09 October 2015

Berkemah Di Pulau Semak Daun

Suatu hari di Sabtu pagi, saya sudah menapakkan kaki di Pelabuhan Kali Adem yang melayani penyebrangan ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di tempat ini. Sebelumnya saya cukup familiar dengan pelabuhan Muara Angke yang bau, kotor dan amis. Hal sebaliknya justru saya lihat di sini. Lebih bersih, lebih tertata dan yang jelas ada cukup space untuk meninggalkan kendaraan seperti mobil dan motor karena pengelolaan parkir yang sudah baik, Yuk simak catatan perjalanan saya kali ini berkemah di Pulau Semak Daun.

Setelah beberapa teman berkumpul, kami mulai memasuki kapal yang berada di bagian dalam pelabuhan. Tepat pk.07.00, kapal kami mulai berlayar menuju Pulau Pramuka yang menjadi tujuan transit kami. Mau tidak mau kami memang harus transit karena Pulau Semak Daun adalah pulau kecil yang tidak dihuni. Pelayaran menuju Pulau Pramuka ditempuh selama lebih kurang 2,5 jam. Saya menikmati awal-awal pelayaran di dek bagian belakang bersama beberapa orang teman. Kami menikmatinya dengan bercanda dan berbagi cerita beberapa trip yang sudah kami lakukan belakangan dan recana-rencana ngetrip berikutnya. Ahhh dasar traveler, belum sampai di lokasi tujuan ngetrip saja sudah membahas rencana trip berikutnya yang kemungkinan bisa dilakukan bersama seperti kesempatan kali ini. Hahahaha...

Sembari bercengkarama, saya juga menghabiskan beberapa kesempatan mengambil beberapa foto suasana sepanjang pelayaran pagi itu, Mulai kapal-kapal besar yang mengangkut banyak penumpang ke beberapa pulau lannya seperti kapal yang kami naiki, sampai memotret aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan. Sangat menyenangkan. Hampir setengah perjalanan saya merasa mual dan memutuskan masuk ke dalam untuk tiduran.


Setelah 2,5 jam perjalanan, kami tiba di Pulau Pramuka yang merupakan pemberhentian sementara sebelum melanjutkan agenda ngetrip kami yang sebenarnya. Suasana pelabuhan Pulau Pramuka pagi itu terlihat cukup ramai, persis seperti ramainya penumpang arus mudik lebaran. Hahahaha. Oh ya, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Pramuka. Walaupun kondisinya lebih kurang beda-beda tipis dengan pulau Tidung, tapi tetap saja ini Pulau Pramuka bos... Kami singgah sebentar di salah satu rumah pemandu trip untuk makan siang. Walaupun dengan menu sederhana, menu makanan di pulau ini selalu membuat saya lahap untuk makan. Apalagi kerupuknya yang terasa banget ikannya. Bikin saya dan teman-teman buas sekali menyantapnya sampai habis. 

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal yang lebih kecil. Kali ini hanya tersisa rombongan kami saja, Sebelum menuju Pulau Semak Daun, agenda yang kami lakukan sore itu adalah snorkeling. Sebelum memulai snorkeling, kami berhenti sebentar di Pulau Air untuk coaching terlebih dahulu. Karena dari awal saya sudah bilang tidak ikutan snorkeling, saya lebih asyik dengan kamera saya untuk foto-foto (diri sendiri). Hahahahahaha...

Selesai coaching, langsung naik kapal lagi dan menuju area sekitar Pulau Air untuk snorkeling. Ternyata ada beberapa rekan saya yang tidak ikutan snorkeling dengan alasan klasik seperti saya. Tidak bisa berenang dan tidak bisa mengapung. Hahahahaha.. Rugi sih rasanya, tapi yah sudahlah. yang penting tetap happy dalam perjalanan ini.

Setelah rombongan puas snorkeling, kami langsung berlayar lagi menuju Pulau Semak Daun. Tenda-tenda sudah berdiri dengn rapi di dalam pulau. Luas Pulau Semak Daun ini mungkin hanya sekitar 1,5x lapangan bola. Walaupun kecil dan tidak berpenduduk seperti Pulau Tidung dan Pulau Pramuka, tapi puau ini memang cukup familiar sebagai tempat camping. Cukup banyak pemandu trip yang menawarkan paket camping di pulau ini. Aktifitas yang kami lakukan ketika sampai adalah nongkrong dan nyanyi-nyanyi santai sembari menunggu matahari terbenam.

Ketika hari semakin sore, kami berjalan menuju ujung pulau. Karena pulau ini kecil, hanya butuh berjalan sekitar 5 menit untuk sampai di ujung pulau. Kami memang memilih untuk berjalan lebih dulu ke ujung supaya bisa mengambil foto tanpa banyak penampakan orang lain. Semakin sore semakin banyak para pemburu sunset yang datang ke ujung pulau. Kamipun memberi kesempatan kepada mereka untuk mengambil foto dan lebih memilih menikmati sunset dari tepian. Menyenangkan sekali...

Setelah kembali ke kemah, rasa lengket mulai menyergap. Waktunya mandi. Ada beberapa kamar mandi dan jamban dengan kebersihan ala kadarnya. Kita bisa mandi beramai-ramai dengan air sumur yang katanya berair payau tapi menurut saya ini sama saja seperti mandi di air laut karena asin banget. Oh ya, penunggu pulau ini membuka warung yang menjual beberapa kebutuhan seperti mie instan, kopi, rokok bahkan kita bisa membayar untuk charger smartphone. Acara malam diisi dengan kegiatan bakar-bakaran. Apalagi kalau bukan membakar ikan untuk lauk makan malam kami. Nikmat sekali rasanya... Perut kenyang, rasa kantukpun datang. Saya langsung memilih tidur dalam tenda sementara yang lainya masih bernyanyi dan ngobrol di luar.

Satu hal yang sangat saya sesalkan ketika berada di Pulau Semak Daun ini adalah tumpukan sampah. Harusnya teman-teman yang akan camping disini memiliki kesadaran untuk membawa kembali semua sampah yang dibawa dari Jakarta. Jangan pernah menyisakan sampah apapun di pulau. Saya pikir kalau kesadaran semua orang untuk membawa pulang sampah mereka masing-masing sangat tinggi, tidak akan ada tumpukan sampah seperti ini di pulau. Lalu ada berita yang saya dengar kalau Pulau Semak Daun akan segera ditutup karena akan dijadikan pulau privat. Belum tahu juga mengenai kebenaran berita ini.

Pagi itu cuaca sedikit mendung, saya menyempatkan jogging di pinggir pantai sebelum balik. Karena semua rombongan sepertinya malas untuk mandi, maka kami memutuskan untuk membersihkan sampah-sampah kami untuk dibawa pulang. Setelahnya menyempatkan diri untuk foto-foto dengan latar gerbang Pulau Semak Daun. Setelah itu kami naik kapal kecil lagi untuk melihat penangkaran ikan hiu.

Nah ditengah perjalanan kami berhenti di sebuah tempat. Tempat ini merupakan sebuah penangkaran ikan hiu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti restaurant. Cukup antusias melihat ikan-ikan hiu dalam berbagai ukuran dari dekat. Setelah puas melihat dan berfoto-foto, kami kembali ke kapal untuk menuju Pulau Pramuka. Setelah sarapan di Pulau Pramuka maka kami kembali naik kapal besar untuk menuju Jakarta. Ahh senangnya menghabiskan akhir pekan di Pulau Semak Daun. Bagaimana liburan akhir pekan teman-teman ?

37 comments:

  1. asikk ihhh, ketemu ikan hiu......kapan2 mau juga ahh

    ReplyDelete
  2. ah sayang sekali banyak tumpukan sampah

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget.. sangat disayangkan karena kesadaran orang-orang terhadap sampah cukup rendah

      Delete
  3. Sayang banget sampahnya gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget. makanya saya menuliskan ini sekalian untuk mengingatkan...

      Delete
  4. Arie gak bisa berenang? Ayo kursus renang dari sekarang *kabooorrr* :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha.. iya mbak :))

      Delete
  5. penangkaran hiu di tengah laut?
    mirip dgn yg di karimun jawa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum pernah ke Karimun Jawa

      Delete
  6. makasih gan infonya menarik sekali, mudah2an saja infonya bisa bermanpaat, amin.

    ReplyDelete
  7. tinggal pacaran disemak daun yang belum #eaaaa
    asyik ya berkemah...aku dah dari kapan g pernah :v

    ReplyDelete
  8. Buset, itu pulau atau tempat pembuangan sampah? 4 tahun yang lalu, udah lama juga sih, pas masih sepi dan asri. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih rendah nh.

    ReplyDelete
  9. seru ya bisa berkemah di pulau

    ReplyDelete
  10. pengen berkemah didekat pantai kayak kak goiq heheheheh

    ReplyDelete
  11. Wah, Arie bisa buas juga, ya? Wkwkwkw. Aku baru dengar, nih, Pulau Semak Daun. Dan, soal sampah-sampah itu ... ikut sedih. Keren Arie dan teman-teman peduli masalah ini di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan orag jadi lebih sadar dengan sampahnya masing-masing kalau berkemah dimanapun yah mbak :)

      Delete
  12. Kamu tuch kok yaa demen nya main di semak2 sech kak
    Btw sampah nya bersihin juga dong, bawa pulang gitu hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha... maunya dibawa semua kak.

      Delete
  13. Sayang banget gak snorkel Goiq. Next time dicobain deh, pasti ketagihan......

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar berenang dulu deh

      Delete
  14. Trip yang mengesankan ya, btw nyobain sup hiunya gak mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sup hiu ? ngga dan ngga mau juga

      Delete
  15. Sudah 2 tahunan yg lalu kemping di karimun jawa. Waaah kok kangen kemping lagi. Ngerasain kencing di semak semak, gak mandi berhari2, hahahah..

    ReplyDelete
  16. agh, sedih bgt liat foto sampahnya :(... kalo udh begini, aku lbh rela ni pulau dijadiin private aja mas, biar kebersihannya lbh terjaga -__-

    ReplyDelete

Terima kasih....