29 September 2015

Menggali Harta Karun Kuliner Indonesia Dalam Promo 5 Islands in 5 Weeks


Indonesia adalah tanah surga. Di negeri kita tercinta ini tersimpan banyak sekali harta karun. Ada harta karun berupa kekayaan alam, ada pula harta karun berupa kekayaan budaya. Dan tak ketinggalan harta karun berupa resep kuliner khas yang tersebar di berbagai pulau-pulau Indonesia. Pertanyaan simple dari saya, sudah berapa banyakkah kalian mencicipi ragam kuliner khas Indonesia ? Mungkin belum banyak yang sudah beraneka mencicipi aneka kuliner khas tanah air. Tapi tidak usah sedih, karena sekarang banyak sekali cara untuk bisa mencicipi kekayaan kuliner tanah air tanpa harus mengunjungi daerah tersebut, Salah satunya seperti yang saya lakukan dengan mencicipi aneka kuliner nusantara di promo 5 Islands in 5 Weeks di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Promo 5 Islands in 5 Weeks diadakan secara bertahap di Signatures Restaurant Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Dimana kita bisa mencicipi aneka kuliner khas nusantara yang disajikan ala hotel dalam 5 minggu yang berbeda. Kalau kamu menyukai menu masakan Sumatera, maka menu khas Sumatera bisa dinikmati pada tanggal 5-11 Agustus 2015, sedangkan menu khas Jawa bisa dinikmati pada tanggal 12-18 Agustus 2015, menu khas Bali dan Lombok bisa dinikmati pada tanggal 19-25 Agustus 2015, menu khas Kalimantan bisa disantap pada tanggal 26 Agustus - 1 September 205 dan menu khas Sulawesi dan Maluku bisa dinikmati pada tanggal 2-8 September 2015. Saya beruntung bisa mencicipi aneka kuliner khas Jawa, Sulawesi dan juga Maluku. Yuk lihat menu khas nusantara yang sempat saya cicipi dalam promo 5 Islands in 5 Weeks.

Kuliner yang satu ini mungkin bisa dibilang Jawa banget. Tapi saya pikir makanan ini relatif mudah kita jumpai di berbagai tempat di Indonesia. Apalagi kalau bukan bakso. Hidangan yang enak dimakan selagi panas ini selalu menggoda iman untuk menyantapnya walaupun sebenarnya kita bisa menemukannya dimanapun. Tidak terkecuali saya yang memilih untuk membuka kunjungan pertama saat datang di Signatures Restaurant dengan menyantap bakso panas yang lezat ini.

Penyuka daging kambing ? Mestinya hidangan khas Solo berbahan dasar daging dan jeroan kambing yang bernama Tengkleng ini bisa jadi adalah salah satu favorit kamu. Apa sih beda tengkleng kambing dengan gulai kambing ? Perbedaan mendasar tentu saja dari kuahnya, dimana kuah tengkleng lebih encer dibandingkan dengan kuah gulai kambing. Dengan rasa gurih dan segar, saya pikir semua penikmat daging kambing akan menyukai menu yang satu ini.

Kata ibu saya, dulu lidah sapi itu hargaya murah karena keengganan orang mengkonsumsinya. Padahal lidah sapi yang penampilan fisiknya mungkin terlihat kurang menggugah selera untuk memasaknya sebenarnya memiliki rasa yang tidak kalah nikmat untuk menjadi aneka hidangan. Untungnya sekarang pandangan orang semakin berubah karena sudah mengetahui betapa lezanya menu dengan bahan dasar lidah sapi ini. Salah satu menu berbahan lidah sapi yang sering kita jumpai adalah bistik lidah dan semur lidah. Menu yang satu ini adalah resep unggulan ibu saya, maka saya tidak membuang kesempatan untuk mencicipi menu Semur Lidah Sapi di Signatures Restaurant. Rasanya benar-benar maknyus. Daging lidah sapi yang empuk dengan tekstur yang khas ini membuat saya nambah dua kali. 

Salah satu hidangan khas kota Solo yang sempat saya cicipi adalah Selat Solo. Menu yang satu ini juga sering disebut orang dengan sebutan Bistik Jawa. Menu ini memiliki cita rasa manis dari daging sapi yang dibuat bistik. Dan semakin semarak karena disajikan dengan aneka sayuran rebus seperti buncis, wortel, kentang dan telur rebus. Nikmat sekali...

Selain makanan berat, beragam penganan tradisional juga bisa kita jumpai di 5 Islands in 5 Weeks ini. Beberapa yang saya sempat saya cicipi adalah Kue Apem dan Kue Ku, lalu ada pula aneka kerupuk serta peyek, serta tidak ketinggalan tape uli khas Betawi lengkap dengan ketannya. Nikmat sekali untuk disantap sembari ngobrol bersama rekan-rekan.


Yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah cemilan masa kecil saya yang dulu biasa saya jumpai di pasar malam. Apalagi kalau bukan Arum Manis. Sangat mengejutkan sekali saya bisa menjumpai Arum Manis beserta mesin pembuatnya di Signatures Restaurant. Arum Manis ini terbuat dari gula yang diberi pewarna. Untuk membuatnya, gula dimasukkan di bagian tengah mesin, kemudian akan menghasilkan serat-serat yang langsung digulung dengan lidi. Kalau penasaran dengan cara membuatnya bisa melihat video yang saya rekam yah. 

Dalam kunjungan kedua saya di Signatures Restaurant Hotel Indonesia Kempinski, sedang menyajikan hidangan khas Sulawesi dan Maluku. Karena merasa kurang familiar dengan hidangan kedua pulau ini, saya memilih beberapa menu yang belum pernah saya coba sebelumnya. Saya mulai dari Gohu. Ada 2 jenis gohu yang cukup familiar dari Sulawesi dan Maluku. Yang pertama adalah Gohu Tuna khas Ternate dan yang kedua adalah Gohu Pepaya dan Udang khas Manado. Sedikit info nih, Gohu ini tidak dimasak dengan api loh. Tapi walaupun begitu, saya sangat menikmati kedua menu ini. Gohu Tuna nya segar sekali, walaupun tidak dimasak dengan api, tapi daging ikan tunanya sama sekali tidak berasa amis. Bagi saya yang penggemar sushi, menu ini cocok di lidah saya. Demikian pula dengan menu Gohu Pepaya dan Udang. Menu ini bisa dikatakan semacam asinan khas Manado. rasanya segar plus gurih dari daging udangnya membuat saya ingin tambah lagi. 

Tidak lupa pula menyantap Bubur Manado yang terkenal sangat lezat itu. Walaupun suka, saya sengaja tidak mengambil dalam porsi yang besar supaya bisa mencicipi aneka menu khas lainnya. Bubur Manado atau oleh masyarakat setempat lebih dikenal sebagai Tinutuan adalah hidangan special untuk sarapan pagi, Bubur ini sangat sehat karena banyak mengandung sayuran seperti jagung, kemangi, kangkung, labu dan lain-lain. Dan semakin bertambah sedap karena disantap dengan sambal ikan roa yang terkenal itu. Yummy..

Belum lengkap rasanya kalau tidak mencicipi Nasi Kuning Manado yang terkenal itu. Di Signatures Restaurant kita bisa memilih sendiri lauk-pauk yang kita suka. Saya memilih telur rebus dan tentu saja tidak ketinggalan Sambal Roa. Enak sekali.

Untuk minumannya, ada 2 pilihan minuman khas Sulawesi yang saya pilih. Pertama adalah Es Plu Butung khas Makassar. Es Palu Butung yang saya santap ini sudah mendapat sedikit modifikasi dimana biasanya Es Palu Butung menggunakan sirup, sedangkan di sini menggunakan sirup yang dibuat dari buah strawberry. Terasa lebih segar rasanya. Minuman kedua yang saya minum adalah Air Goraka khas Halmahera. Air Goraka ini rasanya segar dan menghangatkan karena terbuat dari gula aren yang ditambahkan jahe dan ditaburi dengan kenari. Mantap kan ?

Sangat menyenangkan sekali bisa menambah wawasan kuliner saya hanya dengan mendatangi Signatures Restaurant. Membuka mata saya bahwa Indonesia itu sangat kaya. Saya yang suka jalan-jalan pun ternyata masih belum cukup banyak mengenal kekayaan kuliner tanah air. Mudah-mudahan Hotel Indonesia Kempinski bisa terus mengadakan program ini secara berkala dengan mengangkat menu-menu khas Indonesia lainnya yang mungkin masih banyak yang belum terangkat ke permukaan. Sukses selalu...

37 comments:

  1. Terimakasih atas semua artikel bermanfaat yang sudah anda publikasikan melalui blog yang menarik ini, saya tunggu postingan selanjutnya, have a nice day, kawan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  2. ngeliat fotomu aja aku udah kenyang goiq =))

    ReplyDelete
  3. waduh, salah besar baca tulisan ini diwaktu sore kayak gini >,< jadi laper kan~ apalagi panganan tradisionalnya bikin mupeng! beberapa udah mulai jarang nemu soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, makanya aku kalap di sana..

      Delete
  4. Aku sukaa banget selat Solo, padahal sebagai keturunan orang Solo, aku termasuk telat suka ini menu karena memang baru tahu setelah besar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi aku mbak yang orang Sumatera, makan selat Solo pertama kali baru beberapa tahun belakangan ini

      Delete
  5. Wow. seru juga ya ternyata pembuatan arum manis. Baru kali ini lihatnya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas.. seru. Jadi pengen nyoba bikin sendiri

      Delete
  6. Waah...bisa mencicip aneka makanan dr berbagai daerah d indonesia...enak ya. Indonesia memang kayak akan rasa kulinernya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.. enak banget

      Delete
  7. ya ampun.. asli bikin ngiler!!! :)

    ReplyDelete
  8. kuliner kita memang yahud bener ya. kalau jawa dan sumatera saya lumayan familiar dengan kulinernya, kuliner dari Indonesia bagian timur nih yang pengen dicicipin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul. kuliner Indonesia emang yahud. makanya saya senang bisa datang ke promo di Hotel Indonesia Kempinski ini

      Delete
  9. wah mas goiq datang yg ke maluku ? :D asik banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, gantiin teman yang pasangannya berhalangan

      Delete
  10. mau dunk selat solonya..

    Eh, selama ini saya kok familiarnya dgn sebutan salad Solo ya? *dasar sok teu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga ngga tau yang benernya yang mana mbak. ada yang sebut Selat ada yang sebut Salad

      Delete
  11. bistik itu kalau tidak salah dari kata-kata beef steak..

    ReplyDelete
  12. Kalo tengkleng biasanya kuahnya lebih encer daripada gulai dan lebih banyak tulangnya, Rie. Duh, bubur manado aja aku belum nyobain sampe sekarang hiks. *kasihan banget , ya* Konon pula nasi kuning manado. Kayaknya apa rasanya. *glek*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngeces yah mbak.. hahahaha

      Delete
  13. glek
    kenyang
    tapi dikempinski enak2 yaaaaaaaaaaaa makanannyaaaaaaaa
    ajak po rie yang kuliner gini *brb jadi food blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya iya.. nanti tak ajakin

      Delete
  14. Replies
    1. hahahahahaha... aku makan dua loh mas Cum

      Delete
  15. nice post, gan... Keep posting!!

    ReplyDelete
  16. Kapan-kapan aku ditraktir ya mas goiq!
    hehe :)

    Muhammad Syafiq

    ReplyDelete

Terima kasih....