atau teman-teannya mau patungan untuk menutupi biaya pengobatan yang besar tersebut ? Lalu apa yang harus diperbuat seandainya tidak terkumpul uang sebanyak itu ? Dan semua pertanyaan itu akan terjawab bila kita menjadi peserta JKN. Hambatan keuangan untuk pembiayaan kesehatan akan teratasi.

Bagaimana sih cara menjadi peserta JKN ? Peserta JKN sendiri terdiri dari :
1. Pekerja penerima upah yaitu orang yang bekerja dan mendapatkan upah secara rutin seperti PNS, TNI/POLRI, pegawai swasta dan sebagainya yang pendaftarannya diajukan oleh pemberi kerja. 
2. Lalu ada juga pekerja bukan penerima upah yang terdiri dari pekerja usaha mandiri atau wiraswasta. Golongan ini bisa mendadaftarkan diri sendiri dan anggota keluarganya. Adapun besaran iuran yang harus dibayarkan bagi peserta bukan penerima upah ( peserta mandiri adalah :
- Pelayanan di ruang rumah sakit kelas III sebesar Rp.25.5000/orang/bulan
- Pelayanan di ruang rumah sakit kelas II sebesar Rp.42.500/orang/bulan
- Pelayanan di ruang rumah sakit kelas I sebesar Rp.59.500/orang/bulan
3. Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang terdiri dari masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Adapun syarat pendaftaran bagi pekerja mandiri adalah mengisi formulir pendaftaran, foto copy KTP, foto copy Kartu Keluarga dan pas foto berwarna 3x4 sebanyak 2 lembar. Adapun prosedur pendaftaran JKN sendiri adalah setelah mengisi dan melengkapi formulir dan berkas pendaftaran di kantor BPJS terdekat, kita akan mendapatkan nomor kode pendaftaran dan kita akan diminta melakukan pembayaran di kantor pos, atm atau setor tunai di bank BNI, BRI dan Bank Mandiri. Setelah itu kita tinggal mengambil kartu peserta JKN di kantor BPJS. Mudah sekali kan ?

Bila sudah menjadi peserta JKN, maka kita akan memiliki hak untuk mendapatkan kartu peserta dan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berupa penyuluhan kesehatan, pengobatan, Keluarga Berencana, imunisasi dan akomodasi layanan rawat inap. Dan bila ada hak, tentu saja kita juga mempunyai kewajiban yang harus kita penuhi yaitu membayar iuran bulanan dan melapor kepada BPJS Kesehatan saat pindah domisili atau pindah bekerja.


Yang penting untuk diketahui bagi semua peserta JKN adalah kita akan mendapatkan pelayanan pertama kali di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang meliputi Puskesmas, Klinik swasta, dokter praktek, klinik TNI/Polri yang bekerja sama dengan BPJS. Apabila memerlukan perawatan lebih lanjut, maka peserta JKN akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan. Peserta JKN dapat dilayani langsung menuju Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan apabila dalam kondisi emergency atau gawat darurat.

Adapun pelayanan kesehatan yang tidak dijamin antara lain adalah paleyanan yang tidak sesuai prosedur, pelayanan di fasilitas kesehatan yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, pelayanan untuk mendapatkan keturunan, pelayanan kesehatan di luar negeri, pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk estetika, pengobatan alternatif dan gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, bunuh diri atau narkoba.

Banyak banget kan manfaat dari JKN ini. Ayo daftarkan diri kamu dan keluarga untuk ikutan JKN untuk Indonesia yang lebih sehat.Untuk info lebih detail seputar JKN, coba lihat kontak-kontak dibawah ini yah...


5 comments:

  1. terima kasih info yang luar biasa ini gan

    ReplyDelete
  2. Anonymous6:47 AM

    Baru tau manfaat JKN nih gegara baca artikel ini. keren

    ReplyDelete
  3. Udah daftar berarti ya Mas? Masih maju mundur mau daftar ato ga.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah perusahaan kami sudah mendaftarkan para karyawannya
    Memang banyak sekali manfaat menjadi anggota JKN :))

    ReplyDelete
  5. ini beda ama bpjs ya?

    ReplyDelete

Terima kasih....