28 October 2015

Menghadiri Himpun Agung Sai Batin Paksi Kerajaan Adat Sekala Brak - Lampung Barat

Petualangan GGS - Gio Goiq Salmon
Minggu lalu dalam kondisi sedang pemulihan karena sakit cacar, Salman menawari saya untuk ikut trip ke Lampung dan menjelajahi sejumlah tempat di sana. Kalau mikir kondisi tubuh saat itu sih mestinya tawaran Salman langsung saya tolak mentah-mentah dong. Tapi entah kenapa, rundown acara yang dikirim Salman via Whats App itu benar-benar membuat saya lupa kalau saya sedang sakit. Alhasil saya langsung mengiyakan tawaran tersebut meskipun perjalanan yang kami lalui melalui jalur darat dari Jakarta. Lupakan sakit dan waktunya memulai perjalanan. Bersama seorang blogger lainnya, Taufan Gio, kami bertiga memulai perjalanan bertajuk Petualangan GGS ( Gio Goiq Salmon ) menuju Lampung Barat. 


Tiba di Lampung kami bertemu dengan om Yo dari @KelilingLampung dan rekan-rekannya Om Dito dan Encip. Bersama mereka kami melanjutkan perjalanan menuju Lampung Barat. Lampung Barat sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten yang beribukota di Liwa ini merupakan kabupaten yang wilayahnya berada di daerah perbukitan. Untuk menuju kabupaten Lampung Barat kita bisa menempuh perjalanan darat sekitar 7 jam atau menggunakan pesawat perintis dan landing di Krui. Untuk jalur darat sendiri kita bisa memilih untuk menempuh daerah perbukitan melalui Kota Bumi atau melalui daerah pantai di Pesisir Barat. Semua jalur punya keunikan dan keasyikan tersendiri untuk melaluinya. Kami sendiri beruntung bisa mencicipi kedua jalur tersebut saat datang dan pulang. 

Salah satu agenda kami di Lampung barat adalah mengunjungi Kerajaan Adat Paksi Sekala Brak untuk menghadiri acara Himpun Agung Sai Batin Paksi yang merupakan musyawarah agung para Sultan Kerajaan Adat Paksi Sekala Brak. Di Lampung Barat sendiri ada beberapa paksi atau kerajaan adat yang masing-masing paksi dipimpin oleh seorang Sultan. Kerajaan Adat Sekala Brak yang kami datangi ini memiliki 4 Paksi yaitu Kepaksian Pernong dengan ibu negeri Batu Brak, Kepaksian Nyerupa dengan ibu negeri Sukau, Kepaksian Belunguh dengan ibu negeri Kenali dan Kepaksian Bejalan Diway dengan ibu negeri Kembahang. Nah tuan rumah Himpun Agung Sai Batin Paksi yang kami datangi kali ini adalah Kepaksian Pernong. Tempat berlangsungnya acara Himpun Agung ini berlokasi di Gedung Dalom Kepaksian Pernong. 

Bupati Lampung Barat (kiri) dan Sultan Kepaksian Pernong (tengah)
Acara Himpun Agung ini diawali dengan kedatangan Sai Batin Kepaksian Pernong, Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH, MH yang bergelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 . Sedikit info, Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH, MH saat ini juga menjabat sebagai Kapolda Lampung. Kedatangan beliau didampingi oleh Bupati Lampung Barat, Drs. Mukhlis Basri. Kemudian keduanya tampak mempersiapkan segala sesuatu sebelum acara Himpun Agung dimulai.

Acara Himpung Agung kali ini bertepatan dengan berlangsungnya Festival Sekala Brak ke-2. Sehingga kali ini Lampung Barat kedatangan sejumlah tokoh penting yang juga turut menghadiri acara Himpun Agung di Kerajaan Adat Sekala Brak ini. Sejumpah pelajar dilibatkan untuk proses penyambutan para tokoh-tokoh penting tersebut. Demikian pula panji Kepaksian Pernong yang menjadi tuan rumah dalam Himpun Agung kali ini terihat di barisan terdepan saat mengantar para tokoh memasuki tempat acara di Gedung Dalom Kepaksian Pernong.

Wakil Gubernur Lampung
Gubernur Lampung
Ketua Komisi Yudisial 
Ketua MPR RI
Satu persatu sejumlah tamu kehormatan hadir di lokasi acara Himpun Agung Sai Batin Paksi Kerajaan Adat Sekala Brak. Uniknya para tamu kehormatan ini datang dengan cara diarak dan diiringi musik tradisional. Para tamu kehormatan ini datang satu persatu. Begitu tiba di depan Gedung Dalom Kepaksian Pernong, rombongan akan disambut kesenian bela diri yang melambangkan perlindungan kepada para tamu yang hadir di acara Himpun Agung ini. Sejumlah tokoh kehormatan yang hadir dalam acara Himpun Agung ini antara lain adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Ketua Komisi Yudisial, dan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Acara Himpun Agung Sai Batin Paksi Kerajaan Adat Sekala Brak kali ini menyerahkan Anugerah Lencana Kerajaan dan Pusaka Pedang Kerajaan Adat Sekala Brak kepada Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan yang diserahkan langsung oleh Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23. Zulkifli Hasan sendiri berasal dari Kalianda, Lampung Selatan yang setelah menelusuri jejak sejarahnya berasal dari Kerajaan Adat Sekala Brak.

Walaupun dengan persiapan seadanya, saya sendiri tidak mau kalah meriah loh menghadiri acara Himpun Agung ini. Berbekal kemeja pinjaman dan kain sarung pinjaman, saya terlihat oke kan menghadiri acara di Kerajaan Adat Sekala Brak ini ? Nantikan tulisan jalan-jalan saya berikutnya di Lampung Barat yah :)

41 comments:

  1. tradisi warnanya ngejreng mirip2 adat padang ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. motif warnanya sepintas mengingatkan dengan Sumatera Barat

      Delete
  2. (((Berbekal kemeja pinjaman dan kain sarung pinjaman)))
    Harusnya aku yang ada di sana mendampingi Pak Gubernur ganteng itu. o_o

    ReplyDelete
  3. Sekarang sudah sehat kah mas Goig dari cacarnya?

    ReplyDelete
  4. Postingannya bikin kangen Lampung dan bikin iri bangettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. loh kamu orang Lampung toh Dan ?

      Delete
  5. Aaak kok seru sih, beda dengan pengalaman buruk aku waktu ke Lampung..
    mungkin aku terlalu manis jadi butuh teman lelaki yg mengantar ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman buruk kenapa Put ?

      Delete
  6. Saya tunggu cerita selanjutnya :D

    Hmm acaranya tertib dan lancar iya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Acaranya tertib, cuma sedikit terlambat karena menunggu kedatangan para tokoh. maklum jaraknya jauh

      Delete
  7. keindahan Lampung disorot dong, mas #rikues :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya.. tunggu postingan selanjutnya. saya ada banyak cerita dari Lampung :)

      Delete
  8. Replies
    1. terima kasih sudah mampir

      Delete
  9. Wah ternyata sakit-sakit tetap mengunjungi acara ini mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahaha... iya mas.

      Delete
  10. Wow warnanya heboh banget ya Lampung! Belum pernah ke sana euy, pengen banget nignjekin kaki di Lampung. Ternyata adatnya masih kental ya, saya pikir palembang lebih tradisional. heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pikir setiap provinsi masih punya adat yang masih kental dijunjung kok

      Delete
  11. masih kental ya lampung...suamtera rata2 merah2 gitu ya nuansanya? tinggal nunggu dirimu jug apake adat gini nikah :D

    ReplyDelete
  12. Meriah niaaan...hihi GGS...boyband yak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahaa.. #Lehuga

      Delete
  13. Acaranya nampak meriah banget ya :D

    ReplyDelete
  14. wah warnanya kerenn yaaa...gonjreng merah emas gituu.. keren dahh bisa ikutan acara beginian ri

    ReplyDelete
  15. musyawarah agung gitu hasilnya apaan ya? ada isu yang dibahas gitu? ato cuma seremonial?

    ReplyDelete
    Replies
    1. setiap musyawarah agung pasti ada sesuatu yang dibahas dan keputusan yang dihasilkan :)

      Delete
  16. Salmon enaknya dimakan ya hehehe. Emang sengaja ya GGS Snya Salmon bukan Salman :) hihihi malah bahas nama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salmon nya bukan enak dimakan mbak Lid, tapi makan melulu :))

      Delete
  17. 1. GGS (Masa Salman jadi salmon)

    2. Gubernur Lampung sepertinya berwibawa sekali.

    3. Kangen acara-acara seperti ini. Waktu masih tinggal di Riau sering banget lihat pawai2 untuk menghadiri acara seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Ada sejarahnya Dit kenala Salman kemudian jadi Salmon :))
      2. Usianya juga baru 35 tahun Dit, gubernur termuda se Indonesia saat ini
      3. Acara kaya gini memang oke

      Delete
  18. Woooow... Bupati sana baik banget ya. Itu undangan khusus gitu atau boleh masyarakat umum ikutan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. masyarakat umum bisa melihat acara ini kok, tapi tidak bisa masuk ke area Gedung Dalom tempat berlangsungnya acara, kecuali yang memiliki undangan dan akses

      Delete
  19. roaming nggak Ri...? bahasa Lampung itu susssaah... he..he..

    ReplyDelete

Terima kasih....