03 March 2015

Menciptakan Kebahagiaan

Bahagia. Kata ini sepertinya adalah dambaan semua manusia di dunia. Siapa sih manusia yang tidak mendambakan untuk hidup bahagia. Dan akhirnya segala jalan akan ditempuh untuk meraih bahagia. Tidak terkecuali dengan saya. Sepertinya segala hal yang saya lakukan saat ini adalah salah satu langkah untuk meraih bahagia saya, walaupun terkadang jalan itu begitu berliku dan melelahkan. Pernah saya bertanya pada diri sendiri, apa saja sih yang membuat saya bahagia ? Apakah dengan bekerja keras lalu menghasilkan income yang banyak saya lantas otomatis hidup bahagia ? Lalu bagaimana saya menciptakan kebahagiaan untuk diri saya sendiri ? Ternyata saya memukan jejak bahagia justru mulai dari hal-hal yang sederhana. Mulai dari saat saya membuka mata di pagi hari. Sebenarnya saya merasakan bahagia sekaligus bersyukur karena masih bisa melakukannya, sementara di luar sana mungkin ada banyak orang yang tak lagi bisa membuka mata mereka untuk selamanya... 


Hingga akhirnya saya membaca buku terbaru Adjie Silarus yang berjudul Sadar Penuh Hadir Utuh. Dalam salah satu bab saya membaca tentang Menciptakan Kebahagiaan. Yah ternyata saya bisa menciptakan bahagia untuk hidup saya. Sesuatu yang selama ini saya kejar mati-matian tapi justru semakin di kejar malah semakin jauh. 

1. Memaknai Kesederhanaan 

Bahwasanya untuk menciptakan kebahagiaan, mulailah dari memaknai kesederhanaan terlebih dahulu. Kenapa memaknai kesederhanaan ? Karena kesederhanaan memberikan kita kebebasan dan memberikan tambahan waktu luang. Kesederhanaan juga akan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam hidup. Saya mengingat pada suatu masa dimana saya yang biasa kemana-mana memakai kendaraan bermotor akhirnya harus mengalah dengan keadaan dan akhirnya harus beraktivitas dengan menggunakan kendaraan umum bahkan hingga saat ini. Tapi ketika pada akhirnya saya menemukan tambahan waktu untuk tidur sejenak di dalam kendaraan umum saat pergi dan pulang bekerja plus bisa melakukan berbagai aktivitas di social media yang tentu saja tidak bisa saya lakukan dengan mengendarai sepeda motor, kenapa saya harus bersedih dengan meratapi keadaan ? Bahagia itu sederhana bukan ?

2. Berkawan Dengan Rasa Sakit


Sebagai seorang penderita asma, kambuh tentu sesuatu yang paling tidak ingin saya alami. Betapa saya merasa jadi manusia paling merugi di dunia bila asma saya sedang kambuh. Bagaimana tidak merugi ? Oksigen berada di sekeliling saya dan bisa di hirup kapan saja dan di mana saja secara gratis, tapi ketika asma kambuh saya kesulitan untuk bernafas. Akibatnya aktivitas terganggu dan tentu saja saya yang merasakannya pun sama sekali tidak nyaman. Belum lagi larangan-larangan untuk beraktivitas berlebihan yang bisa mengakibatkan serangan. Hingga akhirnya saya mencoba lari dari kenyataan. Yah lari dalam arti kata yang sebenarnya. Walau banyak yang bilang lari kurang cocok bagi penderita asma, saya mencoba menguatkan diri saya. Saya kompromi dengan penyakit asma saya. Saya pernah bilang begini untuk penyakit asma saya :

"Dear asma, saya akan mencoba rutin berlari. Walau banyak yang bilang lari dan kamu bukan sahabat yang baik, tapi saya beneran pengen lari. Jadi kita bikin kesepakatan yuk, kamu jangan kambuh saat saya sedang lari dan saya akan mengurangi untuk mengeluh saat kamu sedang datang mengampiri. Deal ?"

Alhamdulillah mulai saat saya berlari 5 kilo sampai sekarang mulai naik kelas ikutan event lari 21 kilo, asma saya tidak pernah kambuh saat berlari.

3. Jangan lupa bersyukur

Manusia mungkin lebih sering lupa saat senang dan terlalu banyak mengeluh pada saat susah. Dalam suatu kesempatan, ibu saya pernah berkata pada kami anak-anaknya. Apapun yang kamu alami hari ini, jangan lupa untuk bersyukur. Karena bila hari ini adalah hari baikmu, maka bersyukur akan mengingatkanmu pada hari ini saat kamu sedang sedang mengalami hari yang sulit. Demikian pula sebaliknya, bersyukurlah bila hari ini kamu mengalami hari yang berat, karena itu berarti kamu sedang di uji bagaimana carai melewati hari yang berat ini. Ditambah lagi kamu akan ingat hari yang sulit ini saat kamu sedang melewati hari yang baik. Dan yang jelas bersyukur akan membuat hidup kita bahagia apapun kondisi kita saat itu.

Oh ya, selain 3 poin yang saya ulas di atas, masih ada beberapa poin dalam bab Menciptakan Kebahagiaan yang ditulis mas Adjie Silarus. Di dalamnya juga ada beberapa teknik latihan 4 cara sederhana hidup bahagia dengan mindfulness. Dan tentu saja bab lain dalam buku ini yang sangat menarik untuk dibaca. Buat kamu yang tertarik untuk membaca buku Sadar Penuh Hadir Utuh, kamu sudah bisa melakukan pre-order buku ini loh. Info pre-order bisa dilihat di sini . Dan bagi 20 orang pemesan pre-order yang beruntung akan mendapatkan diskon 20% , tanda tangan dan mengikuti kelas pelatihan Sadar Penuh Hadir Utuh yang akan diadakan akhir Maret atau awal April 2015. Asyik banget kan ? Yuk kita belajar menciptakan kebahagian... 

10 comments:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  2. Emangnya lari itu bagian dari berteman dengan rasa sakit, Mas? Bukankah lari itu menyenangkan ya???? :D

    ReplyDelete
  3. Yang paling penting tuh ya bersyukur ya. Dengan banyak bersyukur baru kita bakal lbh bahagia. :)

    ReplyDelete
  4. Yang paling penting tuh ya bersyukur ya. Dengan banyak bersyukur baru kita bakal lbh bahagia. :)

    ReplyDelete
  5. Aku gampang bahagia dengan hanya mendengarkan musik.. Lalu, bertemu dengan buanyak orang juga bisa bikina ku seneng.

    Ah, untungnya aku orang yg mudah bahagia sih.. Tapi juga sebaliknya, gampang banget ngambek kalau ketemu ornag yg aku gak cocok sama kepribadiannya.. hahaha..

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah ternyata bisa ya lari berkawan dengan asma, Mas. Mudah2an bugar terus yaa. Sy pernah tuh satu kali merasakan sesak nafas saat itu tiba2 sakit usai melahirkan anak ketiga. Saya merasakan betapa tersiksanya kala nafas sesak. Untungnya cuma sekali itu saya merasakannya Mas .... beruntung Mas Goiq bisa menaklukkannya dan rutin olah raga lari :)

    ReplyDelete
  7. Setuju dengan komen Mas Arman, jika pandai bersyukur, apapun akan terasa nikmat...
    bukunya sangat berisi dan bergizi :D

    ReplyDelete
  8. Berkawan dengan rasa sakit itu juga termasuk dapat mensyukuri musibah lho.

    @nuzululpunya

    ReplyDelete
  9. setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan

    ReplyDelete
  10. bahagia buatku jg simple mas..Asal tiap thn bisa traveling ke tempat2 baru, udh cukuplah ;)..

    ReplyDelete

Terima kasih....