09 April 2016

Berburu Kabut di Bukit Kabut Bawang Bakung

Siapa yang suka kabut ? Selama bukan kabut asap rasanya semua orang suka dan senang melihat kumpulan titik uap air ini. Tidak terkecuali saya sendiri. Tidak heran saya begitu semangat sekali ketika salah satu agenda dalam trip ke Lampung Barat beberapa waktu yang lalu diisi dengan kegiatan berburu kabut di Bukit Bawang Bakung. Penasaran seperti apa perjalanan berburu kabut ini ? Ayo siapkan cemilan dan simak Catatan Si Goiq kali ini..

Bukit Kabut Bawang Bakung yang juga familiar disebut Bukit Geredai berlokasi di Liwa, Lampung Barat. Untuk menuju Bukit Kabut Bawang Bakung ini kita harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan melewati jalan yang berliku-liku. Untungnya walaupun berliku, akses jalan menuju Bukit Kabut Bawang Bakung ini termasuk cukup baik kalau menurut saya. Untuk bisa melihat keindahan kabut di sini, kita harus sudah sampai di sini sebelum matahari terbit. Karena begitu matahari menampakkan diri, maka kabut akan mulai menghilang perlahan. 

Bukit Kabut Bawang Bakung sendiri mulai diperkenalkan kepada khalayak sejak tahun 2011 yang lalu oleh beberapa fotografer di Liwa. Awalnya spot untuk melihat kabut ini masih terdiri dari semak belukar. Dan kemudian spot ini mulai dibersihkan dan bisa digunakan untuk parkir kendaraan. Bahkan beberapa sudut juga tersedia gubuk-gubuk kecil untuk ngaso atau berteduh kalau hujan turun. Walaupun sudah memiliki banyak pengunjung tetap terutama dikalangan fotografer, tapi tempat ini belum sepenuhnya dikenal oleh para traveler. Tempat ini juga masih minim fasilitas kamar kecil dan tempat jajan. Tapi soal pemandangan sih jangan ditanya. Keren. Walaupun menurut kak Eka Fendi pagi itu saat saya datang kesana kondisi kabut terlalu pekat, tapi saya tetap terkagum-kagum melihat kabut yang perlahan mulai naik. Bila pagi hari kita bisa melihat sunrise dengan latar Gunung Pesagi dan bila sore kita bisa melihat sunset dengan latar Gunung Seminung. 

Oke kalian bisa lewati paragraf ini bila merasa tidak kuat melihat foto-foto saya di Bukit Kabut Bawang Bakung. Memang tidak lengkap rasanya sudah jauh-jauh datang ke sana kalau tidak membuat banyak foto kece. Maka dari itu kalau bisa pergilah bersama teman-teman supaya ada yang bantuin foto kalau kalian tidak membawa tripod.

Dan sekali lagi saya berpesan kepada teman-teman yang akan datang ke Bukit Kabut Bawang Bakung, jangan tinggalkan sampah kalian di sana yah, Apa yang kalian bawa saat datang maka harus kalian bawa juga saat pulang. Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan tempat-tempat wisata yang indah ini, trus mau mengandalkan siapa lagi ?

26 comments:

  1. Wiiih... Indahnya Mas itu pemandangan Lampung Baratnya. Syukurlah sudah serius digarap. Dulu waktu lewat sana bertanya-tanya kenapa kok pemandangan seindah ini gak ada yang tahu.. :D

    ReplyDelete
  2. Itu 30 menit jalan kaki bang?

    Beneran tuh... soal sampah harus dibiasain bawa pulang...

    ReplyDelete
  3. wah lampung barat punya tempat kece buat selpi :D

    ReplyDelete
  4. wow jalannya berliku-liku :D

    ReplyDelete
  5. aduh kalo fasilitas kamar kecilnya gak ada... ribet juga ya.. hahaha.

    ReplyDelete
  6. kalau mau buru kabut di dieng (wonosobo)mas... keren tapi dinginnya gak tahan. Apalagi kabut yang ada di tambi (kebun teh) topp dah

    ReplyDelete
  7. setuju sama foto terakhir: jangan tinggalkan sampah.
    mungkin, larangan ini terlihat sepele
    tapi penting demi kelangsungan hidup alam sekitar

    btw, saya udah lama ga mampir ke lampung lagi sejak 1996...
    ntah bagaimana desa di Metro ya sekarang, dulu sih ga ada lampu :)

    ReplyDelete
  8. saya suka dengan kabut, jika memang di tempat itu terdapat kabut saya juga suka berburu kabut maklum di tempat saya tidak pernah ada kabutnya jadi kalo melihat kabut senangnya luar biasa

    ReplyDelete
  9. Wah, kabutnya tebal juga ya. Aku udah lamaaaaa banget gak lihat kabut. Terakhir waktu kecil di Puncak. Sekarang kabutnya udah gak ada :( Btw, pesannya bagus, mudah-mudahan yang berkunjung gak ninggalin sampah, ya :)

    ReplyDelete
  10. rasanya pengen kesana juga

    ReplyDelete
  11. nikmat banget bisa ngopi di sini sambil lihat kabut menghilang perlahan...

    ReplyDelete
  12. Udaranya seger ya mas

    ReplyDelete
  13. berburu kabut mau dikarungin ya. hehehehehehe.. ada-ada saja. tapi keren deh tempatnya, sejuk kyaknya. apalagi pemandangan berkabut, kaya gmana gitu... di bali juga ada tempat-tempat berkabut kayak di kintamani, wih kalau pas lagi hujan sampe gak kliatan jalannya.

    ReplyDelete
  14. Aku suka kabut kalo ada yang menemani sambil ku peluk tapi kalos endirian mah OGAH

    ReplyDelete
  15. berburu kabut aja mas ga berburu yang lain gitu?

    ReplyDelete
  16. seru abis nih mas bro..keren.....

    ReplyDelete
  17. akupun suka bgt ama kabut mas.. soalnya kabut itu identik ama tempat2 yg dingin , dan aku lebih suka dtg ke tempat2 dingin gitu drpd yg panas ;D.. Cakep nih tempatnya... kliatan mistis gitu dr foto2 :D

    ReplyDelete
  18. Kl dr jauh, lika-liku jalanannya terlihat kerennn! :3

    ReplyDelete
  19. Slalau cinta dengan kabut. Ada sensasi yg berbeda aja gitu

    ReplyDelete
  20. track nya kliatan bagus diantara bukit2 gitu

    ReplyDelete
  21. keren ni pemandangannya.. sayangnya jauh.

    ReplyDelete
  22. Ga dingin di sana? :/

    ReplyDelete
  23. thank you for this article is provided, hopefully benefit

    Obat Benjolan Di Vagina

    ReplyDelete
  24. salah satu pemandangan favorit saya adalah menginjak kabut di pagi hari, salah satu spot kabut saya ada di:

    https://jarwadi.me/2016/02/22/ingin-memotret-kabut-di-turunan-watu-payung-geoforest/

    ReplyDelete
  25. view nya bagus kak Goiq. Bikin adem dan sejuk.

    ReplyDelete

Terima kasih....