01 November 2015

Perjamuan Di Himpun Agung Sai Batin Paksi Kerajaan Adat Sekala Brak

Tulisan ini masih kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya saat menghadiri Himpun Agung Sai Batin Paksi Kerajaan Adat Sekala Brak di Lampung Barat. Tiada lengkap rasanya sebuah acara kumpul-kumpul tanpa sebuah perjamuan dari tuan rumah. Apalagi acara ini dihadiri sejumlah tokoh kehormatan, tentu semakin membuat kesibukan tuan rumah memberi perjamuan yang terbaik bagi para tamu-tamu mereka semakin meningkat. Rasa penasaran saya seperti apa perjamuan ala kerajaan adat mengantarkan langkah kaki saya ke sebuah tenda khusus dimana Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 akan menjamu tamu-tamunya. 

Sempat terbersit keraguan dalam diri saya untuk masuk dalam tenda yang diperuntukkan bagi tamu-tamu kehormatan ini, Apakah mungkin saya yang hanya seorang tamu antah berantah ini diperkenankan masuk untuk melihat seperti apa gerangan perjamuan ala Kerajaan Adat Sekala Brak ini. Dan ternyata, saya disambut sangat ramah oleh semua orang yang berada di dalam tenda. Meskipun mereka sibuk mempersiapkan perjamuan, tapi mereka mempersilahkan saya untuk masuk, melihat-lihat dan memfoto seisi tenda. Tenda perjamuan ini didominasi warna-warna cerah dengan hiasan motif khas kain tradisional Lampung Barat yang bernuansa merah, kuning emas dan hitam. 

Inilah dia menu-menu yang kali ini disajian untuk menjamu para tamu kehormatan Sultan Sekala Brak. Beradasarkan hasil perbincangan saya dengan ibu Yuzri, satu nampan ini adalah menu untuk satu orang raja. Dalam nampan ini terdapat menu ikan mujair yang dimasak acar kuning. Lalu yang terlihat bulat-bulat dalam piring itu adalah sambal halipu yang terbuat dari siput sawah yang sangat digemari masyarakat Lampung Barat, ada pula menu rendang daging dan rendang ayam, lalu ada pula menu Tabing yang terbuat dari bagian dalam buah enau yang diberi bumbu rendang. Lalu nasi diletakkan dalam wadah anyaman yang dibei nama Lekai. Semua masakan untuk perjamuan ini dimasak dan disiapkan oleh ibu-ibu setempat yang dibagi secara berkelompok loh. Hidangan yang sungguh menggugah selera bukan ?

Bagaimana hidangan perjamuan Kerajaan Adat Sekala Brak ini ? Penasaran ngga untuk mencoba ? Kalau penasaran, coba deh datang ke Lampung Barat. Siapa tahu salah satu dari menu-menu ini bisa kamu cicipi secara langsung di sana. Yuk jelajahi Indonesia :) 

43 comments:

  1. Wiiih.. Mewah ya mas sajiannya para raja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesannya memang mewah Dan, tapi hidangan yang tersaji sebenarnya hidangan khas masyarakat setempat..

      Delete
  2. Enak banget tuh ikannya Goiq.... Lu pasti makannya paling banyak kan? Lupakan diet sejenak wakakakakk

    ReplyDelete
  3. gak nahan sama makanannya bikin ngiler

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbhak Lid, akupun demikian

      Delete
  4. Andaiku jadi raja.... hehehehe...

    Ikan mujair ma buah enau... bisa meureun dicoba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga harus jadi raja kok :))

      Delete
  5. Halo Arie, foto-fotonya bagus. orang-orang di acara itu kelihatannya ramah banget sampai-sampai Arie boleh moto dari jarak dekat.
    Tapi saya kebih penasaran, kok bisa Salman dan Arie dateng ke Liwa ini pas lagi ada acara adat ya? Apakah Salman dapet undangan khusus atau acara ini sebetulnya memang dimaksudkan sebagai agenda pariwisata oleh Pemda Lampung Barat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Vicky, acara Himpun Agung ini merupakan salah satu agenda dari Festival Sekala Brak di Lampung Barat. Kebetulan kami diajak teman-teman netizen dan fotografer Lampung untuk menghadiri acara ini bersama mereka. Jadilah kami bertemu di Bandar Lampung untuk kemudian bersama menuju Lampung Barat

      Delete
  6. Mungkin ini yang bikin kamu sekarang agak berisi hahaha..

    Selamat makan mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya begitu Ndop. hahahahaha

      Delete
  7. warnanya khas sekali ya Mas, cerah sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mbak :)

      Delete
  8. Makanannya bikin ngiler banget...

    ReplyDelete
  9. Makanannya bikin ngiler banget...

    ReplyDelete
  10. Kamu beruntung banget bisa hadir di acara Kerajaan, siapa tau ketemu putri raja atau dayang-dayangnya. Hahahah

    Acara ini dibuka untuk umum gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. acara ini bagian dari Festival Sekala Brak 2015 bro. Kalau yang acara Himpun Agung nya, hanya undangan danyang punya akses yang bisa masuk ke Gedung Dalom

      Delete
  11. Makanan yang disajikan berkelas ya, pasti yummy tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya ini menu khas masyarakat setempat kok

      Delete
  12. Menu yang disajikan tersebut merupakan menu nayuh (hajatan) bagi masyarakat Liwa. Ditunggu kembali kehadirannya di Liwa

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih bang Edi sudah menyambut kami :)

      Delete
  13. Mewah sekali jamuannya, bikin laper aja nih :G

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. makan dong kalau laper :))

      Delete
  14. Menu dalam nampannya ngingetin saya sama Nasi Bedulang di Belitung Timur. Mirip-mirip gitu. Mungkin karena masih 1 rumpun ya, Kak .. :D

    Salam kenal .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku juga inget tradisi makan yang hampir mirip di hajatan masyarakat Palembang

      Delete
  15. Warna-warni tendanya cerah ya...

    ReplyDelete
  16. Cerah ya kalau adat sumatra :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Ling, nanti lihat warna-warna cerah lainnya di karnavalnya yah

      Delete
  17. Salah satu adat dari sekian banyak adat yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. adat istiadat Indonesia memang keren. makanya harus kita lestarikan selalu

      Delete
  18. motif kainnya bagus banget suka deh

    ReplyDelete
  19. saya sangat kagum dengan karya kecil anda karena benar benar sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  20. lihat makanannya ngiler

    ReplyDelete
  21. Suka ama motf kain pajangan di dinding nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas Cum, daku juga suka banget

      Delete
  22. aku penasaran sama Sekala Brak ini..., ada peninggalan megalit di sana
    kl nggak salah juga katanya di sini asal muasal orang Lampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah aku ngga ke sana kemarin mbak Monda

      Delete
  23. Kalo festival berlangsungnya nggak sirik, tapi lihat acara perjamuan kerajaan ini asli bikin sangat sirik! Jadi nyesel kemarin nggak belain datang ke sana walau badai menghadang hahaha. Nice share banget, Arie ^^

    ReplyDelete

Terima kasih....